Studi: Istri yang tetap tenang adalah kunci dari hubungan yang kuat

Menjadi 'peacemaker' dalam perselisihan, akan membawa pernikahan Anda lebih langgeng dan harmonis hingga lanjut usia.

1,608 views   |   12 shares
  • Ketika Anda dan pasangan terjebak dalam pola yang hampir serupa, berselisih atau berdebat panas, namun tidak ada salah satu dari Anda yang rela mengalah, sudah saatnya Anda mencermati studi berikut ini. Studi yang dilakukan oleh Lian Bloch, Claudia M. Haase, dan Robert W. Levenson dari Berkeley dan Northwestern University, Amerika Serikat, berfokus pada dampak pengaturan emosi terhadap kepuasan pada pasangan menikah. Penelitian ini dilakukan kepada pasangan-pasangan menikah berusia 40-70 tahun dengan mengamati cara pasangan ini berinteraksi, khususnya saat terjadi perselisihan dan perdebatan. Studi dilakukan selama 13 tahun dengan merekam interaksi pasangan dalam video.

  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dengan istri yang lebih cepat tenang ketika menghadapi perselisihan, adalah pernikahan yang paling bahagia. Ketika istri lebih cepat menguasai diri dan membungkus perdebatan dengan komunikasi konstruktif, maka konflik akan lebih mudah terselesaikan dengan dampak emosional seminimal mungkin.

  • "Wanita diperkirakan lebih baik dalam mengontrol emosi ketimbang pria" ujar Lian Bloch, peneliti utama studi tersebut. "Dalam hubungan, emosi istri memegang peranan penting sebagai barometer emosional hubungan secara keseluruhan, termasuk saat terjadi perselisihan" jelas Bloch. Bloch memberikan catatan, mengingat pasangan yang teliti berasal dari generasi Baby Boomers, di mana pandangan mereka terhadap pernikahan masih bersifat lebih tradisional dan konservatif. Bloch menyatakan perkiraannya, pasangan muda di abad 21 ini lebih fleksibel dalam pembagian peran gender sehingga menghasilkan dinamika interaksi yang berbeda.

  • Sementara, Ashley Randall, seorang pakar pernikahan dari Arizona State University, menemukan bahwa mayoritas pasangan menikah cenderung berinteraksi dengan pola gender yang serupa sepanjang zaman. "Wanita akan mengarahkan pria, sedangkan pria mengikuti perasaan wanita. Saat istri diselimuti aura negatif, maka suami pun akan turut menjadi seseorang yang negatif, begitu pula sebaliknya," kata Randall. "Ini adalah pola yang terbentuk di bawah kesadaran, namun sangatlah penting kepada pasangan untuk saling memahami dampak emosional satu sama lain. Singkatnya, wanita akan mengambil langkah pertama dan segalanya akan mengikuti." lanjutnya.

  • Advertisement
  • Thomas Bradbury, seorang peneliti pernikahan dari University of California memaparkan bahwa wanita memiliki kelebihan dibandingkan pria dalam mencari solusi konflik dan peka terhadap perasaan pasangan. "Istri yang mampu mengarahkan ketika konflik terjadi adalah keuntungan terbesar untuk menjadikan pernikahan langgeng," imbuh Bradbury.

  • Komunikasi memang menjadi kunci vital dalam keharmonisan hubungan pernikahan. Dalam pernikahan yang sehat, suami dan istri saling mengecek satu sama lain secara berkala, bagaimana kondisi mereka lahir dan batin. Komunikasi yang membangun ditandai dengan menanyakan dan memerhatikan perasaan pasangan, menjadi pendengar yang baik, serta membuat mereka tertawa atau menghibur untuk meredakan ketegangan.

  • Untuk meredakan perselisihan dengan pasangan, dr. David B. Hawkins memberikan 5 tips untuk tetap tenang dan menguasai diri dalam perdebatan yang memanas:

    1. Dengarkan baik-baik apa yang hendak disampaikan pasangan dengan seobjektif mungkin.

    2. Minta pasangan untuk merendahkan tensi percakapan, misalnya melembutkan suara atau bicara dengan lebih pelan, sehingga maksud pembicaraan dapat tersampaikan dengan lebih konstruktif.

    3. Berikan time out jika keadaan sudah terlalu 'panas', dengan mengatakan Anda akan melanjutkan pembicaraan dalam situasi yang kondusif.

    4. Carilah bantuan profesional untuk menjadi penengah, pengarah, dan pengingat dengan kapasitas yang sesuai dan tentu saja, lebih objektif.

    5. Konsisten menjalani proses perbaikan, karena segala perubahan memerlukan waktu untuk menjadi sesuatu yang efektif mencapai tujuan.

  • Pernikahan yang harmonis dan langgeng memang bukan kerja keras salah satu pihak saja. Namun, sebagai seorang wanita yang dianugerahi kelembutan sekaligus kekuatan dan keteguhan hati, seyogyanya Anda belajar untuk menjadi peacemaker dalam keluarga. Mengalah bukan berarti kalah. Dalam hal ini, tetap tenang dan terkendali menjadi bentuk hakiki dari kesabaran dan kedewasaan yang nyata.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Studi: Istri yang tetap tenang adalah kunci dari hubungan yang kuat

Menjadi 'peacemaker' dalam perselisihan, akan membawa pernikahan Anda lebih langgeng dan harmonis hingga lanjut usia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr