Jangan hancurkan masa depan anak dengan mengucapkan kalimat-kalimat ini

Kalimat bernada ancaman kerap diucapkan orangtua agar anak-anaknya patuh. Sayangnya, kalimat semacam ini memiliki efek jangka panjang dan bahkan mampu membuat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut.

7,129 views   |   63 shares
  • Tentu Anda setuju membangun rasa percaya diri anak tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap, butuh waktu lama dan harus dilakukan secara berkesinambungan, hingga anak-anak menyadari kemampuannya. Sayangnya, tidak sedikit orangtua yang menggunakan metode-metode salah dalam mendidik anak. Akhirnya bukan rasa percaya diri yang anak peroleh, tetapi justru rasa takut yang menghancurkan masa depan mereka.

  • Kekerasan verbal merupakan salah satu bentuk ketidakmampuan orangtua dalam membesarkan putra-putrinya. Seringkali orangtua membungkus ucapan-ucapannya tersebut dengan candaan bernada sarkastik yang membuat anak-anak makin terluka hatinya.

  • Sebagai orangtua tentu Anda tidak ingin menghancurkan masa depan anak hanya karena tidak mampu mengendalikan ucapan. Meskipun tidak ada satu pun orangtua yang sempurna, sebisa mungkin jaga tutur kata Anda dan hindari mengucapkan kalimat-kalimat berikut:

  • Kalimat bernada ancaman

  • Kalimat bernada ancaman kerap diucapkan orangtua agar anak-anak patuh. Sayangnya, kalimat semacam ini memiliki efek jangka panjang dan bahkan mampu membuat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut. Jadi berhati-hatilah saat marah kepada anak, jangan biarkan telinga mereka mendengar hal tersebut keluar dari mulut Anda.

  • 1. Kalau kamu tidak patuh, maka kamu bukan anak mama

  • 2. Kalau kamu nakal, papa akan memukulmu

  • 3. Awas kalau diulangi, kamu tidak boleh pulang ke rumah

  • Kalimat bernada menyalahkan

  • Kadang orangtua tidak ingin mengakui kesalahannya secara langsung di hadapan anak. Untuk itu, orangtua berusaha mencari-cari alasan bahkan menyalahkan anak supaya kesalahan yang diperbuatnya merupakan hal yang wajar.

  • 1. Gara-gara kamu, papa dan mama jadi bertengkar

  • 2. Semua ini kesalahanmu, coba kalau kamu tidak melakukan itu

  • 3. Kamu memang anak yang ceroboh

  • Kalimat bernada sindiran

  • Kerap orangtua membanding-bandingkan kemampuan anaknya dengan kemampuan anak orang lain. Hal ini tentu saja membuat anak-anak akhirnya menjadi pribadi yang gampang minder dan merasa rendah diri.

  • 1. Seharusnya kamu bisa pintar seperti teman kamu itu

  • 2. Lihat anak itu, kenapa kamu tidak seperti dia

  • 3. Seharusnya kamu malu dengan dirimu sendiri

  • Kalimat bernada meremehkan

  • Kadang orangtua menjadi tidak sabaran saat mengajari anak sesuatu. Bukannya terus memberikan dukungan, orangtua justru merasa kesal karena mungkin si anak memang memiliki kelemahan dalam mempelajari hal-hal baru.

  • Advertisement
  • 1. Sudah sini papa saja yang mengerjakan, kamu memang anak yang tidak bisa diandalkan

  • 2. Kamu memang tidak becus, sana kerjakan pekerjaan lain yang lebih mudah

  • 3. Hati-hati dong, kamu ceroboh sekali

  • 4. Ini bukan urusan anak-anak

  • Kalimat bernada kutukan

  • Mungkin sudah menjadi kebiasaan atau sewaktu kecil Anda pernah mengalami hal yang sama, jadi mengucapkan kalimat semacam ini seperti sebuah makanan sehari-hari.

  • 1. Dasar anak kurang ajar semoga kamu ...

  • 2. Kalau kamu sampai melakukannya lagi, kamu pasti akan celaka

  • 3. Aku sumpahin kamu, kamu bakalan ...

  • Kalimat bernada paksaan

  • Geregetan bahkan mungkin merasa jengkel dengan ulah anak yang terus-terusan ngeyel dan tidak mau mematuhi Anda. Untuk mengatasi hal tersebut kadang tanpa sadar Anda mengucapkan kalimat-kalimat berikut dengan tujuan supaya anak-anak bersedia menuruti keinginan Anda.

  • 1. Pokoknya kamu harus nurut apa kata mama, titik!

  • 2. Diam! jangan banyak alasan, kerjakan saja

  • 3. Kamu ini tidak pernah dengar apa kata papa, sukanya membantah terus. Awas kalau kamu ulangi lagi.

  • Kalimat bernada melecehkan

  • Jika Anda mengharapkan anak-anak patuh dan menaruh rasa hormat kepada Anda, jangan pernah sakiti hati mereka dengan mengucapkan kalimat-kalimat berikut.

  • 1. Dasar anak kurang tahu diri, menyesal kami melahirkan kamu

  • 2. Kamu lahir dari batu, karena itu kamu jadi keras kepala

  • 3. Kamu hanya menjadi benalu bagi keluarga ini

  • Selain hilangnya rasa percaya diri, masih ada banyak dampak negatif lain yang akan dihadapi seorang anak akibat memiliki orangtua berlidah tajam. Mungkin saat ini Anda belum melihat hasilnya, tetapi banyak anak-anak yang mengalami hal semacam ini tumbuh dengan kepribadian yang sangat buruk.

  • Dr. Susan Forward, dalam bukunya Toxic Parents, mengatakan "Orangtua semacam ini lupa bahwa anak-anak sangat memercayai apa yang mereka katakan. Jika orangtua mengatakan si anak pengecut, jelek ataupun bodoh, maka mereka percaya bahwa dirinya memang betul-betul pengecut, jelek dan bodoh. Anak-anak dalam situasi semacam ini belum mampu memahami apakah orangtuanya betul-betul serius atau sedang bercanda. Jadi berhati-hatilah selalu dengan ucapan Anda."

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Jangan hancurkan masa depan anak dengan mengucapkan kalimat-kalimat ini

Kalimat bernada ancaman kerap diucapkan orangtua agar anak-anaknya patuh. Sayangnya, kalimat semacam ini memiliki efek jangka panjang dan bahkan mampu membuat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr