Jangan Melawan Monster

Dalam artikel ini, monster yang dimaksud adalah pornografi. Sulit mencari cara yang halus untuk membahas tentang pornografi, tetapi kita tidak dapat berpura-pura menganggap pornografi bukanlah masalah besar bagi kaum muda.

719 views   |   shares
  • Nietzsche seorang filsuf Jerman, yang hidup pada tahun 1800-an dan memahami istilah monster sebagaimana kita sekarang, mencetuskan ungkapan di atas.

  • Dalam artikel ini, monster yang dimaksud adalah pornografi. Sulit mencari cara yang halus untuk membahas tentang pornografi, tetapi kita tidak dapat berpura-pura menganggap pornografi bukanlah masalah besar bagi kaum muda. Tetapi, pertarungan ini seharusnya tidak dihadapi oleh anak-anak kita sendirian.

  • Mengapa pornografi digambarkan sebagai sosok monster? Bila kita sering menontonnya, pornografi menguasai kita. Pornografi merupakan musuh besar dan berbahaya yang mengancam anak-anak di seluruh dunia. Beberapa sarana yang melaluinya pornografi dapat diakses adalah:

  • Permainan di komputer

  • Untuk para orang tua, waspadailah isi dari permainan yang diunduh oleh anak-anak Anda dari internet. Mereka tidak boleh memainkan permainan yang dikhususkan untuk orang dewasa. Telitilah melaui situs-situs internet yang menampilkan peringkat bagi perangkat lunak untuk hiburan atau permainan komputer lainnya.

  • Telepon seluler

  • Anak-anak kecil seharusnya tidak diperbolehkan memiliki telepon seluler yang memiliki layar yang mampu menampilkan foto atau akses ke internet, dan bila Anda ingin memegang kendali dalam hal ini, anak remaja pun seharusnya tidak memilikinya.

  • Kamera komputer

  • Jika Anda tidak memerlukan kamera komputer di rumah Anda, janganlah membelinya. Anak-anak dapat saja teledor dan lengah dalam penilaian mereka terhadap penggunaan kamera komputer serta asal-usul informasi yang mereka terima.

  • Internet

  • Jika Anda memasang internet di rumah Anda, itu berarti Anda menyediakan akses terhadap pornografi di rumah Anda, dan itu hanya semudah menekan tombol “klik” di komputer Anda. Pornografi dapat saja muncul tanpa disengaja saat sedang menggunakan komputer untuk mencari data atau bahan bagi pekerjaan rumah. Letakkanlah komputer keluarga di tempat yang dapat digunakan bersama-sama serta di bawah pengawasan orang tua, meskipun sebenarnya tidak selalu aman, karena itu beritahukanlah kepada anak-anak Anda, hal-hal apa saja yang mungkin tiba-tiba muncul serta mengapa hal itu berbahaya.

  • Seperti halnya pertarungan melawan monster raksasa, walau cuma melihat-lihat pornografi, Anda tidak dapat memperoleh kekuatan begitu saja untuk mengalahkannya—Anda harus tahu cara menghindarinya dan segeralah menjauhinya jika secara tidak sengaja Anda bertemu dengannya.

  • Otak merupakan arena pertarungan yang di dalamnya kita melawan monster besar ini—gambar-gambar pornografis terukir secara permanen di dalam otak yang sedang dalam masa pertumbuhan hanya dalam waktu tiga per sepuluh detik dan melihat secara berulang-ulang dapat mematikan fungsi spesifik otak serta merusak saluran normalnya. Ingatlah bahwa otak manusia tidak akan dewasa sepenuhnya hingga pertengahan usia dua puluhan (Dr. Dean Belnap, 2008, Digital Legend).

  • Advertisement
  • Pornografi merajalela di dunia anak-anak, dan jika Anda tidak membicarakan bahayanya (ya, itu adalah istilah yang tepat “membicarakan”) bersama anak-anak Anda sejak dini, saat usia yang tepat untuk berdialog, statistik menunjukkan bahwa anak-anak Anda akan menonton pornografi tanpa sepengetahuan Anda.

  • Menurut Dr. Donald L. Hilton Jr, seorang ahli bedah saraf terkenal serta ahli di bidang efek kecanduan pada otak mengatakan, “Hampir semua anak remaja laki-laki dan perempuan kita telah terpapar secara serius pada pornografi.” Jika anak Anda memiliki masalah sering menonton pornografi, pastikan agar mereka tidak merasa dipermalukan. Mereka perlu tahu bahwa mereka tidaklah sendirian. Adalah penting untuk mencari bantuan dari ahli terapi yang memiliki spesialisasi di bidang kecanduan seksual. Orang tua dan kaum muda—mulai sekarang berkomunikasilah satu sama lain. Hendaknya tidak ada hal yang bersifat menghakimi, mengungkit rasa salah, serta tidak membuat malu atau amarah dalam komunikasi seperti ini.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Battle not with monsters” karya Mary Muller.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Mary is the author of The Guardians of Innocence, an educational book addressing the damage from pornography on the developing brain and how to protect and communicate with children about it. She is also the published author of two other books – Angels in Our Midst, and The Holy Ghost, The Third Member of the Godhead. She worked for the Air Force, the Department of Defense, and as a nurse in private practices for many years. Look for her book at Guardians of Innocence (book trailer) - A Parent's Guide to Protecting Children from Pornography

Jangan Melawan Monster

Dalam artikel ini, monster yang dimaksud adalah pornografi. Sulit mencari cara yang halus untuk membahas tentang pornografi, tetapi kita tidak dapat berpura-pura menganggap pornografi bukanlah masalah besar bagi kaum muda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr