Tahukah Anda, perkataan buruk adalah perusak mental anak nomor satu

Perkataan buruk merusak mental anak, perkataan baik mampu memotivasi anak menjadi lebih baik.

761 views   |   20 shares
  • Pengalaman ini saya bagikan setelah melihat begitu banyak anak mengalami kekerasan secara verbal. Anak-anak ini dengan berbagai macam latar belakang keluarga tumbuh dan berkembang dalam situasi di mana ajaran tatakrama serta kesopansantunan tidak pernah mereka miliki. Imbasnya, anak-anak pun akhirnya terbiasa mengucapkan kata-kata kasar dalam kehidupan sehari-hari mereka.

  • Ketika mendapati seorang anak berbicara kasar, sebagai pribadi saya langsung menyalahkan orangtua. Mengapa anak sekecil itu tidak diajarkan bagaimana seharusnya berkata-kata secara sopan. Orangtua macam apa yang membiarkan anak-anaknya berbicara kasar seakan-akan perbuatan tersebut wajar untuk dilakukan?

  • Apa yang saya alami ini hanyalah fenomena gunung es, sebaliknya masih ada banyak anak di luar sana mengalami kejadian serupa bahkan mungkin jauh lebih parah. Berawal dari hal tersebut muncul pertanyaan dalam benak saya, "Apakah kejadian semacam ini akan dibiarkan terus berlanjut, bagaimana caranya untuk menyelamatkan anak-anak supaya terhindar dari kekerasan verbal yang kerap dilakukan oleh orang-orang dewasa tidak bertanggung jawab?".

  • Saya sadar menyelesaikan perkara semacam ini seorang diri adalah sesuatu yang sangat mustahil, tetapi jika sebagai orangtua kita merasa terpanggil dan memiliki komitmen sama untuk kebaikan anak, maka kita pasti bisa melakukannya.

  • Mulailah dari dalam keluarga kita masing-masing

  • Di dalam lingkup keluarga adalah tempat paling baik untuk mewujudkan harapan tersebut, hanya di dalam keluarga sajalah anak-anak dapat menemukan teladan, bimbingan serta kasih yang tidak bisa dia peroleh dari tempat mana pun.

  • Sebuah kisah pendek berikut ini semoga mampu mengilhami kita akan betapa pentingnya perkataan-perkataan baik bagi anak. Semoga sebagai orangtua kita mampu melihat bahwa anak-anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi orang-orang hebat suatu hari nanti.

  • Pada suatu hari Thomas Alva Edison pulang ke rumah dan menyodorkan sepucuk surat dari sekolah kepada ibunya. Ia berkata, "Guruku memberikan surat ini kepadaku dan berpesan supaya surat ini hanya diberikan kepada Ibu."

  • Ketika membaca nampak air mata sang Ibu berlinang, ia pun memberitahu Edison isi dari surat tersebut "Anak kamu terlalu jenius, sekolah ini terlalu sederhana dan tidak memiliki cukup guru yang baik untuk melatih dia. Ajari anakmu secara langsung."

  • Tahun demi tahun pun berlalu, hingga suatu hari Ibu Thomas Alva Edison meninggal dunia. Sekarang Thomas Alva Edison telah menjelma sebagai orang yang hebat, bahkan penemu terhebat sepanjang sejarah manusia.

  • Advertisement
  • Suatu hari ketika sedang membersihkan rumah Edison menemukan sepucuk surat yang dulu dia terima dari sang guru untuk ibunya. Dia membuka dan membacanya:

  • "Anak kamu memiliki masalah kejiwaaan, kami tidak mengizinkannya untuk datang ke sekolah ini lagi."

  • Betapa hancur hati Edison tatkala mengetahui isi surat tersebut, terlebih bagaimana sang Ibu selama ini telah merahasiakan darinya. Selama berjam-jam Edison hanya mampu menangis dalam buku hariannya ia pun mencatat, "Thomas Alva Edison adalah anak gila yang oleh seorang pahlawan bernama ibu diubahnya menjadi yang paling jenius sepanjang abad. Perkataan yang buruk merusak mental dan moral seseorang, tetapi perkataan yang baik mampu memotivasi seseorang untuk menjadi yang terbaik."

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Tahukah Anda, perkataan buruk adalah perusak mental anak nomor satu

Perkataan buruk merusak mental anak, perkataan baik mampu memotivasi anak menjadi lebih baik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr