10 hal ini pantang dilakukan oleh mertua terhadap menantunya

Pernikahan merupakan hal yang baru bagi anak Anda. Menjadi menantu adalah sebuah hal yang membutuhkan penyesuaian.

2,396 views   |   19 shares
  • Orangtua mana yang tidak sayang anaknya? Sejak dilahirkan, Anda telah menyaksikan bagaimana dia bertumbuh sampai dewasa. Anda telah menyaksikan setiap momen "pertama" dalam hidupnya, pertama kali giginya tumbuh, langkah kakinya yang pertama kali, pertama kali ia sekolah, sampai akhirnya ketika ia datang pada Anda dan memperkenalkan seorang yang spesial untuknya. Lalu, akhirnya hari itupun tiba. Anak yang telah Anda asuh sekian tahun akhirnya menambatkan hatinya dan masuk dalam dunia pernikahan. Dunia pernikahan merupakan dunia yang baru untuknya, namun menjadi menantu dan mertua memerlukan penyesuaian. Selayaknya penyesuaian, wajar jika mengalami gesekan. Berikut 10 hal yang pantang dilakukan mertua kepada menantunya:

  • 1. Mengkritik suami/istri pasangan Anda ataupun keluarganya

  • Jadilah penengah dan orang yang netral. Bahkan ketika anak Anda sedang menceritakan kekecewaan dia terhadap menantu Anda, berhati-hatilah dalam berkata-kata. Jangan terburu-buru untuk memberi nasihat atau mengkritik menantu Anda. Dengarkan permasalahannya dengan seksama, ajukan beberapa pertanyaan sehingga anak Anda dapat melihat dari sisi lain.

  • 2. Memberikan nasihat yang tidak diminta

  • Jika Anda tidak setuju atas sikap atau apa yang dilakukan oleh menantu Anda, terutama dalam mengasuh cucu Anda, jangan langsung memberikan nasihat dan memberitahukan bagaimana yang seharusnya. Bahkan ketika mereka meminta nasihat Anda, berikanlah nasihat yang senetral mungkin. Bahkan lebih baik bila Anda menyarankan mereka mencari nasihat dari orang yang objektif terhadap permasalahan mereka namun dapat dipertanggungjawabkan nasihatnya.

  • 3. Mengabaikan keinginan mereka tentang waktu dengan cucu Anda

  • Jika anak dan menantu Anda meminta agar Anda tidak terlalu memanjakan cucu Anda, maka Anda perlu mengurangi porsi dalam memanjakan cucu Anda. Jika Anda diminta untuk tidak selalu memberikan kemewahan dan keistimewaan untuk cucu Anda, hargailah. Mungkin mereka tidak ingin anak mereka terbiasa dimanja dan bermandikan hadiah-hadiah dan menjadi anak yang manja. Jika mereka juga meminta Anda tidak mendisiplinkan atau bersikap seakan-akan Anda adalah orangtua cucu Anda, hargailah. Anda pasti memiiki ekspektasi terhadap cucu Anda, namun Anda perlu mengingat bahwa anak dan menantu Anda adalah keluarga sendiri dan memiliki warna sendiri dalam rumah tangga dan membesarkan anak mereka.

  • 4. Mengatur rumah mereka

  • Terkecuali jika menantu perempuan Anda yang meminta bantuan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mengatur barang-barang, merapikan lemari atau baju, ketika Anda mengunjungi mereka, maka janganlah Anda berinisiatif sendiri untuk menolongnya. Karena justru Anda akan membuat menantu perempuan Anda akan merasa bahwa Anda menganggap ia tidak becus mengatur rumahnya.

  • Advertisement
  • 5. Selalu ada di dekat

  • Jika Anda termasuk helicopter mom, atau ibu yang selalu siap sedia kapanpun dan selalu ada untuk anak Anda, maka ketika anak Anda menikah adalah saatnya Anda mulai menjaga jarak. Jangan menelepon dan mengirimkan pesan teks setiap saat. Jika Anda memiliki kebiasaan menelepon untuk sekedar curhat atau mengecek anak Anda, maka hari ketika anak Anda menikah merupakan hari di mana Anda mulai menarik diri. Anak Anda sedang membangun keluarganya sendiri. Mereka butuh waktu untuk keluarga mereka sendiri untuk memperkokoh ikatan rumah tangga mereka. Tanyalah kabar dan keadaan mereka sesekali, kunjungi mereka sesekali bukannya setiap minggu.

  • 6. Memperlakukan beda

  • Perlakukan anak Anda dan menantu Anda dalam porsi yang sama sehingga menantu Anda akan merasa diterima dalam keluarga Anda dan bukan merasa sebagai orang asing.

  • 7. Membanding-bandingkan

  • Jangan membandingkan rumah tangga mereka sekarang dengan rumah tangga Anda atau orang lain, atau bagaimana seharusnya menurut versi Anda. Ingatlah bahwa ketika menikah, anak dan menantu Anda menyatu. Tradisi, warna dari keluarga masing-masing telah ditinggalkan dan mereka akan memiliki warna rumah tangga sendiri. Hargailah itu sekalipun itu berbeda dari Anda.

  • 8. Menyalahkan

  • Sama halnya dengan membanding-bandingkan, menyalahkan pun tidak membawa kebaikan untuk siapa saja. Jangan menyalahkan anak atau menantu Anda jika mereka memiliki persoalan rumah tangga. Bahkan jika anak Anda adalah orang yang justru menyalahkan pasangannya, sadarkan anak Anda dan ajak dia untuk menyelesaikan persoalan rumah tangganya secara objektif.

  • 9. Mengupload di sosial media

  • Jangan mengupload foto cucu Anda atau foto-foto liburan mereka atau sesuatu yang bersifat personal, pastikan Anda mengetahui bagaimana kesepakatan mereka dalam hal mengupload sosial media. Bila mereka selalu berhati-hati dan menghindari memuat foto cucu Anda di sosial media, maka hargailah itu.

  • 10. Menunggu menantu Anda yang menghampiri

  • Bangunlah hubungan dengan menantu Anda dengan tulus. Telepon dia, tanyakan kabarnya, atau mengajak ia makan. Tunjukkanlah bahwa Anda tulus ingin mengenalnya, tanpa penghakiman.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

10 hal ini pantang dilakukan oleh mertua terhadap menantunya

Pernikahan merupakan hal yang baru bagi anak Anda. Menjadi menantu adalah sebuah hal yang membutuhkan penyesuaian.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr