Mengenali ciri Eczema dan cara penanganannya

Alergi, adalah penyakit yang sebetulnya diidap oleh banyak orang, namun kerap disepelekan. Padahal, alergi kulit seperti eczema atau biasa disebut eksem, bisa berkepanjangan jika tak segera ditangani dan dicegah, lho

11,563 views   |   49 shares
  • Pernah mendengar penyakit eczema, atau di Indonesia sering disebut eksem? Penyakit eczema atau eksem adalah sejenis penyakit kulit yang biasanya dialami oleh bayi atau anak-anak. Meskipun demikian, penyakit eczema juga bisa dialami oleh orang dewasa sebagai dampak lanjut saat anak-anak. Latar belakang terjadinya, adalah alergi.

  • Dermatitis atopik atau eczema, menurut situs milis sehat; adalah peradangan kronik kulit yang kering dan gatal yang umumnya dimulai pada awal masa kanak-kanak. Eczema dapat menyebabkan gatal yang tidak tertahankan, peradangan, dan gangguan tidur. Saat digaruk, maka kulit dapat terkelupas bahkan berdarah. Terlebih lagi, jika tidak segera dihentikan, dampak dari penyakit ini dapat menimbulkan infeksi pada kulit.

  • Penyakit ini dialami sekitar 10-20% anak. Umumnya episode pertama terjadi sebelum usia 12 bulan dan episode-episode selanjutnya akan hilang timbul hingga anak melewati masa tertentu. Sebagian besar anak akan sembuh dari eksem sebelum usia 5 tahun. Sebagian kecil anak akan terus mengalami eczema hingga dewasa. Namun demikian, eczema tidak menular. Penyakit ini, seperti juga alergi lainnya, tidak dapat disembuhkan, namun penanganan yang tepat akan mencegah dampak negatif penyakit ini terhadap anak yang mengalami eczema dan keluarganya.

  • Penyebab penyakit eczema atau eksem

  • Hingga saat kini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya penyakit ini. Namun, terdapat beberapa faktor yang memicu penyakit eksem ini:

  • 1. Keluarga memiliki riwayat penyakit eczema (genetik atau keturunan).

  • 2. Perubahan emosi yang tidak stabil seperti depresi dan stres.

  • 3. Pola makan yang kurang sehat seperti alkohol, makanan yang mengandung pengawet dan pewarna kimia.

  • 4. Kontak langsung dengan lingkungan yang menyebabkan iritasi, seperti asap rokok dan bahan-bahan kimia.

  • 5. Bersentuhan dengan benda-benda penyebab alergi (Allergens), seperti sabun, shampo, kosmetik, debu, serbuk bunga, hewan peliharaan dan sebagainya.

  • 6. Keringnya kulit.

  • 7. Menciptakan kondisi yang terlalu hangat untuk anak, misalnya membungkus anak dengan pakaian berlapis-lapis.

  • 8. Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu.

  • 9. Virus dan infeksi lain.

  • 10. Perjalanan ke negara dengan iklim berbeda.

  • Belum ada obat untuk menyembuhkan eksem atopik

  • Terlepas dari banyak studi penelitian yang telah dilakukan, ternyata masih belum ada obat yang ditemukan untuk mengobati penyakit ini secara tuntas dan permanen.

  • Advertisement
  • Jika Anda mengalami kondisi kulit yang seperti ini, rawatlah kulit Anda dengan baik dengan menggunakan pelembap serta tidak menggaruknya sesering mungkin ketika sedang kambuh. Meskipun belum ada obatnya, Anda dapat melakukan berbagai tindakan pencegahan agar tidak terlalu sering kambuh dan semakin parah. Penanganannya bisa sebagai berikut:

    • Saat eczema kambuh, treatment terbaik adalah dengan wet dressing atau kompres dingin. Kulit anak yang terkena eczema diberi salep cortisone dan moisturizer, lalu dibalut dengan handuk tipis yang basah. Setelah semua kulit dibalut, diamkan selama sekitar 1 jam. Setelah 2-3 kali treatment, kulit bisa sembuh dan lembap, sehingga mencegah eczema kembali datang.

    • Hindari pemakaian produk yang biasa ada di pasaran, karena mengandung bahan-bahan kimia yang cukup sensitif untuk Anda yang alergi eczema.

    • Kulit harus senantiasa diberi moisturizer. Eczema dimulai dari kulit yang kering, jadi kelembapan kulit paling utama.

    • Karpet di rumah mesti divacum, minimal seminggu sekali untuk meminimalisir dust mite. Begitu juga boneka sebaiknya dicuci secara periodik.

    • Mandi dengan air dingin. Setelah mandi, kulit cukup ditepuk-tepuk dengan handuk sampai kering, jangan digosok. Baru setelah itu diberi moisturizer.

  • Namun demikian, ada juga kok, obat-obatan tertentu yang dapat membantu mengatasi penyakit eksem. Misalnya, Antibiotik (saat bakteri sudah menyebabkan penyakit sekunder), Kortikosteroid topikal jika gatal dan kemerahan masih menetap setelah menghindari pencetus eksem. Jika digunakan sesuai instruksi, obat ini aman dan efektif untuk mengatasi eksem. Obat topikal seperti calcinuerin inhibitor juga membantu menurunkan peradangan di kulit.

  • Kadang dokter meresepkan satu salep untuk daerah yang paling teriritasi dan salep lain yang lebih lemah untuk daerah yang hanya mengalami eksem ringan dan daerah peka seperti wajah. Jadi jangan lupa, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter tentang risikonya karena obat-obatan tersebut dapat memperlemah sistem kekebalan kulit Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mengenali ciri Eczema dan cara penanganannya

Alergi, adalah penyakit yang sebetulnya diidap oleh banyak orang, namun kerap disepelekan. Padahal, alergi kulit seperti eczema atau biasa disebut eksem, bisa berkepanjangan jika tak segera ditangani dan dicegah, lho
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr