Apakah Anda sudah menjadi pemimpin yang baik?

Menjadi pimpinan perusahaan memang dilematis. Sebab memimpin orang sebetulnya merupakan tugas yang amat menantang. Lalu bagaimana dengan Anda, sudahkah Anda menjadi pemimpin perusahaan yang baik?

240 views   |   4 shares
  • Apakah Anda kini sedang merintis usaha, menjadi pemimpin bagi para karyawan yang bekerja di tempat yang Anda bangun? Menjadi pemimpin, sesungguhnya jauh lebih sulit ketimbang menjadi karyawan. Sebab, Andalah yang harus menjadi tuntunan, sekaligus orang yang paling berperan dalam menjaga para sumber daya agar tidak keluar masuk, atau bekerja setengah hati.

  • Ada beberapa hal yang pernah ditulis dalam sebuah artikel di majalah Forbes, sebagai alasan karyawan mudah keluar dari tempat bekerjanya:

  • 1. Dipaksa bekerja terlalu keras

  • Studi dari Stanford menunjukkan bahwa produktivitas per jam menukik tajam ketika jam kerja melebihi 50 jam setiap pekan, dan produktivitas turun drastis setelah bekerja 55 jam.

  • Jika memang harus memaksa karyawan teladan bekerja keras, lebih baik naikkan jabatannya. Jika Anda mempekerjakan orang lebih keras hanya karena ia berbakat, tanpa mengubah apa pun, mereka akan mencari pekerjaan yang lebih baik.

  • 2. Kontribusi dan pekerjaan baik tidak dipuji

  • Mudah meremehkan kekuatan dari pujian, terutama pada pekerja hebat yang termotivasi dari dalam. Semua orang suka pujian, apalagi mereka yang bekerja keras.

  • 3. Tidak peduli pada karyawan

  • Perusahaan cerdas akan memastikan manajer tahu cara menyeimbangkan kehidupan profesional tapi tetap manusiawi. Ada atasan yang merayakan kesuksesan karyawan, ikut berempati ketika mereka sedang ditimpa musibah.

  • 4. Mereka tidak menghargai komitmen

  • Ketika Anda punya komitmen, di mata karyawan Anda bisa membuktikan diri jadi atasan yang bisa dipercaya dan terhormat. Bila komitmen tidak dipegang, Anda jadi atasan yang tidak peduli dan tidak perhatian.

  • 5. Mereka mempekerjakan dan mempromosikan orang yang salah

  • Karyawan teladan ingin bekerja dengan orang yang punya pemikiran profesional. Menaikkan jabatan orang yang salah punya dampak lebih buruk. Ketika Anda bekerja keras namun kenaikan jabatan malah diberikan pada para penjilat, itu adalah hinaan besar.

  • 6. Mereka tidak membiarkan orang mengejar impian

  • Karyawan yang berbakat punya semangat tinggi. Memberikan kesempatan untuk mengejar apa yang mereka sukai akan meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. Studi menunjukkan bahwa orang yang bisa mengejar apa yang mereka sukai di kantor merasa bahagia yang membuatnya lima kali lebih produktif dari biasa. Manajer punya kuasa untuk mengembangkan kemampuan karyawan atau membiarkannya saja. Jika tidak, orang-orang terbaik akan merasa bosan dan pergi.

  • Advertisement
  • 7. Gagal memancing kepintaran karyawan

  • Atasan yang baik akan menantang karyawan mencapai hal-hal yang awalnya tidak terbayang. Saat karyawan berbakat melakukan hal yang terlalu mudah atau membosankan, mereka akan mencari pekerjaan lain yang lebih menantang.

  • Jadi bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik? Ada beberapa contoh berikut; Seorang dokter kardiologi dari Walnut Hills Medical Center di Dallas menerapkan hal yang baik sebagai contoh perlakuan pada karyawan. Ia mengumpulkan semuanya setiap dua pekan sekali, dan bercerita. Tak hanya tentang pelayanan, kinerja dan hal-hal yang bersifat teknis. Melainkan kisah-kisah inspiratif dari Disney, Apple dan sebagainya. Tujuannya agar para pekerja memahami bahwa semua orang bisa melakukan hal yang berbeda, termasuk menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan dan menguatkan fondasi alasan mereka bekerja sebagai tenaga kesehatan.

  • Menciptakan budaya dalam sebuah perusahaan, tak akan ada tandingannya, menurut Herb Kelleher dan Rollin King, pendiri Southwest Airlines yang sukses membangun perusahaan besar dengan dasar mendahulukan pekerja, lalu konsumen di posisi kedua, sementara shareholders justru berada di posisi ketiga. "Kami menghargai manusia sebagai manusia, bukan hanya sebagai pekerja," ujar Kelleher. Inilah dasar membangun budaya yang membuat setiap pekerja merasa kerasan.

  • Karena itu pertemuan antara pemimpin dan karyawan dilakukan beberapa kali dalam sebulan. Tujuannya tak hanya untuk melakukan evaluasi pekerjaan, dan membahas pencapaian atau kegagalan. Namun justru untuk saling bercerita. Ada kalanya, seperti yang diberlakukan oleh jaringan Stevewynn Hotel; membangun rasa percaya diri dengan mengajak setiap karyawan menceritakan hal terbaik apa yang telah dilakukan selama periode tersebut.

  • Dengan menceritakan hal baik yang pernah dilakukannya di hadapan teman-temannya, maka ia menjadi percaya diri. Efek baik lainnya yang diharapkan tercapai juga adalah menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya untuk meniru yang telah dilakukan tadi, agar memiliki cerita untuk dibagikan dalam pertemuan berikutnya. Ini yang nantinya akan menjadi nilai dan pemahaman bahwa memberikan pelayanan terbaik, bekerja dengan seluruh kemampuan dan semangat, akan membuat merasa senang bekerja.

  • Rollin King mengatakan bahwa gaji tinggi memang cukup untuk membuat karyawan kerja dan datang tepat waktu. Namun memberikan insiprasi, menanamkan nilai, menguatkan tujuan, dan membangun budaya bekerja yang seirama akan membuat karyawan bekerja tak hanya "sesuai argo" namun akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya.

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Apakah Anda sudah menjadi pemimpin yang baik?

Menjadi pimpinan perusahaan memang dilematis. Sebab memimpin orang sebetulnya merupakan tugas yang amat menantang. Lalu bagaimana dengan Anda, sudahkah Anda menjadi pemimpin perusahaan yang baik?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr