Kenali 'masa peka' anak Anda. Apa itu?

Mengapa si kecil sudah bisa berjalan sementara yang lain belum, padahal usianya sama? Ternyata hal ini disebabkan, setiap anak memiliki masa pekanya masing-masing. Wah, apa itu masa peka?

801 views   |   4 shares
  • Apakah Anda pernah merasa kebingungan, mengapa saat anak-anak lain seusianya mulai bisa bicara, anak Anda belum? Atau mengapa saat anak-anak lain mulai minat belajar membaca, anak Anda masih saja senang menggambar mahluk-mahluk aneh, dan belum terlihat sama sekali keinginannya belajar baca?

  • Selama masih dalam batas usia normal dan kewajaran, sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, lho. Sebab memang tidak setiap anak menunjukkan minat atau ketertarikan atau keseriusan yang sama dalam belajar. Kita perlu tahu dan harus tahu bahwa setiap anak itu memiliki keunikannya masing-masing. Ada anak yang mudah sekali diarahkan untuk belajar. Ada anak yang butuh pemanasan terlebih dahulu, atau membutuhkan metode tertentu untuk bisa senang belajar. Ada pula anak yang sangat susah sekali untuk diajak belajar.

  • Ya, itulah anak-anak. Dan kita sebagai orangtua amat sangat tidak disarankan untuk memaksakan belajar pada anak, atau memaksanya mengikuti kegiatan tertentu yang tidak disukai olehnya. Bahkan, sekalipun anak mau mengikuti "paksaan" kita, hasilnya sama sekali tidak optimal. Akan tiba saatnya seorang anak mengalami masa ketertarikan pada sesuatu yang tadinya tak diminati sama sekali.

  • Hal ini pertama kali diungkapkan oleh Dr. Maria Montessori, pencetus teori Montessori mengenai tahap perkembangan anak yang kini terkenal di dunia. Montessori menyatakan bahwa dalam perkembangan anak terdapat masa peka, suatu masa yang ditandai dengan begitu tertariknya anak terhadap suatu objek atau karakteristik tertentu serta cenderung mengabaikan objek yang lainnya. Pada masa tersebut anak memiliki kebutuhan dalam jiwanya yang secara spontan meminta kepuasan.

  • Masa peka ini tidak bisa dipastikan kapan timbulnya pada diri seorang anak, karena bersifat spontan dan tanpa paksaan. Setiap anak memiliki masa peka yang berbeda. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika masa peka tersebut tidak dipergunakan secara optimal maka tidak akan ada lagi kesempatan bagi anak untuk mendapatkan masa pekanya kembali. Tetapi meskipun demikian, guru atau orangtua dapat memprediksi atau memperkirakan timbulnya masa peka pada seorang anak dengan melihat minat anak pada saat itu.

  • Berkaitan dengan hal tersebut, maka tugas seorang guru dan orangtua adalah mengamati dengan teliti perkembangan setiap anak yang berhubungan dengan masa pekanya. Tujuannya, agar dapat memberikan stimulasi atau rangsangan yang dapat membantu berkembangnya masa peka anak sesuai dengan fungsinya.

  • Advertisement
  • Misalnya saja, dalam rentang usia 1-5 tahun, anak-anak akan melewati suatu masa ketika keingintahuan mereka menjadi sangat besar dan menggebu-gebu. Mereka ingin bisa melakukan dan ingin mempelajari apa yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya. Apa pun itu. Mereka melihat ayah bisa mengutak-atik radio atau komputer, maka mereka ingin bisa melakukannya juga. Mereka melihat ibu asyik membuat kue, mereka juga ingin membuat kue. Mereka melihat kakak bisa berjumpalitan di area bermain, mereka juga ingin bisa melakukannya lebih baik. Mereka sangat ingin tahu, ingin selalu mencoba, meski seringkali usia dan kemampuan mereka sebenarnya belum seimbang dengan keingintahuan itu.

  • Pada masa peka inilah setiap informasi yang mereka dapatkan akan lebih mudah diserap, diingat, dan diaplikasikan. Mereka pun menjadi lebih ingin tahu lagi, dan cenderung untuk mudah mengikuti instruksi atau mengikuti apa yang kita ajarkan dengan senang hati tanpa perlu dipaksa.

  • Namun demikian, kapan usia tepat anak mengalami 'masa peka belajar' tidak dapat ditentukan dengan pasti, akan tetapi banyak usaha yang dilakukan untuk merangsangnya. Namun perlu diingat, pemberian rangsangan tersebut tidak dalam kondisi tekanan atau paksaan. Biarkan anak menyesuaikan sendiri. Rangsangan tersebut dapat berupa, antara lain:

  • a. Membiasakan membacakan kisah saat anak belum bisa membaca dan mengajaknya berdialog tentang kisah tersebut.

  • b. Menyediakan buku-buku yang menarik, terutama yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak sehingga tumbuh kecintaan anak terhadap ilmu melalui buku.

  • c. Memanfaatkan fasilitas lain seperti alat permainan edukatif, media audiovisual maupun komputer. Pilihlah permainan yang melatih konsentrasi, daya ingat dan pendengaran, dan melatih motorik halus sehingga otak anak terlatih untuk bekerja.

  • d. Memberikan motivasi dan pengertian kepada anak pada saat bermain maupun santai, tentang pentingnya belajar ilmu pengetahuan. Hal ini harus dilakukan oleh setiap anggota keluarga, dan bekerja sama juga dengan pihak sekolah.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kenali 'masa peka' anak Anda. Apa itu?

Mengapa si kecil sudah bisa berjalan sementara yang lain belum, padahal usianya sama? Ternyata hal ini disebabkan, setiap anak memiliki masa pekanya masing-masing. Wah, apa itu masa peka?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr