9 hal yang seringkali Anda lakukan dan menyebabkan Arthritis di usia 30-an

Nyeri sendi sepatutnya tidak dianggap enteng. Arthritis tidak hanya terjadi pada manula. Kebiasaan-kebiasaan buruk dapat membuat Anda menderita arthritis, bahkan di usia 30-an!

697 views   |   6 shares
  • Anda beranggapan bahwa nyeri sendi lumrah terjadi pada manula saja. Kondisi yang dalam dunia kesehatan, disebut sebagai arthritis. Arthritis pada dasarnya adalah inflamasi pada sendi, menyebabkan sendi ini membengkak, kaku, terasa nyeri, dan sulit digerakkan. Ada bagian dari sendi, bernama sinovium, yang melindungi sendi dari benturan. Sinovium inilah yang meradang saat terjadi arthritis, menyebabkan pembengkakan sendi dan dapat merembet kepada otot serta ligamen. Bahkan, efek arthritis juga mengancam permukaan sendi (kartilago) dan tulang.

  • Sesungguhnya, ada lebih dari 100 tipe arthritis terdiagnosa. Namun, 3 tipe yang paling banyak di derita adalah:

    • Osteoarthritis (OA), umumnya terjadi saat sendi bekerja terlalu berat dan terlalu lelah

    • Rheumatoid Arthritis (RA), yaitu kondisi otoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tubuh, khususnya sendi-sendi

    • Psoriatic Arthritis (PA), merupakan nyeri sendi yang dialami oleh penderita penyakit kulit psoriasis (penyakit kronis pada kulit yang disebabkan oleh overaktifnya sistem imun)

  • Arthritis mengintai generasi muda, baik Anda yang berada pada usia 30an, maupun anak-anak di bawah usia 16 tahun! Seiring dengan bertambahnya usia, lebih baik Anda meninggalkan 9 kebiasaan buruk ini demi mencegah arthritis datang menyerang Anda di usia 30-an:

  • 1. Berolahraga terlalu keras

  • Anda ingin segera mewujudkan body goals tahun ini dengan giat berolahraga? Ingatlah bahwa hasil instan seringkali membawa risiko besar. Olahraga akan memberikan manfaat saat Anda melakukannya dengan tepat, salah satunya adalah mengatur frekuensi dan intensitas. Meskipun Anda seorang atlet sekalipun, akan ada porsi latihan yang disesuaikan dengan kemampuan tubuh Anda. Olahraga berlebihan akan membebani fisik Anda, termasuk tulang dan sendi-sendi Anda. Risiko cedera pun akan semakin tinggi dan mudah terjadi.

  • Advertisement
  • 2. Tidak menjaga berat badan

  • Makan tak terkendali dan malas berolahraga, akan membuat berat badan meroket dari angka ideal. Dampaknya, ini akan membebani tulang serta sendi Anda. Bayangkan tulang dan sendi Anda menopang beban yang semakin bertambah dan tidak sesuai dengan kemampuan normal mereka. Sebut saja, sendi pada lutut Anda. Semakin ringan beban yang ditopangnya, kemampuannya untuk bekerja akan membaik dan semakin optimal. Mulailah mengatur pola makan dan berolahraga teratur. Tubuh dengan berat badan ideal bukan hanya untuk estetika, namun yang terpenting adalah berinvestasi untuk kesehatan jangka panjang Anda.

  • 3. Melewatkan pemanasan dan pendinginan

  • Berdalih sempitnya waktu Anda berolahraga, Anda memilih untuk langsung melakukan aktivitas olahraga tanpa pembuka dan penutupan. Tidak sedikit orang yang melewatkan prosesi pemanasan dan pendinginan. Padahal, dua serangkai ini adalah upaya mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga dan membimbing proses relaksasi, supaya tubuh tidak "terkejut" dan menurunkan risiko cedera, termasuk cedera pada sendi Anda.

  • 4. Merokok

  • Kebiasan buruk yang satu ini pada dasarnya memberikan aneka dampak negatif bagi kesehatan. Untuk kasus arthritis, merokok berkaitan dengan kondisi rheumatoid arthritis. Para ahli memperkirakan bahwa merokok menyebabkan gangguan fungsi pada sistem kekebalan tubuh. Ini akan memicu bahkan memperparah para penderita yang memiliki RA akibat faktor genetik. Merokok pun menurunkan efektivitas pengobatan arthritis. Seorang perokok juga akan terhambat kemampuannya untuk berolahraga secara optimal, padahal olahraga yang tepat sasaran akan mencegah arthritis.

  • 5. Membiarkan cedera berlarut-larut

  • Cedera adalah risiko dari berolahraga. Seringan apapun cedera yang Anda alami, lebih baik Anda merawat dan menanganinya segera dengan tepat. Cedera yang dibiarkan berlarut-larut akan memperparah kondisi dan membuat bagian yang terkena cedera itu semakin memburuk. Untuk arthritis, cedera pada sendi menjadi sorotan. Berkonsultasilah kepada dokter olahraga mengenai rehabilitasi yang perlu dilakukan. Jika Anda dirujuk untuk melakukan fisioterapi, lakukan dengan disiplin. Dalam masa pemulihan, mulailah berlatih kembali secara perlahan sesuai petunjuk dokter, guna memberikan kesempatan sendi-sendi Anda untuk menyesuaikan kondisi.

  • Advertisement
  • 6. Memilih sepatu olahraga yang salah

  • Faktor sepatu olahraga berpengaruh terhadap risiko cedera. Anda perlu memilih dan menggunakan sepatu olahraga sesuai dengan olahraga yang dilakukan. Banyak orang yang memilih sepatu olahraga hanya berdasarkan kesukaan pada model, merek, atau warna. Padahal sepatu olahraga telah dirancang sesuai karakteristik olahraga tertentu. Bayangkan, Anda menggunakan sepatu lari untuk bermain bola basket atau sepakbola. Cedera dapat dengan mudah Anda derita. Selain itu, perhatikan usia pakai sepatu tersebut untuk menentukan kapan Anda sudah patut menggantinya. Menggunakan sepatu yang sudah lewat masa pakainya, lagi-lagi akan menggiring Anda kepada cedera, sebagai faktor risiko arthritis.

  • 7. Melakukan kegiatan high impact repetitif

  • Kegiatan high impact yang dilakukan terus-menerus, dipandang akan bermanfaat bagi kekuatan tulang. Padahal, ada dampak negatif lain di baliknya. Sendi-sendi dan otot Anda akan rentan cedera. Tidak hanya dalam olahraga, namun juga pada pekerjaan Anda sehari-hari. Anda yang rutin melakukan kegiatan high impact dengan frekuensi sering dan intensitas berat, Anda juga perlu memeriksakan kesehatan sendi Anda. Berdiskusilah dengan pemberi kerja atau pelatih untuk mengatur kegiatan ini supaya menurunkan risiko cedera pada sendi Anda.

  • 8. Lalai mengecek histori kesehatan keluarga

  • Rheumatoid arthritis(RA) dapat terjadi karena faktor genetik atau diturunkan dalam hubungan darah di dalam keluarga. Para peneliti menemukan penanda-penanda genetik yang ada di dalam gen untuk penyakit RA. Memeriksa sejarah penyakit dalam keluarga Anda kini menjadi sangat penting. Mulailah menelusuri silsilah keluarga Anda dan mencari penyakit-penyakit yang mereka idap, sebelum Anda berkonsultasi kepada dokter untuk memeriksa penyakit mana yang mungkin diturunkan kepada Anda.

  • 9. Menganggap remeh nyeri sendi

  • Gejala-gejala awal arthritis sepatutnya Anda waspadai. Jangan remehkan ketidakwajaran yang terjadi pada sendi-sendi Anda, terlepas apapun yang mungkin menyebabkannya. Deteksi dini terhadap arthritis dapat Anda lakukan segera. 7 gejala awal arthritis yang biasanya terjadi antara lain:

  • Advertisement
    • Kekakuan di pagi hari, lebih dari 30 menit

    • Nyeri saat menaiki tangga

    • Nyeri tiba-tiba dan sangat menyakitkan

    • Merasa lelah dan menunjukkan gejala mirip pilek atau flu pada jangka waktu lama

    • Benjolan tak wajar pada jari-jari

    • Rasa nyeri yang mengganggu tidur dan waktu bersantai

    • Tangan terasa sakit hingga sulit digunakan

  • Gaya hidup sehat yang dijalankan dengan konsisten adalah jembatan menuju hidup panjang umur dan kebal dari penyakit. Berikan beban yang sesuai untuk sendi-sendi Anda. Tanpanya, Anda akan merasakan hidup terkekang dan menyakitkan karena tak bebas bergerak.

Baca, hidupkan, bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

9 hal yang seringkali Anda lakukan dan menyebabkan Arthritis di usia 30-an

Nyeri sendi sepatutnya tidak dianggap enteng. Arthritis tidak hanya terjadi pada manula. Kebiasaan-kebiasaan buruk dapat membuat Anda menderita arthritis, bahkan di usia 30-an!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr