Lizzy, seorang ibu dengan keberanian luar biasa. Melahirkan meski tanpa sepasang kaki dan panggul yang sempurna

Bersyukur, berdoa, dan tetap berusaha, seterjal apapun jalan yang harus dilalui. Keteguhan hati wanita muda ini sungguh menjadi teladan bagi banyak wanita di seantero dunia.

632 views   |   4 shares
  • Merasa hidup Anda begitu berat untuk dijalani? Ujian datang bertubi-tubi dan tampak tiada akhir? Mari menunduk sebentar dan menyimak cerita wanita yang luar biasa ini. Lizzy Georgeson, 26 tahun, asal Inggris. Ia bukan pesohor jelita ataupun wirausahawati dengan bisnis menggurita. Namun, perjalanan hidupnya mengajarkan kita akan banyak hal. Bersyukur, berdoa, dan tetap berusaha, seterjal apapun jalan yang harus dilalui. Keteguhan hati wanita muda ini sungguh menjadi teladan bagi banyak wanita di seantero dunia.

  • Seandainya Lizzy dapat menuturkan kisah ini kepada keajaiban terbesar dalam hidupnya kelak, yaitu putra pertamanya, Henry, sekiranya ini yang akan ia sampaikan.

  • DearHenry, putraku tersayang.

  • Kelak ketika dirimu dewasa dan membaca ini, kuharap engkau dalam keadaan sehat walafiat. Tak kurang suatu apapun, menghadapi dunia dengan langkah-langkah tegapmu. Sesuatu yang tak pernah kurasakan sejak kecil dulu. Sepasang kaki yang mendampingimu berlari ceria, berkejaran dengan kawanmu tersayang.

  • Ketidaknyamanan telah menjadi bagian diriku, semenjak Mama melahirkanku ke dunia. Club foot yang kuderita, membuatku begitu akrab dengan meja operasi, bahkan sejak usiaku masih hitungan minggu. Langkahku tak sama dengan mereka di sekelilingku. Berjalan tertatih pun menghadirkan kesakitan luar biasa pada tubuhku.

  • Dalam hati kecilku, aku sadar, cepat atau lambat, aku akan kehilangan sepasang kaki ini. Memaksakan mereka untuk bekerja, dengan kondisi yang jauh dari fungsi optimalnya, adalah sebuah ketidakadilan atas penciptaan mereka. Lebih baik aku bersabar dan beradaptasi. Aku masih bisa tetap hidup dan bebas bernapas hingga hari ini. Ini adalah anugerah yang lebih patut kusyukuri.

  • Bertemu dengan Lewis, ayahmu adalah sebuah sinar di tengah kegelapan. Cintanya membuat harapanku tak pernah surut. Bahwa aku tetaplah wanita seutuhnya, meskipun nasib berkata lain. Aku harus kehilangan kakiku satu persatu, demi menyelamatkan hidupku. Kaki buatan pun menghiasi hari-hariku sejak saat itu.

  • Namun, aku tahu ini bukan akhir segalanya. Aku bahkan memberanikan diri untuk memancarkan sinarku. Menjadi model pertama di Inggris dengan sepasang kaki teramputasi. Ini sebuah kebanggaan bagiku dan mungkin akan menginspirasi banyak orang yang senasib denganku. Aku ingin mereka tahu, harapan itu selalu ada. Kekuatan hati dan doa akan membawa kita mendekat kepada impian dan cita-cita.

  • Advertisement
  • Seperti apa yang selalu kuyakini, suatu saat aku pasti dapat melompat tinggi. Meraih bintang cemerlang di langit teratas. Dan, engkaulah bintang teristimewa itu, Nak.

  • Mengandung dan melahirkanmu sungguh perjuangan yang luar biasa. Rasa sakit yang kutahan berbulan-bulan, sebuah kondisi panggul bernama Symphysis Pubis Dysfunction (SPD). Kutahu nyeri ini adalah sebuah ujian, mempersiapkanku menjadi ibu yang tangguh untukmu, Henryku sayang.

  • Tuhan menjawab doaku, engkau lahir setelah 39 minggu menghuni rahim ini. Sehat dan cukup berat badan, tak kurang suatu apapun. Perjuanganku terbayar sudah. Merengkuhmu erat, mendengar napas lembutmu kala terlelap dalam pelukanku.

  • Satu lagi pria terhebat hadir dalam hidupku. Setelah Lewis, ayahmu, yang menjadi suami yang begitu fantastis. Mendampingi dan membantuku, menerimaku apa adanya. Dengannya, aku begitu yakin, memiliki anak adalah sesuatu yang layak untuk diperjuangkan.

  • Henry, ketahuilah bahwa cintaku padamu tidak akan pernah surut. Doaku kepadamu tidak akan pernah terlewatkan. Meskipun ada beberapa kata yang tak terucap, engkau akan selalu tahu. Ikatan yang kita miliki akan selalu abadi.

  • Yakinlah selalu, apa yang kaudambakan pastilah terwujud suatu saat nanti. Bermimpilah dan kejar mimpimu dengan keyakinan di dada. Semoga engkau pun kelak seberuntung Mama. Menemukan tambatan hati yang tulus mencintaimu dan menghadiahimu malaikat penuh keajaiban seperti dirimu.

  • Tulisan ini disadur dari artikel berjudul "Courage of the mother who had a baby boy after losing both her legs to a debilitating bone condition" yang dimuat di Daily Mail.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Lizzy, seorang ibu dengan keberanian luar biasa. Melahirkan meski tanpa sepasang kaki dan panggul yang sempurna

Bersyukur, berdoa, dan tetap berusaha, seterjal apapun jalan yang harus dilalui. Keteguhan hati wanita muda ini sungguh menjadi teladan bagi banyak wanita di seantero dunia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr