Hati-hati, virus Zika memiliki gejala mirip seperti alergi. Bagaimana membedakannya?

Gejala terinfeksi virus Zika tak selalu terlihat jelas. Sekilas, gejala-gejalanya mirip alergi biasa. Apakah perbedaannya?

2,479 views   |   9 shares
  • Ancaman penyakit yang tergolong baru, tersebar melalui gigitan nyamuk. Virus Zika, disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk ini juga dikenal menyebarkan virus demam dengue dan chikungunya.

  • Gejala Zika umumnya diawali dengan sakit kepala. Kemudian muncul ruam kemerahan pada kulit yang mirip dengan ruam alergi yang terasa gatal dan tidak nyaman di kulit. Penderita juga mengalami demam, mata merah, dan nyeri sendi. Gejala-gejala Zika ini tergolong ringan dan akan menghilang dalam hitungan hari.

  • Gejala-gejala Zika ini tak selalu jelas terlihat. Amesh Adalja, MD, dari Infectious Diseases Society of America, menyebutkan bahwa hanya 1 dari 5 penderita yang menunjukkan gejala-gejala yang jelas. Gejala ini dapat timbul mulai 3 hingga 14 hari setelah terinfeksi oleh gigitan nyamuk dan dapat menghilang maksimal dalam waktu 1 minggu.

  • Sekilas, nyaris tak berbeda dengan alergi biasa dan penyakit sejenis yang disebarkan nyamuk, seperti demam berdarah dengue dan chikungunya. Perbedaan terbesar Zika adalah virus ini dapat menular melalui hubungan seksual. Selain itu, virus Zika berdampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan janin pada ibu hamil. Kecacatan janin dapat terjadi akibat Zika, khususnya mikrosefali dan abnormalitas otak. Bahkan, Zika juga dikaitkan dengan Sindrom Guillain-Barré, sebuah kondisi autoimun dimana kekebalan tubuh menyerang sistem saraf dan menimbulkan kelumpuhan.

  • Anda berisiko terkena Zika saat berkunjung atau tinggal di negara yang menjadi lokasi penyebaran Zika. Daerah risiko tinggi di antaranya di area Kepulauan Pasifik, benua Amerika, dan sebelah barat Afrika. Centers of Disease Control and Prevention (CDC) secara berkala mengeluarkan daftar negara-negara seluruh dunia yang memiliki risiko infeksi dan penyebaran virus Zika, sebagai dasar dikeluarkannya travel warning.

  • Advertisement
  • Pemeriksaan virus Zika dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah karena virus Zika akan terkandung dalam darah penderita selama seminggu. Bagi wanita hamil, disarankan untuk melakukan uji virus Zika pada trimester pertama dan kedua kehamilan. Pemeriksaan dilakukan tanpa harus menunggu munculnya gejala, mengingat mayoritas penderita Zika tidak mengalami gejala-gejala secara lengkap. Pemeriksaan diutamakan bagi mereka yang tinggal atau berkunjung ke daerah rawan virus Zika, serta melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan. Mengingat virus ini menyebar melalui hubungan seksual, bagi pria yang terjangkit Zika, disarankan untuk menggunakan kondom kala berhubungan seksual dan tidak melakukan usaha memiliki anak selama 6 bulan. Virus Zika dapat bertahan di dalam air mani dan berbahaya jika menular kepada pasangan penderitanya.

  • Hingga kini, belum ada obat untuk Zika. Penanganan yang dilakukan masih sebatas meredakan gejala seperti memberi analgesik untuk mengurangi nyeri dan sakit kepala, serta melakukan usaha peningkatan daya tahan tubuh melalui cukup cairan dan istirahat total.

  • Anda dapat mencegah infeksi dan penularan virus Zika sejak dini. Hindari mengunjungi daerah endemik Zika. Lindungi keluarga dari gigitan nyamuk dengan proteksi diri dan menjaga kebersihan lingkungan. Perkuat daya tahan tubuh dengan gaya hidup sehat. Apabila gejala-gejala Zika terlihat, lakukan pemeriksaan darah segera dan batasi kontak penderita untuk menghindari penularan lebih lanjut. Di kemudian hari, mengingat bahaya yang dihadapi dari Zika, para ahli akan mengembangkan vaksin atau obat untuk menangkal virus ini, seperti halnya virus dengue yang telah ditemukan vaksin pencegahnya.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Hati-hati, virus Zika memiliki gejala mirip seperti alergi. Bagaimana membedakannya?

Gejala terinfeksi virus Zika tak selalu terlihat jelas. Sekilas, gejala-gejalanya mirip alergi biasa. Apakah perbedaannya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr