Menciptakan kondisi persaingan diantara anak-anak. Salahkah?

Persaingan dapat membantu anak-anak untuk mencapai kemajuan namun dapat juga menimbulkan pertentangan yang kurang sehat.

93 views   |   2 shares
  • Persaingan dapat membantu anak-anak untuk mencapai kemajuan namun dapat juga menimbulkan pertentangan yang kurang sehat. Sebagai orangtua Anda mungkin suka memancing persaingan di antara anak-anak Anda dengan berkata, "Hey, adik mendapat nilai tertinggi bagi matematiknya, masa kamu kalah." Persaingan ini sehat, namun bila sudah menjurus ke hal-hal lain mungkin menjadi kurang baik. Misalnya anak-anak Anda bersaing merebut kasih Anda. Padahal sebagai orangtua Anda tentu ingin bersikap tidak pilih kasih.

  • Ada orangtua yang menganggap persaingan adalah sesuatu yang buruk. Alasan mereka, tidak saja hal ini membebani anak-anak untuk menjadi yang terbaik, namun hal ini juga dapat mengakibatkan stres yang tidak perlu dan membuat anak-anak merasa kecewa jika mereka tidak mencapai tujuannya. Untuk mencegah kekecewaan seperti ini, orangtua menyatakan setiap orang sebagai pemenang atau sama sekali menghindari persaingan.

  • "Persaingan membantu anak-anak belajar bahwa bukan selalu yang terbaik atau terpandailah yang akan sukses, melainkan orang yang bekerja keras dan tekun." kata Timothy Gunn, Psy.D., seorang psikologis syaraf anak-anak. Lagi pula, lanjutnya, anak-anak yang ikut persaingan "memperoleh keterampilan sosial melalui pergaulan dengan anak-anak lain, selain belajar tentang manfaat kerja keras dan mengembangkan martabat dan kemampuan berdikari."

  • Manfaat lainnya: Anak-anak perlu belajar untuk bekerja sama. "Banyak permainan yang mengajar anak-anak untuk memecahkan persoalan dengan bekerja sama dan membantu mereka belajar keterampilan bekerja bagi kepentingan kelompok." kata Ronda Klosterman, seorang guru pendidikan jasmani di Sekolah Menengah St. Joseph di Long Beach, California, AS.

  • Kuncinya ialah memastikan suasananya mendukung persaingan yang membangun. Ini bukanlah sesuatu yang langsung dipahami oleh anak-anak atau dikomunikasikan dengan Anda, karena itu perhatikan bagaimana mereka menanggapi situasi persaingan.

  • Jika anak-anak Anda berperan serta dalam persaingan yang sehat mereka akan:

    • diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan itu lagi

    • dapat menang atau kalah dengan senang hati

    • belajar keterampilan baru dan ingin membuat diri mereka lebih baik

    • menikmati martabat yang lebih besar

  • Jika anak-anak Anda berperan serta dalam persaingan yang kurang sehat mereka akan:

    • menolak partisipasi dalam kegiatan itu

    • pura-pura sakit untuk menghindari kegiatan itu

    • berterus terang mereka tidak mau ikut kegiatan itu

    • menunjukkan depresi, rasa cemas, sulit tidur, tidak suka makan

  • Advertisement
  • Semua ini tanda-tanda yang menunjukkan perlunya pembahasan lebih lanjut. "Kebanyakan anak mengalami sedikit rasa cemas sebelum tes penting, namun mereka tidak semestinya mengalami kekhawatiran terus-menerus sehingga memengaruhi aspek lain dari kehidupan mereka." kata Dr. Gunn memperingatkan.

  • Bagaimana mendorong persaingan yang sehat?

  • Setiap orang sulit menerima kekalahan atau kemenangan yang nyaris dicapai, namun Anda memiliki kemampuan untuk membantu anak-anak berpikir secara positif tentang persaingan. Antara lain, hal itu membantu menggambarkan prestasi bukan hanya sebagai pemenang persaingan, tetapi sebagai penetapan sebuah tujuan untuk sesuatu yang mereka putuskan dan capai. Berusahalah untuk selalu bersama anak-anak Anda sewaktu mereka menghadapi tantangan dan teruslah menanamkan pesan bahwa tidak ada salahnya untuk kalah selama mereka berusaha sebaik mungkin dan belajar dari pengalaman itu, kata Dr. Gunn. Lanjutnya, "Saya percaya bahwa untuk mengembangkan persaingan sehat anak-anak harus belajar saingan yang paling berat adalah dirinya sendiri."

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Menciptakan kondisi persaingan diantara anak-anak. Salahkah?

Persaingan dapat membantu anak-anak untuk mencapai kemajuan namun dapat juga menimbulkan pertentangan yang kurang sehat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr