Anak mulai sulit dikendalikan? Ini cara menyiasatinya

Makin besar anak-anak Anda makin sulit rasanya untuk mendidiknya, tidak seperti ketika masih kecil mereka bersedia mendengarkan kata-kata orangtua.

1,175 views   |   8 shares
  • Makin besar anak-anak Anda makin sulit rasanya untuk mendidiknya, tidak seperti ketika masih kecil mereka bersedia mendengarkan kata-kata orangtua. Yang paling sulit mungkin adalah mendidik anak remaja. Cara berpikir mereka berbeda dari orang dewasa. Mereka lebih cenderung mengambil risiko, sering kurang tidur, salah mengerti, menyerah kepada desakan teman sebaya, dan kurang memiliki kendali diri. Untungnya dengan kemajuan teknologi di zaman ini, para pakar dapat menyelidiki apa yang ada di otak para remaja dan melihat lebih jelas cara bekerjanya. Apa yang sudah ditemukan para pakar itu? Bagaimana orangtua dapat memakai informasi ini untuk membantu remaja mengatasi tantangan pada usia mereka?

  • Remaja gemar mengambil risiko

  • Mengapa lebih banyak kecelakaan mobil yang dikendarai oleh remaja? Para pakar membuat permainan ini. Mereka memberi sejumlah chip seharga $50 secara cuma-cuma dalam sebuah kantong. Jika dalam kantong itu ada chip berwarna biru berarti uangnya bernilai ganda, tetapi jika berwarna merah, nilainya 0. Orang-orang tidak tahu mana kantong yang berisi chip biru dan mana yang berisi chip merah. Para peserta studi terdiri dari orang dewasa dan remaja. Para remaja segera memilih kantong yang mereka inginkan sementara orang dewasa memerlukan waktu lebih lama. Perilaku ini bukan berasal dari ketidaktahuan, cara berpikir yang kurang masuk akal, kepercayaan bahwa mereka hebat atau kalkulasi yang tidak benar, jadi dari mana semua itu berasal?

  • Menurut Profesor Sarah-Jayne Blakemore dalam studinya ditemukan bahwa selama usia remaja, bagian depan otak yang berkaitan dengan kemampuan mengatur diri, membuat keputusan secara sadar, daya ingat, penilaian dan kesadaran (antara lain) masih dalam taraf perkembangan. Karena itu remaja tidak memiliki kendali untuk mengambil risiko, bahkan jika mereka tahu bahwa ada risiko buruk dalam pilihan mereka. Orangtua dapat memanfaatkan studi ini untuk mendorong remaja mengambil kesempatan dalam lingkungan yang aman, sehingga mereka akan mampu mengambil tantangan yang lebih besar. Salah satu halangan terbesar untuk mengambil risiko ialah rasa takut akan kegagalan. Ini dapat diatasi dengan menyediakan lingkungan di mana remaja tahu bahwa kesalahan atau kegagalan tidak akan dikritik atau dihina.

  • Remaja selalu kurang tidur

  • Semasa remaja penyanyi Inggris yang terkenal, Adele, nyaris dikeluarkan dari sekolah karena selalu datang terlambat. Katanya, "Padahal aku tidak berbuat apa-apa. Aku tidak berhura-hura, aku cuma tidak bisa bangun pagi." Riset menunjukkan bahwa tidur cukup sangatlah penting untuk belajar. Murid-murid yang tidurnya cukup memperoleh nilai yang lebih baik.

  • Advertisement
  • Yayasan Tidur Nasional AS menyarankan bahwa remaja butuh tidur (8-10 jam) lebih banyak dari orang dewasa (7-9 jam). Kebanyakan orang dewasa mulai mengantuk antara jam 10 malam, karena meningkatnya hormon tidur, melatonin, pada jam-jam ini. Pada usia remaja rasa kantuk muncul lebih lambat, sehingga bila mereka harus bangun jam 8 pagi untuk ke sekolah, mereka tidak memiliki cukup waktu tidur. Orangtua sebaiknya memberi pengertian ini kepada anak-anak remajanya dan membantu mereka mengatur waktu tidur mereka supaya tidak kekurangan tidur.

  • Remaja mudah salah mengerti

  • Karena bagian otak depan mereka masih dalam masa perkembangan remaja bersandar lebih banyak kepada sistem limbik mereka (yang bekerja seperti reaksi insting) ketika mencoba memahami emosi orang lain. Dalam sebuah tes mereka disuruh memilih emosi apa yang terpapar pada sebuah gambar, apakah itu syok, takut atau marah. Semua orang dewasa memilih dengan benar, tetapi setengah dari remaja yang ada salah memilih emosi yang tergambar. Orangtua hendaknya memahami hal ini dan berusaha menjelaskan keadaan sehingga remaja tidak salah paham.

  • Remaja tidak memiliki kendali diri

  • Lagi-lagi karena otak depan mereka belum berkembang sepenuhnya, remaja tidak memiliki kendali diri. Jika mereka memikirkan sesuatu, mereka akan mengatakan atau melakukannya. Hal ini lebih terlihat dalam suasana yang penuh tekanan atau tegang (yang justru lebih membutuhkan kendali diri). Orangtua dapat mengajarkan agar remaja dapat lebih berkonsentrasi dan meningkatkan daya ingat pada saat-saat yang penuh tekanan. Salah satu caranya ialah mengurangi hal-hal yang mengganggu seperti ponsel dan sebagainya.

  • Ingatlah bahwa mendidik remaja itu sulit, namun menjadi remaja jauh lebih sulit lagi. Meskipun mereka bertanggungjawab untuk mengatur perilaku mereka, sebagai orangtua Anda dapat membantu memberi mereka pengertian tentang perubahan dan tantangan yang mereka hadapi. Orangtua dapat membimbing mereka untuk menguasai kemampuan ini dengan sebaik mungkin.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Anak mulai sulit dikendalikan? Ini cara menyiasatinya

Makin besar anak-anak Anda makin sulit rasanya untuk mendidiknya, tidak seperti ketika masih kecil mereka bersedia mendengarkan kata-kata orangtua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr