"Kelalaianku telah merenggut anakku dari sisiku": Pesan berharga untuk setiap orangtua

Seandainya ia mengingatkan sang putra sebelum melaju, mungkin cerita ini akan memiliki 'ending' berbeda.

3,676 views   |   11 shares
  • "Aku sayang Mama", masih terngiang di telinga, bisik lembutnya sambil mencium pipi saya di awal hari mengenaskan itu. Tak sampai satu hari berlalu, saya dihadapkan pada sebuah kenyataan pilu. Putra kesayangan saya telah tiada, untuk selama-lamanya. Ini adalah sebuah kisah yang menyayat hati, hingga detik ini. Ambilah hikmah dari apa yang saya hadapi, untuk keselamatan jiwa buah hati Anda di masa nanti.

  • Suatu hari di bulan Mei 2015, saya berkendara dengan Amar dan seorang keponakan yang sebaya dengannya. Memandangnya, tak terasa usianya kini sudah 12 tahun. Lelaki kecilku kini telah tumbuh semakin dewasa. Seperti biasa, kami berbincang dan tertawa sembari melalui perjalanan dalam Mitsubishi Outlander yang saya kendarai. Semuanya tampak seperti hari-hari normal yang membahagiakan, seperti biasanya. Hingga akhirnya seluruh dunia saya berubah kala melintasi Hollyhedge Road, West Bromwich.

  • Nadeem Hussain membuat hidup saya tak lagi sama. Lepas kendali dari taksi yang dikendarainya secara ugal-ugalan. Pria 35 tahun ini mengabaikan petunjuk untuk memberikan jalan. Dengan impulsif, ia menerobos begitu saja persimpangan dari arah Thursfield Road, tanpa mengurangi kecepatan apalagi berhenti.

  • Efeknya, luar biasa fatal. Tak ayal, taksi ini menabrak mobil saya dengan sekuat tenaga. Saya tidak mengira, tak hanya Nadeem Hussain yang teledor hari itu. Saya pun melakukan sebuah tindakan yang mengubah segalanya.

  • Saya lalai memeriksa dan mengingatkan Amar untuk memasang sabuk keselamatan. Mungkin, karena ia duduk di bangku penumpang bagian belakang, bukan di samping saya. Tanpa perlindungan sabuk keselamatan, benturan keras dari taksi membuat Amar terlontar dari tempat duduknya. Lontaran sangat keras, hingga membuatnya keluar dari mobil dan meregang nyawa. Ternyata, mobil kami terbalik dan menghantam sebuah pohon. Sungguh pemandangan mengerikan yang selalu terbayang setiap saya memejamkan mata.

  • Dua hari Amar berjuang, di bawah perawatan intensif di Rumah Sakit Anak Birmingham. Namun, Tuhan berkendak lain. Amar menemui pencipta-Nya akibat kecelakaan tragis ini. Sepupu Amar, bernasib sedikit lebih beruntung. Nyawanya masih terselamatkan, meskipun mengalami patah tulang di banyak titik dan salah satu kakinya menjadi lebih pendek dari ukuran normal.

  • Saya sendiri mengalami cidera cukup serius akibat kecelakaan ini. Benturan hebat di bagian kepala membuat otak saya tak berfungsi sebagaimana biasanya. Kini, pergerakan indera penglihatan saya pun terbatas dan saya tak lagi menjadi pribadi yang sama.

  • Advertisement
  • Hussain telah mendapatkan ganjarannya, dengan menghabiskan 6 tahun di balik jeruji. Namun, penyesalan saya tidak akan pernah lenyap. Rasa sesal yang kemudian menjadi pelecut saya untuk meneriakkan pesan kepada banyak orang tua di luar sana.

  • Patuhi rambu dan berkendaralah dengan hati-hati. Selalu pastikan sabuk keselamatan telah terpasang tepat pada seluruh penumpang, khususnya jika kita berkendara bersama anak-anak tercinta. Tindakan yang hanya memakan waktu tak sampai satu menit, yang akan membuat Anda tidak mengalami kepedihan seperti yang saya rasakan sekarang. Pihak berwajib pun menjadikan kisah saya ini sebagai bagian dari kampanye keselamatan berkendara, terutama bagi keluarga dan anak-anak sekolah. Sesuatu yang akan membuat Amar tersenyum bahagia di atas sana.

  • Hingga akhir hayatnya, Amar tetap menjadi anak yang menciptakan keajaiban. Tidak hanya bagi saya, namun juga kepada orang lain. Saya memutuskan untuk mendonorkan beberapa organ Amar untuk mereka yang membutuhkan. Setidaknya, ini adalah cara saya untuk memastikan, Amar masih tetap menyelamatkan jiwa orang lain, meskipun ia telah tiada.

  • Hidup-mati bukanlah keputusan yang saya ambil. Saya hanya dapat mencoba membagikan manfaat dan hikmah dari apa yang telah terjadi. You don't know what you've got, until it's gone.

  • Beristirahatlah dengan tenang, putraku sayang. Engkau akan selalu dikenang, kepergianmu adalah pengingat bahwa keselamatan bukanlah sebuah hal yang merepotkan. Nyawa dipertaruhkan di jalanan, bersiap sedialah selalu untuk kembali ke rumah tanpa kurang suatu apa.

  • Cerita ini disadur dari artikel "The harrowing moment a speeding taxi driver claimed the life of a 12-year-old boy: Grieving mother releases CCTV footage of the crash that killed her son" yang dimuat di Daily Mail UK.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

"Kelalaianku telah merenggut anakku dari sisiku": Pesan berharga untuk setiap orangtua

Seandainya ia mengingatkan sang putra sebelum melaju, mungkin cerita ini akan memiliki 'ending' berbeda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr