Margarin VS Mentega. Manakah yang paling baik untuk saya dan keluarga?

Kompetisi yang berlangsung lebih dari satu abad, mentega dan margarin, mana yang lebih baik untuk Anda?

275 views   |   1 shares
  • Sebagai olesan, pengganti minyak masak, maupun ditambahkan ke dalam kue, kompetisi antara margarin dan mentega tak terelakkan dalam kehidupan sehari-hari Anda. Apa saja perbedaan antara kedua bahan ini dan mana yang lebih baik? Simak fakta-faktanya berikut ini.

  • 1. Sejarah berbicara

  • Mentega lahir jauh lebih dulu daripada margarin. Referensi pertama yang menggambarkan proses pembuatan mentega ditemukan dari artefak berusia sekitar 4.500 tahun yang lalu. Namun, diyakini manusia telah mengenal mentega jauh sebelumnya. Kata butter diperkirakan lahir dari bahasa Yunani bou-tyron yang berarti keju yang terbuat dari sapi. Masyarakat kuno tidak hanya menggunakan mentega untuk memasak, namun juga sebagai kosmetik untuk merawat kulit dan rambut serta obat sakit mata. Bahkan, beberapa budaya kuno menggunakan mentega dalam ritual suci mereka, mengindikasikan betapa berharganya mentega di masa tersebut.

  • Sementara margarin atau oleomargarin, lahir pada tahun 1869 ciptaan seorang ahli kimia asal Perancis bernama Hippolyte Mège-Mouriès. Margarin pertama dibuat dari lemak sapi dan dilatarbelakangi keinginan untuk membuat penanding mentega dengan harga yang lebih murah. Masa Depresi dan Perang Dunia kedua adalah titik kejayaan margarin, ketika krisis membuat mentega semakin mahal dan langka. Akan tetapi, perseteruan mentega dan margarin telah terjadi sejak penciptaannya. Bahkan, di Amerika Serikat, pada tahun 1886, dikeluarkan hukum yang menambahkan pajak pada produk margarin dan melarang penjualan margarin berwarna kuning. Hukum ini akhirnya dicabut pada tahun 1950 dan hingga kini margarin dapat dijual sebagaimana keadaan aslinya.

  • 2. Alami vs terproses

  • Mentega (butter) terbuat dari susu sapi segar. Kini, selain susu sapi, ada beberapa produk mentega yang dibuat dari susu kambing, domba, kerbau, dan yak. Proses pembuatan mentega dilakukan dengan memisahkan bagian lemak dari fase cair pada susu. Kemudian bagian berlemak ini dikocok hingga membentuk mentega. Mentega ini ada yang ditambahkan garam, ada pula yang dibiarkan tanpa rasa.

  • Advertisement
  • Margarin, pada dasarnya terbuat dari minyak nabati, air, garam, dan pengemulsi. Ada pula margarin yang menggunakan susu sebagai bahan tambahan. Margarin dibuat melalui proses yang lebih rumit. Minyak nabati mengalami proses hidrogenisasi untuk mencapai bentuk yang lebih padat dan titik leleh lebih tinggi dari minyak nabati cair.

  • 3. Saturated fat vs Trans fat

  • Dilihat dari struktur kimianya, mentega mengandung banyak lemak jenuh, sementara margarin mengandung lemak tak jenuh. Lemak jenuh dipandang sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular, sedangkan lemak tak jenuh disebut juga lemak baik. Namun, tidak serta merta margarin mengalahkan mentega dalam satu ronde. Proses hidrogenasi yang dilalui dalam pembuatan margarin, menghasilkan trans fat yang jauh lebih berbahaya. Trans fat adalah penyebab utama pada penyakit kardiovaskular. Dewasa ini, banyak produk margarin mengurangi jumlah trans fat hingga nyaris tak ada. Namun, Anda tetap perlu berhati-hati karena meskipun dengan label no trans fat, proses pembuatan margarin juga melibatkan pengawet dan zat tambahan lain. Lagipula, ada produk yang menyatakan bebas trans fat, namun pada kenyataannya masih mengandung trans fat di dalamnya. Dr. Michael Rozen, MD., menganjurkan untuk memerhatikan label nutrisi pada kemasan produk. Untuk menghitung jumlah trans fat, carilah angka total lemak. Kemudian carilah selisih antara saturated fat dengan unsaturated fat (bentuk mono dan poli). Cara lain adalah dengan melihat bahan-bahan penyusun produk yang biasanya disebutkan secara berurutan dari kadar tertinggi hingga terendah. Jika minyak-minyak nabati yang kaya lemak tak jenuh disebutkan lebih dahulu, misalnya minyak zaitun atau canola, maka besar kemungkinan produk tersebut lebih sehat.

  • 4. Penggunaan dalam baking

  • Jika Anda gemar membuat kue, Anda tentu memikirkan mana yang lebih baik untuk digunakan? Margarin mengandung lebih banyak air daripada mentega. Kandungan air ini membuat adonan nantinya menjadi lebih keras, tak selembut jika menggunakan mentega yang pada dasarnya terbuat dari krim susu. Kini, ada alternatif margarin yang mengandung susu, sehingga kandungan lemaknya lebih tinggi dan lebih sedikit air. Anda dapat memilihnya sebagai alternatif lain mentega, walaupun pada akhirnya tetaplah mentega yang menjadi pilihan utama para ahli baking untuk menghasilkan kue berkualitas baik.

  • Advertisement
  • 5. Kandungan gizi

  • Mentega mengandung lebih banyak vitamin dan mineral daripada margarin. Sebut saja, vitamin A, D, E, dan K. Ditambah mineral selenium yang merupakan antioksidan kuat dan iodin yang bermanfaat bagi kelenjar tiroid.

  • 6. Rasa

  • Mentega memiliki rasa yang khas karena kandungan susu di dalamnya. Dalam produk jadi, mentega hanya memiliki dua macam rasa, asin yang ditambahkan garam dan tanpa rasa yang tidak mengandung garam. Sementara itu, margarin masa kini memiliki rasa buatan di dalamnya sebagai bahan tambahan. Salah satunya adalah rasa bawang putih untuk menambah sedap masakan Anda.

  • 7. Harga

  • Kemurnian mentega dengan proses alaminya, menjadikan harga mentega berada di atas margarin. Meskipun telah bermunculan seri margarin premium dengan produk yang dimiripkan dengan mentega, tetap saja mentega asli menyuguhkan sesuatu yang pantas dihargai lebih.

  • Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, Anda dapat memilih mentega dan margarin sesuai selera, kebutuhan, serta daya beli Anda. Kunci utama yang perlu Anda pegang adalah selalu selektif dalam memilih produk, memerhatikan label nutrisi serta kandungan gizi. Gunakan secukupnya sesuai takaran harian yang dianjurkan dan imbangi dengan menggunakan minyak nabati alami lain yang terbukti lebih sehat.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Margarin VS Mentega. Manakah yang paling baik untuk saya dan keluarga?

Kompetisi yang berlangsung lebih dari satu abad, mentega dan margarin, mana yang lebih baik untuk Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr