Tanpa banyak bicara, tunjukkan rasa percaya Anda kepada suami dengan 5 langkah ini

Lakukan ini dan biarkan dia tahu betapa Anda mempercayainya dalam setiap hal

2,553 views   |   22 shares
  • Kepercayaan adalah fondasi utama pernikahan. Tak ada cara lain untuk membangun kepercayaan selain memberikan kepercayaan tersebut kepada pasangan. Jika Anda merasa pernikahan Anda mulai goyah karena krisis kepercayaan, marilah coba tunjukkan rasa percaya kepada suami tercinta. Ikuti 5 cara ini yang mengungkapkan rasa percaya Anda tanpa perlu berkata-kata.

  • 1. Stop stalkingmedia sosialnya

  • Saat rasa tidak percaya begitu mengganggu Anda, biasanya hal pertama yang dilakukan adalah mencoba memeriksa ponsel dan media sosial suami. Anda ingin tahu, dengan siapa ia banyak berinteraksi di luar sana. Bagaimana citranya di dunia maya tentu membuat Anda penasaran. Atau Anda curiga, ia punya akun lain yang tidak Anda ketahui? Ketidakpercayaan Anda ini dapat dengan mudah membakar api cemburu dan mendatangkan sikap posesif. Alih-alih stalking, lebih baik Anda tunjukkan secara nyata kehadiran Anda dengan memberikan respons kepada postsnya. Komentar, like, atau turut membagikan (share) posts yang bersifat positif adalah beberapa di antaranya. Suami pun akan merasa Anda menghargainya dengan tulus, bukan mengintainya di jagad maya.

  • 2. Biarkan ia menikmati me-time

  • Seperti Anda, suami juga memerlukan waktu berkualitas untuk menyegarkan jiwa dan raga. Ia merasakan kepenatan serupa, lelah bekerja dan menjadi kepala keluarga. Di waktu senggang, berikan waktu khusus bagi dirinya melakukan hobi atau kegemarannya. Perbolehkan dirinya bersosialisasi dengan kawan-kawan akrabnya atau mungkin bergabung dengan komunitas untuk memperluas jejaringnya. Dengan komunikasi yang baik, Anda dapat bergantian untuk menikmati me-time, sehingga Anda berdua dapat tetap "waras" di antara kepadatan jadwal dan aktivitas.

  • 3. Beri kesempatan ia mengelola uangnya

  • Jujur saja, apakah Anda termasuk yang mengambil seluruh penghasilan suami lalu memberinya "jatah uang jajan" setiap bulannya? Atau justru ia harus selalu datang kepada Anda untuk mendapatkan uang karena Anda menahan seluruh isi dompetnya? Kedengarannya konyol ya, namun banyak pria ternyata mengalami hal ini. Mereka kucing-kucingan dengan istri tercinta, bahkan sekadar untuk membeli rokok atau jajan kudapan sore. Akan lebih bijak jika Anda dan suami menyepakati berapa sisa gaji yang ia simpan sendiri atau pengeluaran rutin bulanan yang wajib ia tanggung. Kebebasan finansial adalah harga diri seorang pria. Tetap berikan hak kebebasan finansial kepadanya tanpa Anda harus melepaskan kontrol pada anggaran keluarga.

  • Advertisement
  • 4. Membuka pikiran untuk daddy parenting

  • Sebagai kaum Hawa yang dianugerahi kemampuan multi tasking, kerapian, ketekunan, dan ketelitian lebih baik dari pria pada umumnya, keluhan demi keluhan kerap muncul saat Papa mendapat tugas menjaga dan mengasuh anak-anak. Entah kerapian rumah yang tidak menjadi lebih baik, metode yang tidak terstruktur rapi seperti Mama, penyelesaian tugas yang lebih lambat, sampai disiplin yang longgar karena banyak kompromi di luar kesepakatan. Ketimbang Anda membuat anak menjadi membandingkan Papa dan Mama, lebih baik Anda membiarkan suami mengerjakan tugasnya sebagai Papa. Dengan catatan, Anda sebelumnya telah berdiskusi dan sepakat untuk memilih gaya pengasuhan apa yang akan Anda jalani bersama. Peran Papa sama vitalnya dengan Mama dengan bagian tersendiri dan istimewa karena parenting adalah tugas dua orang yang saling melengkapi dan menguatkan satu sama lainnya.

  • 5. Berlaku sebagai istri, bukan ibunya

  • Sebuah kelakar berujar, suami sebenarnya adalah anak sulung dalam keluarga kecil Anda. Gurauan ini ternyata berdampak luas, banyak istri yang menganggap ini sebagai sesuatu yang benar adanya. Akhirnya, mereka terjebak dalam peran sebagai "ibu", bukan istri. Mengarahkan bahkan memerintah hampir semua aspek kehidupan suami. Anda melihat suami tampak seperti kurang inisiatif dan lambat bertindak? Introspeksi dahulu, mungkin selama ini Anda terlalu dominan di dalam rumah tangga dan memperlakukan suami sama seperti anak-anak yang Anda setir setiap harinya. Ia adalah pria dewasa yang mampu menjalankan amanahnya sebagai kepala keluarga. Dampingi dan dukung dirinya dengan menjalankan peran Anda sebaik mungkin, sembari siap menopang dirinya di kala ia merasa lelah dan terus menyemangatinya untuk berusaha sebaik mungkin.

  • Memberikan kepercayaan tidaklah bermakna sama dengan memberikan kebebasan seluas-luasnya tanpa terkendali. Tetaplah perlu ada pengawasan, tanggung jawab, dan tenggang rasa di antara Anda dengan suami tersayang. Kepercayaan sepatutnya diikuti dengan rasa hormat dan saling menghargai, dimana suami akan merasa bahwa ialah sosok yang diandalkan dan pantas untuk menjadi pemimpin keluarga Anda.

  • Advertisement
Bantu kami menyebarkan

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Tanpa banyak bicara, tunjukkan rasa percaya Anda kepada suami dengan 5 langkah ini

Lakukan ini dan biarkan dia tahu betapa Anda mempercayainya dalam setiap hal
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr