Gugup berbicara di depan umum? Mungkin Anda belum tahu cara-cara ini

Jika sudah menguasai triknya, tantangan yang satu ini bisa Anda lakukan tanpa rasa gugup

4,056 views   |   26 shares
  • Tidak semua orang terlahir dengan bakat pandai berbicara di depan umum. Bahkan, menurut Carmine Gallo dalam bukunya The Storyteller's Secret, dituliskan bahwa pencerita yang mampu menginspirasi tidak selalu berasal dari bakat. Kebanyakan justru; dibuat. Jadi, sebetulnya, kita semua bisa lho, menjadi pencerita yang mampu berbicara di depan umum.

  • Sayangnya kebanyakan dari kita merasa amat gugup dan yang terjadi kemudian adalah kehilangan semua bahan yang sudah dipersiapkan, ketika benar-benar harus berhadapan dengan khalayak ramai. Nervous, menurut Carmine Gallo, sebetulnya merupakan hal yang amat wajar, dan bahkan bisa dibilang; mereka yang tidak gugup sama sekali biasanya merupakan komunikator yang buruk.

  • Wah, mengapa? Sebab, biasanya mereka yang tidak mengalami gugup tersebut adalah orang-orang yang tak peduli dengan apa yang dikatakannya, tak peduli dengan pesan yang harus dibawakannya, dan bahkan tak peduli apakah ia harus meningkatkan kemampuannya atau tidak. Pembicara yang baik, bukanlah mereka yang tak pernah gugup.

  • Pencerita yang sukses adalah mereka yang mampu belajar mengatur rasa ketakutannya, dan bukan menyingkirkannya begitu saja. Caranya? Dengan melakukan reframing pada diri sendiri. Membangun rasa percaya pada kemampuan dirinya sendiri dan mengatakan pada diri sendiri bahwa dirinya mampu. Atau biasa disebut sebagai Self-Efficacy, oleh tokoh psikolog terkenal dari University of British of Columbia, Albert Bandura.

  • Yang disebut self-efficacy adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang terhadap kekuatan diri (percaya diri) dalam mengerjakan atau menjalankan suatu tugas tertentu. Mereka yang memiliki self-efficacy tinggi biasanya akan lebih mampu berbicara di hadapan publik sebab percaya bahwa dirinya mampu meraih tujuan dan tidak pernah berhenti mengambil langkah menuju tercapainya cita-cita tersebut.

  • Bagaimana cara membangun self-efficacy? Bisa dengan rutin setiap pagi saat bangun tidur berkata di depan cermin, menyatakan bahwa dirinya mampu berbicara di depan umum. Memercayai kemampuan dirinya sendiri, mengubah paradigma mengenai dirinya yang tak mampu memberi presentasi, dan seorang pembicara publik yang buruk menjadi kebalikannya.

  • Namun demikian, tak hanya self-efficacy yang penting untuk diingat saat akan berbicara di depan umum. Beberapa hal lain yang bisa menjadi tips dasar, adalah:

  • 1. Mulailah bercerita dari hal yang paling mendasar, yakni passion. Steve Jobs, pendiri Apple, pernah mengatakan, cara termudah untuk memulai cerita adalah menemukan hal-hal yang membuat hati bernyanyi. Hal yang terpikirkan pertama kali saat bangun tidur dan jelang tidur.

  • Advertisement
  • 2. Agar cerita menjadi singkat, mudah dimengerti, dan dapat membuat pendengar turut terbawa ke dalamnya, Peter Guber, CEO dari Mandalay Entertainment Group memberikan tipsnya; bangunlah cerita dalam tiga langkah:

    • Raih perhatian penonton dengan pertanyaan atau tantangan yang tak diduga. Tujuannya untuk mengatasi rasa gugup, karena hal ini biasanya merupakan inti masalah yang pada akhir cerita nanti akan kita atasi dengan sebuah solusi. Juga agar penonton masuk ke dalam emosi cerita kita.

    • Ceritakan pengalaman sarat emosi, perjuangan, intrik, drama, dan pada akhirnya menggiring penonton agar penasaran dengan solusi yang kita capai untuk mengatasi masalah tersebut.

    • Berikan solusi dengan kalimat ajakan agar penonton terbawa dan tertarik.

    • Seperti kata Aristoteles, tiga kunci melakukan persuasi:

    • Pathos (emosi-cerita), berikan porsi 65 persen

    • Logos (logika-analisis-data), berikan porsi 25 persen

    • Ethos (bukti-kredibilitas), berikan porsi 10 persen

    • Ceritakan dengan analogi; juga akan membantu kita merasa mampu untuk menjelaskan hal sesulit apa pun dan membuat penonton pun tidak mengerenyitkan dahi.

  • 5. Saat membuat skrip cerita atau presentasi, usahakan sesederhana mungkin, dan kerucutkan semuanya dalam tiga poin besar saja. Yang nantinya berkembang sendiri saat mulai bicara. Ini akan membuat kita tak terlalu lama bicara, penonton tidak bosan dan dalam waktu singkat telah mengerti maksudnya, juga tentunya gol bisa diraih.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Gugup berbicara di depan umum? Mungkin Anda belum tahu cara-cara ini

Jika sudah menguasai triknya, tantangan yang satu ini bisa Anda lakukan tanpa rasa gugup
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr