Kabar gembira! Ini dia tips diet antiribet untuk ibu pascamelahirkan

Menyusui bayi Anda adalah salah satu cara yang paling ampuh. Lalu..

814 views   |   4 shares
  • Satu hal yang paling ditakuti bagi wanita setelah melahirkan adalah bertambahnya berat badan. Semua wanita hamil mau tidak mau akan mengalami kenaikan berat badan. Suka tidak hal itu telah menjadi kodrat wanita yang hamil. Bahkan normalnya, berat ibu hamil harus bertambah 10 sampai 18 kg dari berat awal ibu sebelum hamil. Bagi sebagian wanita, kenaikan berat badan yang berlebihan bisa menjadi masalah serius. Tentu saja, langkah akhir yang harus ditempuh yaitu dengan melakukan diet setelah melahirkan nanti.

  • Saya mau sedikit berbagi pengalaman pribadi tentang diet pascamelahirkan. Hampir semua orang yang bertemu dengan saya, tidak akan menyangka bahwa saya adalah ibu dari dua orang anak. Alasannya, bentuk tubuh saya masih langsing tidak seperti ibu-ibu kebanyakan. Walaupun bagi saya, bentuk tubuh saya yang sekarang agak sedikit gemuk sih. Dahulu sebelum hamil anak pertama, berat badan saya 47 kg dan setelah melahirkan anak kedua berat badan saya 50 kg. Artinya ada kenaikan walaupun sedikit. Oh iya, perbedaan usia anak saya yang pertama dan kedua adalah 5 tahun.

  • Beberapa teman dan keluarga saya bertanya kok bisa bentuk tubuh kamu gitu-gitu aja, ya agak berisi sih tapi tidak gemuk. Apa sih rahasianya? Cara dietnya bagaimana?. Segelintir pertanyaan itu sering muncul ketika mereka baru bertemu dengan saya.

  • Ngomong-ngomong tentang berat badan saat hamil, ketika usia kehamilan memasuki bulan ke 9, berat badan yang awalnya hanya 47 (sebelum hamil ya) naik menjadi 59. Artinya, 9 bulan mengandung ada kenaikan 12 kg. Wow, bagi saya itu kenaikan yang drastis. Tetapi, demi kebaikan dan kesehatan bayi dalam kandungan saya tidak peduli lagi dengan berat badan yang semakin gemuk. Hal itu terjadi juga pada anak kedua. Kenaikan berat badan saya juga sekitar 12 kg.

  • Seminggu pasca melahirkan, ketika harus kontrol ke dokter, saya menimbang berat badan saya. Sempat kaget juga sih kok turunnya cuma 4 kg. Pikir saya, kan perutnya udah kosong, udah gak ada bayi lagi kok berat badan saya masih belum stabil. Tapi jika bertemu dengan teman-teman, katanya berat badanku saat itu tidak gemuk-gemuk amat sih. Namun bagi saya berat badan 55 agak berlebihan. Hal tersebut tidak lantas membuat saya harus diet ketat untuk menurunkan berat badan saya.

  • Sebenarnya dengan berat badan yang segitu, tidak menjadi masalah yang berarti bagi saya. Hanya saja, kenaikan berat badan membuat sebagian pakaian dan celana jin saya menjadi tidak muat lagi. Agak sedikit sebel sih. Ditambah lagi lemak di sekitar perut dan paha yang terlihat mengganggu. Akhirnya, saya memutuskan untuk sedikit berusaha melakukan diet. Dengan catatan, diet yang akan saya lakukan tidak akan menghambat asupan gizi yang diperlukan oleh anak-anak saya dan tidak akan membuat saya keletihan.

  • Advertisement
  • Berikut ini tips diet yang bisa saya bagikan kepada para ibu-ibu pasca melahirkan tanpa menguras banyak tenaga:

  • 1. Menyusui

  • Menyusui terbukti menurunkan berat badan saya. Loh bukannya jika menyusui harus makan yang lebih banyak untuk menghasilkan produksi ASI? Lalu, jika harus makan yang banyak artinya kan berat badan akan bertambah. Dietnya dari segi apa?

  • Masa kita mau mengorbankan kebutuhan bayi demi diet kita, tentu tidak bukan? Mengatur pola makan yang tepat menjadi salah satu cara diet tanpa harus mengorbankan pemberian ASI. Diet tidak selamanya harus mengurangi porsi makan atau tidak makan sama sekali. Kita bisa diet dengan mengubah porsi makan kita. Saya contohnya, porsi nasi saya kurangi bahkan sesekali asupan nasi saya ganti dengan karbohidrat lain misalnya roti atau kentang. Buah-buahan dan sayuran juga menjadi makanan wajib yang selalu saya konsumsi. Tidak lupa minum air putih yang cukup.

  • 2. Mengasuh bayi dan melakukan pekerjaan rumah sendiri

  • Ingin cepat langsing, cobalah untuk mengasuh bayi dan melakukan pekerjaan rumah sendiri. Alasannya, akan banyak aktivitas yang akan dikerjakan dan menguras tenaga. Misalnya, mencuci baju bayi, memandikan, mengajak bermain, membuatkan makanan atau susu, menyapu, mengepel. Semua aktivitas tersebut secara tidak langsung akan menguras banyak tenaga dan perlahan-lahan menurunkan berat badan kita.

  • 3. Olahraga ringan

  • Berenang, push up dan naik turun tangga menjadi olahraga atau kegiatan pilihan saya untuk menurunkan berat badan. Meskipun saya tidak mempunyai waktu yang banyak karena harus mengurus si kecil, setidaknya saya rutin berolahraga setiap hari walau cuma sebentar. Untuk berenang, saya melakukannya di akhir pekan saja.

  • Setelah 2 bulan menjalani semua itu, berat badan saya turun 5 kg dan kembali normal deh.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Kabar gembira! Ini dia tips diet antiribet untuk ibu pascamelahirkan

Menyusui bayi Anda adalah salah satu cara yang paling ampuh. Lalu..
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr