Apa pun yang terjadi jangan pernah tinggalkan 'kapal'-mu

Sebagai 'nahkoda' bahtera rumah tangga, jangan pernah biarkan masalah yang kita hadapi menjadi beban bagi anak dan istri

1,894 views   |   40 shares
  • Dalam kehidupan ini tidak banyak di antara kita mendapat pengalaman antara hidup dan mati, pengalaman berada di atas sebuah kapal yang hampir karam dihempas oleh ganasnya ombak lautan. Dalam situasi semacam ini hanya ada dua pilihan yang kita miliki, meninggalkan kapal tersebut beserta seluruh isinya atau memilih tetap bertahan dan menunggu hingga bala bantuan tiba untuk menyelamatkan kita.

  • Sewaktu memikirkan hal tersebut saya teringat sebuah sambutan dalam sebuah acara pernikahan, di mana orangtua salah satu mempelai memberikan wejangan mengenai kehidupan rumah tangga yang akan segera mereka masuki. Dalam sambutan tersebut beliau mengatakan "Apa pun yang terjadi jangan pernah tinggalkan kapalmu." Sebuah nasihat singkat tetapi memiliki arti yang begitu mendalam, nasihat tersebut merupakan sebuah himbauan untuk kedua mempelai agar selalu bersikap setia satu sama lain hingga maut memisahkan.

  • Kesetiaan kepada pasangan merupakan fondasi awal yang wajib ditegakkan bersama ketika seseorang memutuskan untuk menikah. Sayangnya, banyak orang justru menganggap remeh hal ini hingga mereka tidak menyadari bahwa kesetiaan kepada pasangan mampu menyelamatkan pernikahan ketika badai hidup datang menerpa.

  • Memang kadang kala kita bertindak pengecut saat masalah datang, bahkan kita malas berjuang karena sudah merasa cukup aman dengan hanya mengandalkan "sekoci-sekoci" yang ada dalam kehidupan ini. Namun, semua itu tidak cukup mampu menyelamatkan jika kita tidak memiliki inisiatif, tidak berani mengambil keputusan serta tindakan di saat-saat paling genting dalam kehidupan kita.

  • Ada banyak hal yang tidak bisa kita kuasai dalam waktu singkat, tetapi ketika segala sesuatu telah dipersiapkan dengan baik suatu hari nanti pasti akan sangat berguna. Berundinglah selalu dengan pasangan dalam setiap kesempatan, ajaklah dia untuk ikut terlibat dalam setiap proses penyelesaian masalah, jangan ragu untuk meminta nasihat darinya, sehingga apa yang terjadi nanti merupakan keputusan bersama.

  • Sebuah kisah inspiratif berikut datang dari seorang pengacara terkenal, Horatio G. Spafford (1873), diceritakan: Spafford adalah seorang pengacara kaya raya dan terkenal di Amerika, bersama istrinya dia memiliki empat puteri dan satu putera. Awal kedukaan datang menerpa ketika putera satu-satunya meninggal dunia akibat sakit. Tidak lama setelah itu terjadi musibah kebakaran hebat terjadi di tempat tinggalnya, membakar habis seluruh harta benda miliknya. Selang dua tahun dari musibah kebakaran tersebut, Spafford berencana memboyong keluarganya untuk berkunjung ke Inggris. Namun, karena urusan pekerjaan yang belum tuntas dia merelakan istri dan keempat puterinya untuk berangkat lebih dulu.

  • Advertisement
  • Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, sebuah berita duka lagi-lagi kembali menerpa kehidupan Spafford. Di tengah jalan kapal yang ditumpangi istri dan keempat putrinya mengalami kecelakaan dan tenggelam. Dalam musibah tersebut keempat putrinya tewas dan hanya istrinya yang selamat. Setibanya di Inggris istrinya mengirim telegram singkat kepada Spafford berisikan dua kalimat "Save Alone".

  • Dirundung duka yang amat mendalam Spafford menyusul istrinya. Di tengah laut di mana musibah tersebut terjadi ia mencurahkan isi hatinya dengan menuslis sebuah syair, "Meskipun ombak dahsyat bergelora menghantam hidupku, jiwaku tetap tenang karena aku percaya kepada Tuhan, sebab semua yang Ia firmankan pasti terjadi."

  • Kehidupan ini bagaikan mengarungi sebuah samudera luas, kita tidak pernah tahu bahaya apa yang akan menghadang kita di depan. Betapapun susah dan sulit hidup ini tetap harus dihadapi, sebagai nakhoda jangan pernah menyerah dan lari dari kenyataan, jangan pernah biarkan pasangan dan juga anak-anak mengatasi kesulitan demi kesulitan seorang diri.

Bantu kami menyebarkan

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Apa pun yang terjadi jangan pernah tinggalkan 'kapal'-mu

Sebagai 'nahkoda' bahtera rumah tangga, jangan pernah biarkan masalah yang kita hadapi menjadi beban bagi anak dan istri
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr