Sejauh mana Anda terlibat dalam keputusan memilih sekolah anak?

Memilih sekolah atau tempat pendidikan yang bagus dan tepat tidaklah mudah. Apa saja pertimbangannya?

220 views   |   1 shares
  • Memastikan anak Anda mendapatkan pendidikan yang terbaik melalui sekolah yang terbaik adalah hal yang diharapkan setiap orangtua. Sekolah adalah tempat anak menimba ilmu, mendapatkan pengajaran, memperoleh pendidikan. Sekolah adalah proses belajar. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan yaitu dengan belajar. Tempatnya ya di sekolah. Untuk itu, Anda (orang tua) harus dapat memastikan bahwa sekolah yang dipilih tepat untuk mewujudkan semua tujuan dan cita-cita sang anak.

  • Memilih sekolah atau tempat pendidikan yang bagus dan tepat tidaklah mudah. Ada banyak sekolah bergengsi dan berkualitas di Indonesia, namun belum tentu sekolah tersebut cocok dan sesuai kebutuhan anak Anda. Sebagai orangtua, Anda mungkin memiliki standar khusus mengenai pendidikan anak Anda.

  • Akhirnya banyak orangtua yang mengambil alih semua keputusan menyangkut sekolah anaknya. Misalnya di mana akan bersekolah, jurusan apa yang cocok, atau kuliah di universitas apa. Bahkan nantinya harus jadi seperti apa. Tak ada yang salah dengan hal tersebut, orangtua memang mempunyai hak untuk menentukan dan membuat keputusan. Tetapi, mau tidak mau, anak juga mempunyai hak untuk membuat keputusannya sendiri.

  • Sepertinya orangtua mempunyai batasan dalam membuat keputusan untuk memilih sekolah bagi anaknya. Pada kenyataannya, pasti akan ada pro dan kontra antara orangtua dan anak. Di satu sisi orangtua menginginkan anaknya bersekolah di sekolah A dengan berbagai alasan, tetapi di pihak anak ada pertentangan dengan pilihan orangtua tersebut. Lalu di mana titik temu yang terbaik?

  • "Ketika anak belum bisa menentukan dan memutuskan hal penting seperti memilih sekolah, sudah kewajiban kitalah untuk membantu mereka memilihkan tempat pendidikan yang terbaik untuk mereka. Misalnya ketika anak masuk TK dan SD, otomatis keputusan 100% ada di tangan kita. Karena anak-anak belum paham mengenai hal tersebut. Namun, ketika anak beranjak remaja (SMP, SMA dan KULIAH) dan sudah mampu menyatakan pendapatnya mengenai pendidikan seperti apa yang mereka inginkan, keputusan tidak bisa lagi 100% hak kita. Anak juga berhak membuat pilihan. Anak berhak menyatakan keinginannya. Jika kita yakin dengan pilihan anak, kita harus ikhlas mendukungnya. Intinya, kita tetap mengarahkan mereka agar pilihan mereka benar-benar tepat." (Isna, 45 tahun, Kediri)

  • "Baik untuk orangtua, belum tentu terbaik untuk anak bukan? Sekolah yang baik bagi orangtua, belum tentu merupakan sekolah yang tepat untuk anak. Untuk memilih sekolah anak, sebisa mungkin saya dan anak saya merundingkan bersama. Kami berdua saling mengemukakan pendapat, alasan seperti apa pendidikan yang cocok dengan kemampuan anak sendiri. Sebagai contoh anak saya sendiri, keinginan saya menyekolahkannya di sekolah pelayaran karena ambisi saya dia kelak harus meneruskan jejak suami saya sebagai pelaut. Tetapi, keinginan saya sangat bertentangan dengannya. Anak saya tidak berminat sedikit pun dengan dunia pelayaran karena cita-citanya ingin menjadi desain grafis atau arsitektur. Dia ingin bersekolah dan melanjutkan pendidikan sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Melalui sedikit perdebatan dan pertimbangan, akhirnya saya menyerahkan semua keputusan kepada anak saya. Memaksanya mengikuti ambisi saya, hanya akan mematahkan semangatnya untuk menjadi sukses." (Ribka, 51 tahun, Malang)

  • Advertisement
  • "Keputusan yang kami (orangtua) ambil, harus disetujui oleh anak-anak kami. Artinya keputusan memilih sekolah adalah keputusan bersama. Jika anak tidak nyaman dengan sekolah pilihan kami, yang ada anak menjadi tertekan dalam belajar, sehingga hasilnya juga tidak maksimal. Sebelum membuat keputusan, kami selalu menawarkan pada anak-anak kami untuk menyatakan pilihan mereka terlebih dahulu. Dengan demikian, mereka merasa bahwa kami tidak selalu memaksakan kehendak kami. Sejauh ini, keputusan kami selalu sejalan dengan mereka. Karena kami paham keinginan dan kemampuan mereka." (Yohanes, 39 tahun, Malang)

  • Masa depan anak ditentukan oleh kerja keras anak dan dukungan orangtua. Orangtua bertugas mengarahkan dan membimbing. Tetap yang menjalani sepenuhnya adalah anak.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Sejauh mana Anda terlibat dalam keputusan memilih sekolah anak?

Memilih sekolah atau tempat pendidikan yang bagus dan tepat tidaklah mudah. Apa saja pertimbangannya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr