Tanpa sadar, mungkin Anda seringkali melakukan 'Doctor Shopping'. Apa sih itu?

Orangtua perlu bersabar ketika menghadapi anak sakit, pengobatan yang diberikan oleh dokter anak sebaiknya dilakukan hingga tuntas untuk melihat perkembangannya.

187 views   |   1 shares
  • Mempertahankan kesehatan anak menjadi PR besar orangtua setiap hari. Untuk itu, orangtua harus memastikan kebutuhan anak akan kasih sayang, tempat tinggal yang layak dan makanan bergizi selalu terpenuhi. Namun, datangnya penyakit memang tidak bisa ditebak, tatkala anak jatuh sakit berbagai macam cara pasti akan dilakukan untuk mengupayakan kesembuhannya.

  • Saat anak sakit orangtua sebetulnya tidak perlu terlalu khawatir, sebab rasa khawatir yang berlebihan justru menempatkan anak dalam situasi berbahaya. Salah satu kebiasaan buruk orangtua yang perlu segera diubah saat menghadapi anak sakit adalah "Doctor Shopping". Doctor shopping merupakan usaha orangtua untuk mengupayakan kesembuhan anak dengan mengunjungi lebih dari satu dokter.

  • Mengapa Doctor Shopping berbahaya?

  • Sri Mulatsih, pakar kesehatan dari Universitas UGM, Republika, 17/02/2007, mengatakan, "Kebiasaan Doctor Shopping menurutnya lebih dilatarbelakangi oleh aspek psikologis para orangtua. Orangtua kerap kali merasa cemas ketika si anak tak kunjung sembuh padahal sudah dibawa berobat ke dokter. Padahal kenyataannya, orangtua tidak menyadari bahwa waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyembuhkan diri dari penyakit membutuhkan proses dan kadang memakan waktu hingga berhari-hari lamanya."

  • Contoh: Pada hari pertama anak sakit orangtua segera membawanya berobat ke dokter A, hanya saja pada hari kedua si anak tidak kunjung sembuh, lalu orangtua berinisiatif membawanya berobat ke dokter B. Masih belum puas dengan kondisi yang dialami si anak, maka orangtua pada hari ketiga membawanya berobat ke dokter C dan akhirnya menunjukkan hasil yang memuaskan.

  • Di sinilah letak kesalahan orangtua yang tidak disadari, yang terjadi sebenarnya adalah siklus penyakit yang sedang diderita si anak membutuhkan waktu selama 3 hari untuk proses penyembuhan. Sayangnya, orangtua terlanjur mensugesti dirinya bahwa dokter C yang terbaik, padahal yang terjadi hanyalah ketidaksabaran orangtua ingin segera melihat buah hatinya sehat seperti sedia kala.

  • Kapan waktunya ganti dokter anak?

  • Orangtua perlu bersabar ketika menghadapi anak sakit, pengobatan yang diberikan oleh dokter anak sebaiknya dilakukan hingga tuntas untuk melihat perkembangannya. Namun demikian, ada beberapa alasan bisa Anda pertimbangkan jika betul-betul ingin ganti dokter. Dilansir dari WebMD, berikut beberapa diantaranya:

  • Advertisement
  • 1. Komunikasi yang tidak berjalan baik

  • Orangtua dan dokter anak harus memiliki komunikasi yang baik, orangtua berhak memperoleh informasi yang benar berkaitan dengan penyakit yang diderita oleh anaknya. Dokter anak yang baik biasanya akan melakukan pemeriksaan secara detail, tetapi jika ternyata dokter buru-buru mendiagnosa sebaiknya Anda mencari dokter lain sebagai pembanding.

  • 2. Hilang kepercayaan terhadap dokter

  • Setiap dokter anak memiliki kebijakan mereka masing-masing berkaitan dengan pemberian obat kepada pasiennya. Namun, jika menemukan dokter anak Anda memberikan obat dengan dosis tinggi melampaui usia buah hati Anda, maka Anda bisa memutuskan hubungan dengan dokter tersebut dan segera mencari dokter yang baru.

  • 3. Layanan yang kurang memuaskan

  • Tempat yang nyaman dan layanan memuaskan merupakan bagian penting dalam upaya perawatan medis untuk buah hati Anda. Jangan segan untuk mencari faskes lain jika menjumpai tempat berobat yang Anda kunjungi tidak memiliki standar kebersihan yang memadai, ketersediaan obat-obatan minim dan etos kerja petugas medis serta karyawannya tidak profesional.

  • 4. Manajemen yang buruk

  • Antri karena banyaknya pasien yang berobat masih bisa dimaklumi, tetapi hal ini sebetulnya bisa dihindari jika faskes memiliki manajemen kelola yang baik. Selain itu, ribetnya birokrasi dan lambatnya layanan bisa menjadi pertimbangan Anda untuk menggantinya dengan yang baru.

  • Semua keputusan ada di tangan Anda. Namun, demi kesehatan anak sebaiknya jangan pernah coba-coba. Orangtua perlu memiliki keyakinan kuat dokter mana yang mampu memberikan layanan secara optimal. Bersabarlah, biarkan hingga pengobatan yang diberikan selesai dan menunjukkan hasil memuaskan.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Tanpa sadar, mungkin Anda seringkali melakukan 'Doctor Shopping'. Apa sih itu?

Orangtua perlu bersabar ketika menghadapi anak sakit, pengobatan yang diberikan oleh dokter anak sebaiknya dilakukan hingga tuntas untuk melihat perkembangannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr