Bagaimanakah cara mengolah dan menyimpan kaldu MPASI bayi dengan benar?

Bagaimana mengolah dan menyimpan kaldu yang benar?

6,931 views   |   26 shares
  • Menginjak usia 7 bulan, bayi Anda sudah boleh dikenalkan dengan sumber protein hewani seperti sapi ataupun ayam. Sedangkan ikan dapat diberikan ketika menginjak usia 9 bulan atau 1 tahun ke atas demi menghindari alergi. Namun, karena mereka tidak dapat mengonsumsi sumber protein ini secara langsung, Anda dapat memberikannya dalam bentuk kaldu. Daging sapi kaya akan zat besi yang sangat dibutuhkan oleh bayi Anda, lebih mudah dicerna tubuh dan rasanya lebih gurih jika sudah menjadi kaldu. Daging sapi juga mengandung lebih banyak lemak yang juga dibutuhkan bayi Anda dalam masa pertumbuhannya. Bayi, berbeda dengan kita orang dewasa membutuhkan lebih banyak lemak ketimbang serat. Ikan mengandung asam lemak omega 3 yang dibutuhkan bayi untuk perkembangan otaknya. Selain salmon, ternyata lele dan kakap putih juga mengandung omega 3 yang cukup banyak. Nah, jika bayi Anda menunjukkan reaksi alergi terhadap ikan laut, Anda dapat menggunakan ikan air tawar.

  • Cara mengolah kaldu untuk buah hati Anda

  • Kaldu ayam
  • Bahan :

  • Sediakan 500 gram daging ayam yang telah diiris kecil-kecil atau juga kaki ayam kampung. ~ 2 liter air. ~ 1 siung bawang putih yang telah digerus. ~ 2 batang daun seledri, kemudian buatlah menjadi simpul. ~ 1 buah wortel utuh dan bersihkan kulitnya. ~ 1 batang daun bawang, iris hingga halus. ~ 1 buah tomat dan iris semuanya hingga halus. ~ 2 lembar daun salam.

  • Cara membuat :

  • ~ Didihkan air terlebih dahulu. ~ Setelah air telah matang dan mendidih, masukkan bawang dan daging atau kaki ayam. ~ Selama merebus, gunakan dengan api kecil hingga air menjadi 3/4. ~ Setelah itu, masukkan bahan-bahan lainnya. ~ Tetaplah merebus bahan-bahan yang baru dimasukkan tadi sekitar 15-20 menit. ~ Kemudian angkat dan buang lemak yang mengambang di atas air. ~ Dinginkan sementara sampai panasnya berkurang. ~ Tuangkan air kaldu ke tempat penyaringan.

  • Jika Anda menggunakan daging ayam sebagai penyedap rasa sup kaldu tadi, maka sisa dagingnya bisa Anda olah untuk menu makanan lain.

  • Kaldu sapi
  • Advertisement
  • Bahan :

  • Siapkan 1 kg daging sapi has dalam, iga, atau tulang sapi. ~ 1 liter air. ~ 2 siung bawang putih yang telah digerus. ~ 2 siung bawang merah yang telah digerus. ~ 2 batang daun seledri, kemudian buatlah menjadi simpul. ~ 1 buah wortel utuh dan bersihkan kulitnya. ~ 1 batang daun bawang, iris hingga halus. ~ 1 buah tomat dan iris semuanya hingga halus. ~ 2 lembar daun salam. ~ 1 cm jahe yang telah digerus.

  • Cara membuat :

  • ~ Didihkan air terlebih dahulu. ~ Masukkan bawang putih, bawang merah, jahe, serta daging sapi. ~ Selama merebus, gunakan dengan api kecil hingga air menjadi 3/4. ~ Kemudian disusul dengan memasukkan bahan-bahan lainnya. ~ Tetaplah merebus bahan-bahan yang baru dimasukkan tadi sekitar 15-20 menit. ~ Angkat dan buang lemak yang mengambang di atas air. ~ Dinginkan sementara sampai panasnya berkurang. ~ Tuangkan air kaldu ke tempat penyaringan.

  • Jika Anda menggunakan daging sapi sebagai penyedap rasa sup kaldu tadi, maka sisa dagingnya bisa Anda olah untuk menu makanan lain.

  • Kaldu ikan
  • Bahan :

  • Siapkan 1 kg daging ikan. ~ 1 liter air. ~ 1 siung bawang putih yang telah digerus. ~ 1 siung bawang merah yang telah digerus. ~ 1/2 buah bawang bombai dan iris kasar. ~ 1 batang daun seledri, kemudian buatlah menjadi simpul. ~ 1 buah wortel utuh dan bersihkan kulitnya. ~ 1 batang daun bawang, iris hingga halus. ~ 1 buah tomat dan iris semuanya hingga halus. ~ 2 lembar daun salam. ~ 1 cm jahe yang telah digerus.

  • Cara membuat :

  • ~ Didihkan air terlebih dahulu. ~ Masukkan bawang putih, bawang merah, jahe, serta daging ikan. ~ Selama merebus, gunakan dengan api kecil hingga air menjadi 3/4. ~ Kemudian disusul dengan memasukkan bahan-bahan lainnya. ~ Tetaplah merebus bahan-bahan yang baru dimasukkan tadi sekitar 15-20 menit. ~ Angkat dan buang jika terdapat lemak yang mengambang di atas air. ~ Dinginkan sementara sampai panasnya berkurang. ~ Tuangkan air kaldu ke tempat penyaringan.

  • Cara penyimpanan kaldu

  • Bayi Anda pastilah tidak dapat menghabiskan kaldu yang telah Anda buat dalam 1 kali makan, oleh karena itu Anda perlu memerhatikan cara menyimpan kaldu yang benar. Caranya adalah:

    1. Masukkan kaldu ke dalam wadah yang ada penutupnya dengan takaran 1 kali makan, supaya kaldu tidak dipanaskan berulang-ulang dan alasan higienitasnya juga.

    2. Jika Anda tidak memiliki wadah khusus menyimpan kaldu, Anda dapat mencetak kaldu ke cetakan es yang telah dibersihkan. Tuang kaldu kedalam cetakan es, tutup dengan penutupnya atau dengan plastik. setelah beku, keluarkan dan pisahkan per 2 blok dan masukkan ke dalam plastik klip. Masukkan kembali ke dalam freezer. Tulisi tanggal pembuatannya. Anda tinggal mengeluarkan kantong klip tersebut dan panaskan blok kaldu beku tersebut.

  • Advertisement
  • Kaldu yang disimpan di dalam freezer dapat bertahan 1-3 bulan. Namun alangkah baiknya bila makanan bayi tidak disimpan lebih dari 1 bulan. Prinsip menghangatkan kaldu sama dengan prinsip menghangatkan ASIP beku. Turunkan kaldu beku ke chiller 24 jam sebelum digunakan, lalu dihangatkan dengan api kecil. Jadi jika Anda hendak menggunakan kaldu keesokan harinya, pindahkan kaldu beku ke kulkas bagian bawah hari ini. Jangan membekukan kembali kaldu yang telah dicairkan dan jangan merendam kantong berisi kaldu di dalam air karena ditakutkan plastik bocor sehingga air akan bercampur dengan kaldu Anda.

  • Nah, demikian ilmu dalam membuat dan mengolah serta menyimpan kaldu untuk Anda. Jangan lupa Bunda untuk memerhatikan reaksi alergi bayi Anda terhadap kaldu yang Anda berikan. Karena protein cenderung membuat bayi alergi. Jika bayi menunjukkan reaksi alergi, hentikan pemberian kaldu tersebut.

  • Disadur dari http://zonamama.com/panduan-menyimpan-mpasi-rumahan/

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Bagaimanakah cara mengolah dan menyimpan kaldu MPASI bayi dengan benar?

Bagaimana mengolah dan menyimpan kaldu yang benar?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr