Tahukah Anda? Obat-obatan diam-diam menggerogoti tubuh Anda secara perlahan

Tidak semua sakit harus minum obat, pun tidak semua obat bisa menyembuhkan penyakit. Bahkan justru jika dikonsumsi dalam jangka panjang, ternyata dampak obat berbahaya bagi kesehatan.

792 views   |   6 shares
  • Saat sakit, dan pergi memeriksakan diri ke dokter, sudah menjadi hal yang umum di mana dokter langsung meresepkan obat. Kita sendiri juga kerap langsung mencari obat yang dijual bebas, saat mengalami penyakit-penyakit yang dianggap ringan dan tidak perlu ke dokter.

  • Obat, memang biasanya dikonsumsi untuk membantu menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit. Tetapi ternyata, para ahli kini memperingatkan terlalu banyak obat yang dikonsumsi justru bisa menimbulkan risiko.

  • Mengonsumsi banyak obat, apalagi dalam jangka panjang, bisa menciptakan risiko medis tersendiri bagi orang tersebut dibandingkan dengan menyembuhkan. Untuk itu sebaiknya perhatikan obat mana saja yang menjadi prioritas untuk dikonsumsi setiap harinya.

  • "Semakin banyak obat yang dikonsumsi maka meningkatkan kesempatan terjadinya interaksi obat atau efek samping utama dan kemungkinan sesuatu yang buruk terjadi," ujar Sophia De Monte, juru bicara dari American Pharmacists Association. Hal ini juga diungkap tuntas dalam buku 90% Penyakit Bisa Sembuh yang ditulis oleh dokter Yutaka Okamoto dari Universitas Osaka.

  • Dalam buku ini diungkapkan bahwa Jepang sendiri merupakan salah satu negara dengan volume produksi obat terbesar di dunia. Saat ini, terdapat sekitar 15 ribu jenis obat di Jepang. Namun, menurut Yutaka, sebagian besar obat tersebut justru memiliki dampak negatif bagi tubuh.

  • Obat, semestinya hanya digunakan dalam dua kondisi, yakni apabila kita merasakan sakit yang tak tertahankan dan apabila khasiat obat tersebut diperlukan untuk menyelamatkan nyawa. Yutaka sendiri mengingatkan agar kita harus berupaya menghindari penggunaan obat-obatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, karena efek samping obat-obatan dapat melemahkan kemampuan penyembuhan diri sendiri.

  • Berdasarkan data yang diterbitkan oleh sebuah jurnal perkumpulan dokter Amerika, sebuah penelitian di Universitaas Toronto, Kanada, menunjukkan bahwa sepanjang tahun, Amerika bisa mengeluarkan tiga miliar resep obat. Sementara dua juta orang menjalani rawat inap akibat efek samping obat, dan seratus ribu orang meninggal karena penyebab yang sama.

  • Di sisi lain, biaya yang harus dikeluarkan untuk merawat penderita efek samping obat adalah 800 miliar dolar AS. Data tersebut sangat mengejutkan kalangan medis. Di antara seratus ribu orang yang meninggal tersebut, sebagian meninggal karena penyakit jantung, kanker dan stroke. Menggunakan obat secara terus menerus sama dengan melangkah lebih cepat menuju kematian.

  • Advertisement
  • "Saya tidak dapat memaafkan dokter yang memberikan obat terus-menerus hingga pasiennya meninggal," kata Yutaka. Efek samping obat sering membuat para lansia mengalami susah tidur, nyeri pinggang dan lutut hingga kehilangan nafsu makan, bahkan sesak nafas. Tetapi dokter justru meresposn hal itu dengan menambah obat lagi. Pasien lansia bahkan kadang diminta mengonsumsi 10 jenis obat. Padahal, mengonsumsi berbagai jenis obat berisiko mengakibatkan malnutrisi.

  • Lalu harus bagaimana?

  • Menurut Yutaka, cara berpikirnya harus lebih luas. Ingatlah, bahwa dalam satu penyakit bisa jadi memiliki lebih dari satu penyebab dan dipengaruhi oleh banyak faktor yang bisa berdampak memperparah keadaan. Nah, jika demikian, tentunya mustahil penanganan dengan satu cara akan berhasil.

  • Hal yang terpenting, menurut Yutaka, bukanlah mencari solusi manjur untuk mengatasi gejala-gejala yang dikeluhkan pasien. Melainkan; menemukan cara mengatasi penyebab timbulnya gejala-gejala tersebut. Kemudian berikan treatment bagi penyebabnya.

  • Beranikanlah diri untuk berhenti mengonsumsi obat. Cara termudahnya adalah dengan mengurangi penggunaan obat secara bertahap selama 4 minggu.

  • Cobalah mengakrabkan diri dengan dokter dan berbagi informasi secara jujur. Sebab sebagai pasien, Anda berhak mengetahui alasan dokter menetapkan sebuah diagnosis terhadap diri Anda.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Tahukah Anda? Obat-obatan diam-diam menggerogoti tubuh Anda secara perlahan

Tidak semua sakit harus minum obat, pun tidak semua obat bisa menyembuhkan penyakit. Bahkan justru jika dikonsumsi dalam jangka panjang, ternyata dampak obat berbahaya bagi kesehatan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr