Hindari hal-hal berikut selama kehamilan demi persalinan normal

Melahirkan dengan cara operasi adalah tindakan penyelamatan nyawa, saat darurat. Namun tahukah Anda bahwa 85 persen kehamilan sebetulnya normal dan tidak perlu dilakukan tindakan operasi?

2,751 views   |   7 shares
  • Proses melahirkan adalah sesuatu yang sangat alami, dan sebetulnya bisa dilakukan oleh semua wanita. Namun yang terjadi kini, operasi cesar menjadi tren karena banyak alasan, dan bukan hanya alasan medis yang darurat. Survei Nasional pada tahun 2013, 921.000 persalinan dilakukan dengan operasi cesar dari 4.039.000 persalinan atau sekitar 22,8% dari seluruh persalinan (Riset Kesehatan Dasar Kementrian Republik Indonesia 2013). Jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya.

  • Tak berbeda dengan Indonesia, C-sections juga menjadi epidemik di AS. 1 dari 3 wanita hamil memilih operasi, ketimbang melahirkan normal. Jika Anda membutuhkan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawa bayi, maka hal ini memang menjadi keajaiban tindakan medis. Sebab memang ada banyak kasus seperti bayi terlilit tali pusat, kasus pada anak kembar, maka operasi menjadi tindakan yang harus diambil untuk menurunkan risiko pada bayi.

  • Namun pernahkah Anda memerhatikan bahwa C-sections:

  • Adalah operasi besar yang menimbulkan rasa sakit dan kemungkinan terjadinya komplikasi, dan terjadi dalam kurun waktu beberapa minggu, saat Anda ingin menikmati waktu bersama bayi?

  • Meningkatkan risiko pendarahan dan infeksi?

  • Menyebabkan luka di saluran kencing dan luka dalam yang menyebabkan rasa sakit hingga komplikasi menahun?

  • Meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan di luar kandungan dan susah hamil di kemudian hari?

  • Meningkatkan kemungkinan bayi mengidap asma di kemudian hari?

  • Menunda keluarnya ASI dan menyebabkan kesulitan menyusui hingga banyak wanita akhirnya menyerah?

  • Membahayakan kesehatan di kehamilan selanjutnya, meningkatkan kemungkinan terjadinya lahir dengan berat badan rendah, dan prematur?

  • Maka, jika Anda memang benar-benar membutuhkan C-section, hal ini adalah keajaiban yang mampu menyelamatkan nyawa. Jika tidak, lebih baik dihindari.

  • Dan yang terjadi kini, kebanyakan kelahiran dengan operasi tidak dilakukan sebagai tindakan darurat medis. "C-section yang kami lakukan memang seharusnya untuk menyelamatkan nyawa ibu atau bayi. Namun standar dalam melakukannya kini sudah melejit turun, dan malpraktek banyak bermain di dalamnya." ujar Maureen Corry, M.P.H., direktur executive dari Childbirth Connection, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kelahiran bayi.

  • Sebuah studi yang dituliskan dalam New England Journal of Medicine bahkan mengungkap bahwa 85% dari seluruh kehamilan adalah normal dan berisiko rendah, serta tidak membutuhkan tindakan operasi. Bahkan, menurut Eugene Declercq, Ph.D., dari Boston University School of Public Health, meski telah dilakukan lebih dari sekali, operasi lebih berbahaya ketimbang kelahiran normal.

  • Advertisement
  • Maka, yang terpenting adalah Anda harus mengetahui benar, bahwa Anda dapat menghindari tindakan operasi dengan memilih dokter atau bidan yang mumpuni dan peduli!

  • Untuk melakukan VBAC (vaginal birth after caesarean), misalnya. Tahukah Anda, faktor terpenting kesuksesan dilakukannya hal tersebut justru bermuara dari seorang dokter?

  • Sebab, kebanyakan dokter menganggap bahwa VBAC dapat menyebabkan robeknya dinding Rahim. Padahal, New England Journal of Medicine telah mengumumkan penelitiannya; kasus tersebut hanya terjadi pada 1% kelahiran VBAC. Bahkan, John M. Thorp, Jr., M.D., seorang professor OB-GYN di University of North Carolina, mengatakan, tingkat kesuksesan VBAC sekitar 70 persen.

  • Selain VBAC, apakah Anda kini berusia di atas 40 tahun? Ya memang, dalam kasus ini, 40 persennya kemungkinan harus dioperasi. Namun tahukah Anda, bahwa Anda masih punya kesempatan untuk bergabung dengan 60% yang melahirkan dengan normal?

  • Jadi, apa yang dapat diketahui wanita untuk menghindari tindakan operasi?

  • 1. Berolahraga ringan namun rutin sepanjang kehamilan

  • Bumil yang tidak banyak bergerak, memiliki kemungkinan 4 kali lebih besar untuk operasi ketimbang mereka yang aktif berolahraga.

  • 2. Cari dokter atau bidan yang lebih jarang memilih tindakan operasi

  • Cari tahu dengan seksama mereka yang lebih sering membantu kelahiran normal atau VBAC. Ya, meski Anda baru pertama kali melahirkan, mereka yang memilih VBAC menunjukkan sikapnya untuk tidak terus-menerus mendahulukan operasi.

  • 3. Cari pembantu kelahiran yang mau memberikan banyak waktu

  • Temukan mereka yang memberikan batas waktu untuk Anda melahirkan normal dan tidak terburu-buru harus segera dilahirkan.

  • 4. Tanya padanya mengenai sikap jika bayi berada dalam posisi sungsang

  • Anda ingin mendengar pengalamannya untuk menunggu bayi berputar, dan selalu mencobanya sebelum terburu-buru memberi jadwal C-Section.

  • 5. Periksa kebijakan rumah sakit

  • Jika Anda ingin melakukan VBAC, pastikan RS mendukung hal itu.

  • 6. Temukan pendamping kelahiran (doula)

  • Doula menemani calon ibu untuk memberikan kenyamanan dan mengurangi rasa sakit, melalui teknik pernapasan, relaksasi, atau pijat. Doula juga membantu mengomunikasikan keinginan Anda kepada dokter, perawat, atau bidan. Namun, peran Doula tidak untuk menggeser peran suami atau pendamping persalinan Anda.

  • 7. Pastikan semua elemen untuk melahirkan mendukung proses normal

  • Advertisement
  • Seperti; mengatur posisi untuk menghadap kanan atau bergerak ketimbang terlentang, memenuhi semua kecukupan gizi untuk energi, menghindari terpapar benda elektronik untuk memantau janin terlalu sering, menghindari juga dilakukannya induksi untuk memancing kontraksi.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Hindari hal-hal berikut selama kehamilan demi persalinan normal

Melahirkan dengan cara operasi adalah tindakan penyelamatan nyawa, saat darurat. Namun tahukah Anda bahwa 85 persen kehamilan sebetulnya normal dan tidak perlu dilakukan tindakan operasi?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr