Eksis di media sosial. Apa untung ruginya?

Mem-posting sesuatu di akun sosial media sudah seperti keharusan dalam satu hari. Demikiankah Anda?

427 views   |   4 shares
  • Media sosial, pada dasarnya bertujuan untuk membantu seseorang berkomunikasi melintasi jarak dan ruang. Akan tetapi semakin bergesernya konsep gaya hidup saat ini, fungsi media sosial juga mengalami perubahan. Apa itu?

  • Tentu saja di zaman yang semuanya serba cepat ini, membuat kebanyakan orang menjadi gampang stres. Dari membantu menghubungkan dengan teman lama, keberadaan media sosial menjadi salah satu cara untuk mengurangi stres. Dengan bermain sosial media, Anda bisa menyalurkan bebagai aspirasi yang ingin Anda katakan kepada khalayak luas.

  • Bermain sosial media ternyata memiliki pengaruh terhadap psikologis manusia, baik itu pengaruh yang baik ataupun yang buruk.

  • Memberikan perasaan menyenangkan

  • Menurut penelitian, kecenderungan seseorang menceritakan tentang dirinya memengaruhi pelepasan senyawa kimia di otak yang memberikan perasaan menyenangkan, dalam pandangan psikologi sendiri dikenal sebagai Asertif; yaitu kita menyampaikan perasaan kita sehingga dapat menimbulkan perasaan lebih lega atau menyenangkan.

  • Memengaruhi mood seseorang

  • Menurut sebuah studi tahun 2014, emosi bisa menular di media sosial. Posting-an negatif atau positif biasanya juga akan memengaruhi pembacanya. Jika Anda kebetulan terjebak dalam posting-an negatif, segeralah beralih dengan mencari unggahan yang lucu dan menyenangkan. Sebuah studi menemukan bahwa melihat foto-foto anak anjing dan melihat video kucing yang lucu dapat meningkatkan suasana hati dan produktivitas seseorang.

  • Kebutuhan untuk didengarkan

  • Kebutuhan untuk didengarkan ternyata menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia, bahkan Dale Carnegie, seorang penulis Amerika, dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kebutuhan manusia untuk didengarkan setara dengan kebutuhan untuk makan, kesehatan, tempat tinggal dan seks.

  • Berpotensi menimbulkan sifat iri hati

  • Peneliti dari Jerman menemukan bahwa melihat keberhasilan teman melalui posting-an dapat memicu perasaan iri, menderita, dan kesepian. Mereka melakukan penelitian dengan mengamati 600 peserta yang menghabiskan waktu bermain media sosial, dan ditemukan bahwa satu dari tiga merasa tidak baik setelah itu. Sebuah studi dari University of British Columbia melaporkan hasil yang sama. Para peneliti mensurvei lebih dari 1.100 pengguna Facebook, dan menemukan bahwa dari semua memiliki reaksi berpotensi, iri hati.

  • Dapat menimbulkan rasa cemas

  • Sebuah studi menemukan bahwa tekanan terus-menerus tersedia di media sosial dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada remaja. Sebanyak 42 persen ibu mengatakan mereka mengalami stres karena bermain media sosial Pinterest, mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan gambar yang terbaik. Survei lain pada tahun yang sama mengungkapkan bahwa hampir 20 persen orang dewasa Amerika percaya Facebook adalah jaringan sosial dengan efek paling negatif bagi suasana hati mereka.

  • Advertisement
  • Kebutuhan untuk dikenal

  • Menurut pandangan psikologi salah satu alasan seseorang eksis di media sosial adalah karena kecenderungan ingin dikenal dan dilihat banyak orang. Tidak dipungkiri bahwa dengan terkenal maka orang secara psikologis akan merasa lebih bangga. Sayangnya kini, kebanyakan pengguna media sosial mengekspresikan dirinya secara berlebihan dan bertentangan dengan nilai moral yang dijunjung dalam masyarakat.

  • Memiliki masalah mental

  • Melansir Live Science, penelitian yang dilakukan oleh Holly Shakya dari University of California dan Nicholas Christakis dari University Yale menemukan orang yang kerap memberikan 'like' pada unggahan orang lain cenderung punya masalah mental.

  • Kedua peneliti tersebut menganalisis data sekitar 5.200 orang dengan usia 48 selama tiga periode. Dalam penelitiannya, ilmuwan menilai kesehatan mental, fisik, dan kepuasan hidup partisipan. Selain itu, penelitian menunjukkan mereka yang kerap mengunggah status di Facebook juga memiliki masalah yang sama, bila dibandingkan dengan yang jarang mengunggah.

  • Penelitian ini dianggap sebagai salah satu pendukung hipotesis terkait hubungan antara media sosial dan kesehatan mental. "Aktivitas media sosial dan komunikasi melalui jejaring sosial sebenarnya bermanfaat, namun terlalu banyak memungkinkan seseorang berada dalam masalah." kata Thomas Valente, profesor kedokteran preventif di Keck School of Medicine, University of Southern California, menanggapi penelitian ini.

  • Apa pun itu, baik atau buruknya suatu hal tentu harus tetap memerhatikan dampak jangka panjang. Sebab, hal yang sebetulnya penting untuk disorot dari eksistensi pada media sosial adalah isu keamanan. Terutama pada anak-anak dan remaja. Kasus pemerkosaan, penipuan, pembajakan yang dialami pengguna medsos marak terjadi belakangan ini.

  • Isu keamanan lainnya adalah minimnya pengetahuan pengguna medsos tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hanya butuh 30 menit membuat akun medsos, tetapi dibutuhkan tahapan yang tidak sebentar untuk mendidik penggunanya agar dapat menggunakannya dengan benar dan bijaksana.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Eksis di media sosial. Apa untung ruginya?

Mem-posting sesuatu di akun sosial media sudah seperti keharusan dalam satu hari. Demikiankah Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr