Sudahkah Anda pantang mengakses gadget selama menyetir?

Ada pekerjaan penting yang tak bisa diabaikan? Atau pesan darurat dari keluarga? Apapun itu, stop gunakan gadget saat sedang menyetir. Risikonya terlalu tinggi dan membahayakan.

117 views   |   1 shares
  • Di zaman serba cepat ini, sepertinya tak ada lagi dari kita yang pernah ketinggalan ponsel atau gawai lainnya, ya? Apalagi ditambah dengan kebutuhan akan eksistensi untuk selalu update dan mengabadikan momen-momen dengan kamera ponsel. Namun amankah selfie, live update, menelepon, berkirim pesan atau membalas surel saat sedang menyetir?

  • Dari situs safekids Indonesia menjelaskan bahwa menggunakan ponsel saat sedang menyetir, apa pun bentuk kegiatannya, dapat merusak konsentrasi Anda. Padahal, untuk menyetir dengan aman, membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan fokus yang baik. Apalagi di tengah jalanan kota besar yang padat dan berisiko menabrak.

  • Sebuah penelitian dihelat oleh University of Houston di Texas untuk membuktikan hal-hal apa saja yang membuyarkan konsentrasi pengemudi serta bagaimana cara mengatasinya. Experimen dilakukan terhadap 59 pengemudi dengan menggunakan simulator berkendara. Kepala peneliti, Ioannis Pavlidis, mengatakan gangguan konsentrasi pengemudi dipicu oleh 3 faktor, yaitu emosional murni, kognitif, serta fisik/sensorimotor. Masing-masing memberi dampak berbeda terhadap perilaku mengemudi.

  • Ioannis menjelaskan stres di jalanan yang berasal dari tekanan mental dan emosional justru akan membuat pandangan pengemudi fokus ke depan dan terkonsentrasi. Bahkan, trayek kemudi mereka menjadi lebih 'lurus' dibandingkan saat kondisi normal. Lebih lanjut, dia menyebutkan faktor stres emosional dan kognitif berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi, tapi bisa berbalik menjadi manfaat apabila dapat ditangani dengan baik.

  • "Sebaliknya, pengemudi yang tidak dapat mengatasi stres emosional dan kognitif bisa langsung mengalami kecelakaan, karena konsentrasi mereka terpecah. Hal ini biasanya terjadi saat pengemudi sekaligus melakukan aktivitas sensorimotor seperti bermain ponsel." Secara ilmiah, melakukan kegiatan seperti texting saat mengemudi membuyarkan mekanisme 'autopilot' pada seorang pengemudi. Sebab, konsentrasi mereka terbelah dengan kegiatan lain yang memaksa pandangan mereka teralihkan dari jalanan dan tangan mereka dari setir.

  • "Pengendalian kendaraan yang baik membutuhkan kedua tangan yang stabil pada setir. Gangguan seperti memegang ponsel akan memengaruhi stabilisasi dan membuat setir kemudi menjadi grogi atau tidak stabil," kata Despina Stavrinos dari University of Alabama.

  • Menurutnya, jika pandangan pengemudi tidak terkonsentrasi di jalanan, kemungkinan besar mereka akan salah mengambil sikap pada setir saat tiba-tiba muncul potensi kecelakaan di depan mata. Akibatnya, insiden kecelakaan pun tak bisa dihindari.

  • Advertisement
  • Terganggunya konsentrasi pengemudi, akibat penggunaan ponsel saat berkendara pun menempati urutan pertama dalam 5 faktor utama pemicu kecelakaan di Queensland, demikian data yang dirilis dari kepolisian setempat. Masyarakat perlu diberi pemahaman yang cukup mengenai bahaya menggunakan ponsel saat berkendara.

  • Russell White, Direktur Pengelolaan Keselamatan Pengemudi (Driver Safety) dari Queensland, melakukan kampanye bersama para remaja, dengan pesan; Matikan telepon begitu menghidupkan kendaraan. Sebab, statistik menunjukan 18 persen kecelakaan mobil parah yang terjadi di Queensland melibatkan pengendara remaja berusia 17 hingga 24 tahun. Dan lebih dari 50 persen pengemudi muda mengaku mengetik pesan di ponsel mereka sambil mengemudikan mobil.

  • Oleh karena itu menurut Russel White, perlu dilakukan pelatihan lebih banyak untuk mendidik anak-anak muda mengenai bahaya mengemudi jika perhatian kita teralihkan oleh kegiatan penggunaan ponsel. "Kasus teralihnya perhatian pengemudi (Distraction) jumlahnya menurut saya jauh lebih tinggi dari dugaan orang," katanya "Sepertinya saat ini kita sedang menghadapi situasi di mana sudah terjadi ketergantungan atau adiksi terhadap ponsel pintar."

  • Data setempat menunjukan para pengemudi 23 kali lebih besar berpeluang mengalami kecelakaan ketika mereka menulis atau membaca pesan sambil mengemudikan mobil, "Kecelakaan yang terjadi bisa sangat dahsyat, menulis atau membaca pesan di ponsel sambil mengemudi memberi dampak yang dramatis pada kemampuan kognitif Anda untuk memproses informasi, mencari situasi yang nyata dan mengatasi hal-hal dihadapan Anda dengan efektif," tegasnya.

  • Jadi, yuk, kita sama-sama berhenti sejenak dari gawai dan ponsel saat sedang menyetir. Risikonya terlalu tinggi, bahkan lebih tinggi daripada kehilangan pekerjaan. Jika memang terasa amat penting harus mengangkat telepon atau membalas pesan, sebaiknya segera pinggirkan kendaraan Anda, atau parkir saja di tempat yang memungkinkan.

  • Anda mungkin akan kehilangan waktu beberapa lama, namun, tentunya tak sebanding dengan nyawa Anda, bahkan penumpang yang Anda bawa. Apalagi jika saat itu Anda sedang bersama keluarga, dan anak-anak. Duh, jangan sampai ya..

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Sudahkah Anda pantang mengakses gadget selama menyetir?

Ada pekerjaan penting yang tak bisa diabaikan? Atau pesan darurat dari keluarga? Apapun itu, stop gunakan gadget saat sedang menyetir. Risikonya terlalu tinggi dan membahayakan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr