Cara Mengenali Kekuatan Wanita dalam Warisan Ibu

Keberhasilan peran ibu tidak bergantung pada garis akhir di mana seorang wanita berdiri dan berkata, “Saya sudah menguasainya. Lihatlah anak-anak sempurna saya dan karir sukses saya. Lihatlah kehidupan sempurna saya.”

918 views   |   shares
  • Ketika masih kuliah, saya diminta untuk membantu seorang tetangga membuat salad buah untuk acara barbekyu. Karena jadwal yang bertabrakan, kami sepakat untuk membeli bahan-bahannya sendiri-sendiri. Kemudian, kami akan bertemu sebelum acara untuk membuat salad buah.

  • Acara barbekyu tiba. Daging steak sudah matang dan orang-orang berkumpul. Saya menaburkan kacang kenari dan koktail buah di dalam mangkuk dan pelan-pelan mengocok krim dan marshmallows ketika teman saya bertanya, “Apa itu?”

  • “Ini salad buah.”

  • “Itu bukan salad buah,” katanya sambil menuangkan jus nanas ke dalam mangkuk berisi semangka, melon dan anggur. “Nah, ini salad buah.”

  • Merasa yakin bahwa resep saya lebih populer, saya menjelaskan kepadanya bahwa ini adalah apa yang mungkin tuan rumah bayangkan ketika dia meminta kita membuat salad buah. “Lagi pula, saya selalu membuat salad buah seperti ini.”

  • Kedua salad kami dibawa ke meja. Keduanya dinikmati semua orang. Saya kemudian tahu bahwa salad kami berdua tidak salah. Kami hanya bertindak berdasarkan pengaruh ibu kami.

  • Hal-hal kecil berdampak besar

  • Sementara banyak dari kita menganggap ibu kita adalah teladan luar biasa dalam berbagai cara, terkadang, hal-hal kecil yang paling berkesan. Dari cara kita menggoreng telur sampai cara kita merayakan hari libur, teladan ibu kita dapat ditemukan dalam diri kita masing-masing. Namun, memiliki pengaruh sebesar itu pada seseorang tampaknya agak menakutkan.

  • Sebagai seorang ibu, saya tidak yakin bahwa menghabiskan sepanjang hari meyakinkan putra saya untuk tidak menaruh permen jelly di dalam lubang hidungnya akan berdampak kekal baginya. Namun, saya menyadari bahwa pilihan dan teladan saya sehari-hari akan mempengaruhi cara anak-anak saya menilai diri mereka sendiri.

  • Psikolog anak terkenal, Bruno Bettelheim berkata, “Anda tidak dapat mengajar anak-anak untuk menjadi baik. Yang terbaik yang dapat Anda lakukan bagi anak Anda adalah untuk menjalani kehidupan yang baik. Apa yang orang tua ketahui dan yakini, akan menjadi sandaran bagi anaknya.”

  • Peran ibu bukanlah peran tunggal

  • Sebaliknya, itu adalah kumpulan dari banyak peran kita sepanjang hari. Kita menangani keuangan. Kita memfasilitasi tugas pembersihan dan pemeliharaan. Kita adalah seniman kuliner. Kita adalah motivator, teknisi perawatan kesehatan darurat, dan spesialis transportasi. Kita seringkali berperan ganda sebagai hakim dan juri. Tentu saja, itu karena kurangnya staf yang ada dan tidak berpihak. Kita adalah wasit, koordinator rekreasi, mediator, dan terkadang, penjaga kebun binatang.

  • Advertisement
  • Segala sesuatu ada waktunya

  • Masyarakat punya kebiasaan buruk mendikte wanita bahwa kita harus mampu melakukan segala sesuatu dan terlihat cantik melakukannya. Saya setuju – hanya, tidak pada waktu yang sama. Saya adalah seorang ibu, tetapi saya juga punya banyak gol pribadi. Namun, ketika saya tergoda untuk mencoba menjadi “ibu yang super” atau “warga teladan yang super,” saya merasa frustrasi. Ini adalah saat-saat ketika saya harus mengingatkan diri saya sendiri bahwa ada momen ideal untuk segala sesuatu. Sekarang, tujuan utama saya adalah untuk menjadi pengaruh yang positif dan suportif dalam kehidupan orang-orang yang saya kenal dan kasihi. Ya, itu memang tidak mewah dan penuh pengorbanan. Kapan hidup ini bisa tentang saya? Itu semua tergantung pada sudut pandang Anda.

  • Ini tentang perspektif

  • Jujur saja. Hari Ibu tentu pernah dikritik. Mengapa saya perlu satu “hari” yang hanya akan menarik perhatian pada kekurangan saya? Mengapa saya perlu diingatkan bahwa saya tidak sesuai dengan citra ibu yang ideal? Untuk menjawab pertanyaan itu, saya berpaling ke ibu saya sendiri. Dia adalah seorang wanita sibuk yang benci pekerjaan rumah tangga dan berbelanja bahan makanan. Dia pernah menyuruh putranya untuk memakai pakaian kotor sekali lagi karena dia belum sempat mencuci pakaian. Namun demikian, dia menghabiskan berjam-jam menghadiri pertandingan bola basket, lomba lari, konser paduan suara dan drama sekolah. Dia akan menghabiskan sepanjang malam membantu mengerjakan PR. Kemudian, dia akan begadang mengerjakan tugas kuliahnya.

  • Ini tentang kemajuan

  • Hadiah paling berharga dari ibu saya adalah mengenali kemajuan di tengah pengorbanan. Dia tidak menghidangkan makanan mewah karena dia membayar uang sekolah dan menabung untuk liburan keluarga. Dia tidak mencuci pakaian karena dia ingin anak-anaknya belajar merawat diri sendiri. Dia tidak suka pekerjaan rumah tangga karena – siapa sih yang suka? Sementara dia bukan “ibu sempurna” menurut standar masyarakat, dia adalah wanita yang kuat dan cerdas yang berfokus pada hal-hal yang penting.

  • Cara berpikir yang baru

  • Mulai hari ini, marilah kita lihat Hari Ibu dengan cara yang baru. Ini harusnya lebih dari hari untuk membeli tanaman hias, atau mengharapkan penghargaan dan sarapan di tempat tidur. Marilah kita mempertimbangkan untuk menggunakan hari ini sebagai awal baru bagi diri kita sendiri sebagai wanita. Luangkan waktu sejenak dan pikirkan tentang satu hal yang ingin Anda perbaiki tentang diri Anda sendiri, lingkungan sekitar Anda, atau cara Anda berinteraksi dengan orang lain. Pilihlah satu hal yang akan menjadikan hari ini lebih baik daripada kemarin. Sekarang, upayakan dengan sungguh-sungguh untuk mencapainya. Kemudian, minggu depan, bulan depan atau Hari Ibu yang akan datang – pilih gol lain.

  • Advertisement
  • Keberhasilan peran ibu tidak bergantung pada garis akhir di mana seorang wanita berdiri dan berkata, “Saya sudah menguasainya. Lihatlah anak-anak sempurna saya dan karir sukses saya. Lihatlah kehidupan sempurna saya.” Terkadang, keberhasilan terbesar terletak pada janji sederhana kepada diri sendiri untuk menjadi lebih baik hari ini daripada kemarin.

  • Pada Hari Ibu tahun ini, rayakanlah hal-hal yang telah Anda capai dalam berbagai peran Anda. Kemenangan pribadi itulah yang membangun warisan membanggakan yang kita sebut “peran keibuan.”

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Ways to recognize a woman's strength in a mother's legacy" karya J’Nel Wright.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

J'Nel earned a bachelor's degree in English and has over 20 years of writing/editing experience both in creative, educational, behavioral, and business fields.

Cara Mengenali Kekuatan Wanita dalam Warisan Ibu

Keberhasilan peran ibu tidak bergantung pada garis akhir di mana seorang wanita berdiri dan berkata, “Saya sudah menguasainya. Lihatlah anak-anak sempurna saya dan karir sukses saya. Lihatlah kehidupan sempurna saya.”
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr