7 cara Anda merusak hidup anak-anak Anda ketika Anda memutuskan untuk berselingkuh dari istri Anda

Bila Anda memutuskan untuk tidak setia kepada pasangan Anda, Anda juga memutuskan untuk merusak kehidupan anak-anak Anda.

9,043 views   |   135 shares
  • Hari ketika saya menggendong anak perempuan saya untuk pertama kali, ada perasaan tanggung jawab luar biasa (hampir tidak dapat dilukiskan) merasuk ke dalam jiwa saya. Matanya yang biru langit itu sedang memandang saya seolah sedang berkata, "Inilah aku, sekarang lindungilah aku" dan pada saat itu, hidup saya berubah selamanya.

  • Hari ketika kami memutuskan untuk memberi tindik di cuping telinga anak perempuan terkecil saya (kami juga melakukan untuk kakaknya pada waktu yang sama), dia menangis ketika cupingnya ditusuk. Saya ikut merasakan sakitnya, dan saya tidak dapat menahan diri untuk tidak berpikir bahwa dia lahir sempurna —- tanpa tindik di cupingnya —- dan bahwa saya, oleh karena mode, telah mengubahnya.

  • Anak-anak lahir seratus persen tidak berdaya namun memiliki jiwa yang sempurna. Mereka sepenuhnya bergantung pada belas kasihan kita. Setiap kali Anda membuat keputusan buruk, Anda sedang meninggalkan lubang di dalam hatinya, dan, apa pun yang Anda lakukan, tidak akan membuatnya kembali seperti semula. Jika Anda memutuskan untuk tidak setia kepada pasangan Anda, Anda juga memutuskan untuk merusak hidup anak-anak Anda.

  • Berikut adalah tujuh luka yang tidak akan sembuh dalam hidup anak Anda jika Anda selingkuh dari pasangan hidup Anda:

  • 1. Anak-anak mungkin akan memilih pasangan hidup yang tidak setia juga

  • Menurut Ana Nogales, seorang psikolog klinis, "55 persen anak-anak dari keluarga yang salah satu atau kedua orangtuanya tidak setia juga tidak setia dalam kehidupan dewasa mereka."

  • Anda adalah contoh terpenting mereka, dan menurut pikiran muda mereka, apa pun yang Anda lakukan adalah baik. Mengajar seseorang bahwa ketidaksetiaan adalah perilaku yang dapat diterima adalah sama seperti mengajar seorang anak usia 2 tahun untuk menyalahgunakan bahan-bahan seperti alkohol dan narkoba.

  • 2. Mereka belajar melakukan 'pengkhianatan' terbesar dalam pengalaman hidup seseorang

  • 'Pengkhianatan' teman, atau keluarga hampir tidak melukainya sama sekali dibandingkan dengan 'pengkhianatan' yang dilakukan orangtua. Adalah tidak wajar bagi anak-anak belajar bagaimana hidup dengan 'pengkhianatan' karena mereka tidak diciptakan dengan kemampuan untuk memahami 'pengkhianatan' orangtua.

  • Bagi anak-anak, 'pengkhianatan' dari salah satu orangtua mereka terasa seperti pengkhianatan terhadap seluruh keluarga dan impian masa depan mereka. Itu adalah sesuatu yang paling ditakuti dan ketidakpastian yang dapat dirasakan oleh makhluk hidup. Jika Anda telah 'mengkhianati' pasangan Anda (ibu atau ayah anak Anda), masih adakah yang lebih parah daripada itu untuk anak Anda?

  • Advertisement
  • 3. Mereka akan belajar menjadi panik tentang pengabaian

  • Anak-anak menyadari bahwa orangtua yang sedang dikhianati sebenarnya tidak berhak/pantas untuk diabaikan dan dikhianati (sebeb tak seorang pun pantas diperlakukan seperti itu).

  • Jadi, anak-anak orangtua yang tidak setia tumbuh dengan memiliki perasaan tidak aman dan berkembang memiliki ketakutan yang dalam tentang pengabaian. Peristiwa itu berdampak penting untuk masa depan mereka. Sebagai orang dewasa, anak-anak itu cenderung menolak siapa saja yang memperlihatkan cinta, sebab mereka takut akan kehilangan mereka akhirnya.

  • 4. Anak-anak belajar untuk tidak mempercayai (segala sesuatu dan siapa saja)

  • Menurut Huffington Post, 75 persen anak-anak orangtua yang tidak setia tumbuh menjadi orang yang tidak memiliki rasa percaya (misalnya, rasa tidak percaya mereka demikian besar sehingga mereka hampir tidak mungkin memiliki dan membina hubungan yang bertahan lama).

  • 5. Mereka tidak mempercayai adanya cinta

  • Delapan puluh persen anak-anak ini tidak percaya kepada cinta ketika dewasa. Ini berarti mereka tumbuh memiliki perilaku yang merusak bila berhubungan dengan asmara. Mereka merasa sangat sulit mempercayai bahwa mereka dapat memiliki keluarga yang saling mengasihi. Sebagian besar dari mereka memiliki hubungan yang pendek dan tidak serius, mereka panik membuat komitmen dan merongrong semua hubungan yang terjadi karena takut patah hati.

  • 6. Mereka akan berpihak

  • Ini terjadi dalam setiap perceraian. Anak-anak belajar memilih antara salah satu orangtua. Apa yang paling tidak dipahami oleh kebanyakan orangtua adalah bahwa kehadiran kedua orangtua dalam suatu hubungan adalah sangat penting untuk anak-anak mereka.

  • 7. Kerusakan yang terjadi bertahan selamanya

  • Kerusakan hasil ketidaksetiaan tidak dimulai dari sejak anak belajar tentang 'pengkhianatan' dan tidak berakhir dengan berpisahnya kedua orangtuanya. 'Pengkhianatan' ini akan mengubah seluruh dinamika keluarga Anda —- untuk selamanya. Kerusakan yang ditimbulkannya tak dapat diukur.

  • Jika Anda memiliki keluarga, pikirkan 100.000.000 kali sebelum berselingkuh. Ingatlah bahwa Anda sedang membandingkan sebuah petualangan sederhana dengan kasih tak bersyarat mereka yang mengasihi Anda lebih daripada Anda dapat bayangkan: Pasangan hidup dan anak-anak Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari judul asli "7 ways you destroy your children when you decide to be unfaithful to your wife" karya Mariel Reimann.

  • Advertisement
Baca, hidupkan, bagikan!

Mariel Reimann menjabat sebagai Content Manager Familias.com. Ia mengambil studi hukum di National University of Cordoba dan saat ini berdomisili di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

7 cara Anda merusak hidup anak-anak Anda ketika Anda memutuskan untuk berselingkuh dari istri Anda

Bila Anda memutuskan untuk tidak setia kepada pasangan Anda, Anda juga memutuskan untuk merusak kehidupan anak-anak Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr