Pentingnya kehadiran orang lain sebagai sumber motivasi

Kehilangan motivasi karena persaingan di dunia kerja, adalah hal wajar yang bisa saja terjadi pada setiap orang. Namun tahukah Anda, bahwa keberadaan orang lain di sekitar Anda itu amat penting untuk memberikan semangat berjuang lagi?

270 views   |   1 shares
  • Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap manusia adalah makhluk sosial. Kita tak akan bisa hidup sendiri. Meski kadang konflik, persaingan, kebencian, kemarahan dan berbagai permasalahan yang disebabkan emosi negatif menjadi tak terhindarkan. Wajar, sebetulnya. Dan tak perlu dijadikan kemarahan atau persaingan negatif.

  • Sebab, seperti yang dikemukakan oleh Norman Triplett, psikolog dari Universitas Indiana, berkompetisi atau tidak, kehadiran orang lain akan meningkatkan performa seseorang. Ya, hal itu adalah hasil penelitiannya pada era 1800-an, dan kini lebih sering dikenal sebagai fasilitasi sosial atau psikologi sosial.

  • Saat itu, ia mengumpulkan data dari dua ribu lebih pesepeda. Dan mengukur beberapa tindakan yang biasa dilakukan para pesepeda untuk latihan dan mengukur skor terbaiknya, yakni:

    1. Bersepeda sendirian

    2. Bersepeda dengan pesepeda lain dan berkompetisi

    3. Bersepeda melawan skor tertinggi dirinya sendiri tetapi dengan pesepeda lain yang memegang timer

  • Hasilnya, berkompetisi atau tidak, seseorang yang bersepeda dengan pesepeda lain, ternyata memacu kayuhannya hingga 20-30 detik per mil lebih cepat ketimbang sendirian. Artinya, berlatih bersama dapat meningkatkan performa. Ia pun melakukan beberapa tes lain setelahnya, dengan hasil yang tetap sama.

  • Namun, Profesor dari Stanford, Bob Zajonc, melakukan penelitian lanjutan. Ia menemukan bahwa tak semua orang meningkatkan performa saat berlatih bersama. Menurut penelitiannya, naik atau tidaknya performa saat ada kehadiran orang lain tergantung berat atau tidaknya tugas yang harus dilakukan.

  • Jika tugasnya mudah dan ia telah melakukannya berkali-kali sebelumnya, kehadiran orang lain akan meningkatkan performa. Namun sebaliknya, jika tugas tersebut baru pertama dilakukan, atau ia belum mahir, maka kehadiran orang lain justru membuat performanya turun. Misalnya saat baru belajar mengendarai mobil, dan harus parkir mundur lalu dinanti oleh orang lain. Anda akan semakin sulit melakukannya.

  • Menurut buku Social Facilitation and Inhibition in a Natural Setting, hal ini alami karena ada saatnya naluri kompetisi kita merasa tertantang dan siap beraksi. Sementara di sisi lain, kita merasa buruk, karena takut terlihat buruk. Karena itulah keberadaan orang lain, meski tak sedang berkompetisi dengan kita, sangat berpengaruh dengan motivasi seseorang.

  • Meskipun demikian, motivasi pun bisa timbul dari orang lain dengan cara yang berbeda, yakni "nyaris" menang. Jadi, saat kita merasa tertinggal sedikit saja dari lawan, maka hal itu akan menjadi pecutan yang bisa memotivasi kita untuk menang. Sementara jika tertinggal dengan skor yang terlalu jauh, maka kebanyakan orang justru akan berhenti sebagai upaya menyelamatkan muka dari rasa kalah.

  • Advertisement
  • Jadi, karena kita manusia, tidak perlu menepiskan fakta bahwa kita memang butuh keberadaan orang lain. Entah sebagai kawan, atau sebagai lawan. Persaingan adalah hal biasa yang memang harus dihadapi dan tidak perlu ditakuti, karena kita ternyata membutuhkan persaingan untuk membangkitkan motivasi dari dalam diri sendiri.

  • Kerja sama, bersaing, berteman, memiliki lawan adalah dinamika yang sebetulnya menyenangkan untuk menjadi pacuan hidup sehari-hari sebagai manusia. Kita tidak di desain Tuhan untuk bersaing atau saling membunuh untuk hidup, seperti hewan.

  • Justru keberadaan sesama manusia dalam kehidupan kita akan memacu semangat. Seperti yang diungkapkan Jonah Berger dalam bukunya Invisible Influence; adanya rekan, akan membuat kita mampu berkomitmen dengan yang sudah direncanakan. Contohnya, lebih sulit untuk bolos latihan jika teman-teman menunggu di gym, bukan?

  • Lakukan hal-hal yang kita targetkan, di depan orang lain, menurut Jonah. Itu saja sudah cukup untuk memberi motivasi. Namun demikin, ia menambahkan, ada dua tips dalam melakukannya:

    1. Hindari dulu membandingkan kemampuan diri dengan seseorang yang kemampuannya sudah terlalu jauh di atas kita. Mereka akan menjadi guru atau pemberi tips yang oke, namun bersaing dengannya akan membuat kita hilang harapan. Bersainglah dengan lawan yang sesuai dengan kemampuan kita, lalu naik perlahan.

    2. Hati-hati melibatkan kehadiran orang lain saat baru mulai belajar. Jika kita baru kali itu menembakkan bola basket ke keranjang, keberadaan orang lain bisa saja menjadi semangat, namun lebih mungkin menimbulkan kecemasan. Pelan-pelan belajar dahulu.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pentingnya kehadiran orang lain sebagai sumber motivasi

Kehilangan motivasi karena persaingan di dunia kerja, adalah hal wajar yang bisa saja terjadi pada setiap orang. Namun tahukah Anda, bahwa keberadaan orang lain di sekitar Anda itu amat penting untuk memberikan semangat berjuang lagi?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr