Saudara ipar tidak membuat saya nyaman. Apa yang harus saya lakukan?

Ini kata mereka, tentang kehidupan berumah tangga dan hubungan dengan ipar.

1,578 views   |   10 shares
  • Menjalin hubungan dengan saudara ipar juga sama sulitnya seperti menjalin hubungan dengan mertua. Kadang kita bisa saja beruntung dan langsung cocok dengan kepribadian ipar, tetapi tidak jarang juga seseorang kurang dapat saling memahami dengan iparnya.

  • Perbedaan sifat, kebiasaan hingga hal-hal mendasar maupun tidak, seringkali dapat memicu ketegangan yang berujung pada permusuhan dalam keluarga. Nah untuk menghindari hal tersebut, intip beberapa tips dari teman- teman kita berikut ini :

  • "Saya memiliki kakak ipar yang pelitnya bukan main. Kebetulan kami tinggal bersama di rumah mertua saya. Misalnya saja nih, saat saya kehabisan sabun pencuci muka dan menggunakan sedikit miliknya yang ada di kamar mandi bersama, atau menyicip sedikit saja camilan yang ada di atas meja, pastinya ia akan langsung marah-marah saat mengetahuinya. Ya, mau gimana lagi jika karakter mereka sudah seperti itu. Setelah beberapa kejadian seperti itu, saya lebih berhati-hati dan meminta izin terlebih dahulu sebelum menyetuh miliknya. Jika dikasih ya syukur, jika tidak ya tidak apa-apa. Yang penting saya dapat menjaga perasaan demi keharmonisan hubungan saya dengan si ipar." Shinta, 26 Tahun, Pegawai, Jakarta.

  • "Yang paling tidak nyaman itu, ketika ipar saya meminjam uang dan dia tidak kunjung membayar utangnya. Rasanya serba salah. Mau menangih kok tidak enak, tetapi dibiarkan pun dia tidak ada itikad mengembalikan. Padahal saya membutuhkan uang tersebut. Ya, paling sih saya mencoba berbicara dari hati ke hati. Sebelum menangih saya meminta maaf dulu dan menjelaskan kondisi keuangan yang sedang saya alami, sebelum akhirnya mengingatkan tentang utangnya tersebut. Jika misalnya dia juga sekarat atau tidak bisa membayar, ya mau bagaimana lagi. Saya tidak akan memaksa, karena takut dapat merusak hubungan kami dan menjadikan saya terkesan sebagai anggota keluarga yang tidak pengertian." Joana, 31 Tahun, IRT, Jakarta.

  • "Jika ipar saya menyebalkan atau tidak sepaham dengan saya, ya saya akan tetap baik padanya. Bagaimana pun juga dia sudah menjadi bagian keluarga saya. Saya akan terus berusaha untuk menjalin kedekatan di antara kami. Karena saya menyadari bahwa kelak saya akan membutuhkan keberadaan mereka. Karenanya, jangan sampai saya dan ipar saya tidak memiliki hubungan yang baik, yang dapat menjauhkan anak-anak dari om dan tantenya, serta sepupu-sepupu mereka." Lidia, 35 Tahun, Pegawai.

  • "Jika ipar saya sudah membuat saya sangat tidak nyaman dan sikapnya sudah kelewatan, misalnya mencampuri pernikahan saya, maka saya akan memilih untuk menjaga jarak. Apalagi sifat tidak cocoknya tersebut diikuti dengan kebiasaan meminjam atau meminta uang dan sebagainya. Bukannya membenci dia atau memulai permusuhan, tetapi lebih baik saya menghindar darinya dari pada menimbulkan masalah. Sesekali meminta bantuan tidak apa-apa, tetapi jika terus-terusan dan justru memberatkan keluarga saya maka saatnya untuk mulai bersikap. Bagaimanapun juga setelah menikah kita sudah memiliki kehidupan masing-masing yang harus diurus sendiri-sendiri. Tidak seharusnya saya terlalu ikut campur dalam kehidupan pernikahan saudara ipar dan begitupun mereka." Kiki Frederika, 28 Tahun, Pegawai Swasta, Balikpapan.

  • Advertisement
  • "Saat merasa tidak cocok dengan saudara ipar, maka saya akan mencoba berkomunikasi terlebih dahulu dengan pasangan. Ini saya lakukan untuk mengenal lebih dalam karakter ipar saya, lewat orang terdekatnya (saudaranya) agar lebih mengerti kenapa saudara ipar saya memiliki sifat seperti itu. Mengomunikasikannya dengan pasangan juga membantu saya untuk 'terlindungi' saat ada hal-hal yang tidak diinginkan dan menjadikannya sebagai penengah. Seringkali saya juga 'berlindung' di balik pasangan, saat ingin menolak permintaan saudara ipar tanpa harus menyampaikannya secara langsung. Daripada saling tidak enak kan?" Ayu, 33 Tahun, IRT, Jakarta.

Bantu kami menyebarkan

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Saudara ipar tidak membuat saya nyaman. Apa yang harus saya lakukan?

Ini kata mereka, tentang kehidupan berumah tangga dan hubungan dengan ipar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr