Orang Pagi? Orang Malam? Bagaimana Menyelaraskan Pola Tidur Anda dalam Pernikahan Anda

Bangun pagi atau tidur larut bukan merupakan sifat alami seseorang, tetapi sesuatu yang terjadi karena kebiasaan yang dipelajari. Jadi, semuanya dapat diubah dengan komitmen. Dalam suatu pernikahan masalah ini dapat diselesaikan dengan komunikasi.

1,049 views   |   shares
  • Adegannya terlihat seperti biasa. Alarm berbunyi, setelah mematikannya, saya bergulir dan mendekap dada suami. “Selamat pagi sayang,” kata saya, sambil mengusap mata dan tersenyum. “Bagaimana tidur semalam?”

  • “Apaan siiiih,” gerutunya.

  • Ya, saya adalah orang pagi, dan suami saya orang malam. Ini adalah salah satu konflik terbesar kami di awal bulan pernikahan kami sebab kami sepertinya tidak ceria dan siaga pada waktu yang sama. Setelah banyak berbincang (tidak terkira banyaknya coba-coba dan gagal) dan usulan, akhirnya masalah ini bukan masalah lagi. Berikut adalah beberapa ide yang kami pelajari selama kami berusaha mencari jalan keluarnya.

  • Akui bahwa Anda bermasalah

  • Ya, memang, kedengarannya seperti rencana untuk mengatasi kecanduan. Mengakui secara jujur bahwa Anda adalah orang pagi atau orang malam adalah langkah pertama yang akan memperlancar perbincangan itu. Terlalu banyak pasangan tidak mengurusnya meskipun mereka tidak puas. Mengajak pasangan Anda membantu Anda dengan permasalahan yang Anda hadapi, meskipun masalah itu menyangkut dirinya, sebenarnya membantu kedua belah pihak merasa seperti dalam satu regu. Hanya saja bicarakan dengan keinginan tulus untuk membantu pasangan Anda sehingga hasilnya Anda berdua makin saling mengasihi.

  • Bahaslah dan sesuaikanlah harapan Anda

  • Kemungkinan besar harapan Anda sangat berbeda dari haparan pasangan Anda. Misalnya, saya berharap suami saya bangun bersamaan dengan saya dan menemani saya selama saya mempersiapkan sarapan. Sebaliknya, dia berharap agar saya membangunkannya ketika sarapan sudah siap sebab dia masih terlalu mengantuk untuk bisa membantu. Setelah membahasnya, kami mulai sadar kami berdua akan bahagia meskipun jika dia melanjutkan tidur di sofa dan saya berceloteh bersamanya sementara menunggu roti bakar.

  • Mungkin pasangan Anda akan lebih bahagia jika Anda tidak berbicara begitu dia bangun. Mungkin Anda akan menghargai jika pasangan Anda membantu anak balita Anda berpakaian untuk ke sekolah. Keinginan ini sering menjadi harapan, bila harapan itu gagal dicapai, dan kita marah. Dengan membahas apa yang Anda harapkan di pagi hari, Anda dan pasangan Anda akan lebih menyadari bagaimana Anda dapat membuat diri Anda masing-masing lebih berbahagia. Bersiaplah menjalankan apa yang sudah Anda pelajari.

  • Cobalah membahas rintangan terbesar

  • Apa rintangan terbesar bagi pasangan Anda untuk bangun dari tidur? Tanyalah, dan lakukan sesuatu untuk itu. Suami saya, misalnya, akan merasa lebih ingin bangun jika temperatur di seluruh rumah sama hangatnya seperti ranjangnya. Sementara tidak praktis untuk membuat temperatur seluruh rumah pada 30 derajat C, saya menyalakan penghangat di kamar sewaktu saya bangun di musim dingin. Dengan demikian, bangun pagi tidak terlalu menyiksa buatnya dan saya tahu bahwa saya telah melakukan sesuatu untuk membantu.

  • Advertisement
  • Sebaliknya, mungkin makan malam yang agak terlambat akan membantu orang pagi tetap bangun sesudah pukul 10 malam. Anda harus memutuskan bersama apakah bangun pagi atau bergadang sampai larut malam, tetapi baik bangun pagi maupun bergadang, lakukan percobaan dengan cara yang membantu pasangan Anda mengatasi masalahnya. Proyek yang memakan pikiran, kopi, atau makan sesaat sebelum tidur akan mengganggu tidur Anda, dan tidak seorang pun mau bangun dari tidurnya kalau kurang istirahat.

  • Pertimbangkanlah keadaan Anda

  • Baru-baru ini, saya mendorong suami saya memikirkan untuk bekerja di rumah. Tidak hanya dia dapat menetapkan sendiri targetnya, tetapi dia juga dapat bangun kapan saja dia mau. Lagi pula saya tidak perduli bagaimana dia menghidupi keluarga kami, sejauh dia melakukannya dan menikmatinya. Dengan konteks yang berubah, hal yang sebelumnya merupakan ketegangan tiba-tiba dinetralisasi atau bahkan menjadi sumber kekuatan. Misalnya, begitu kami punya anak, kecenderungan bergadangnya menjadi tandingan sempurna untuk energi pagi saya. Saya akan lebih bahagia bangun pagi dengan anak-anak sementara dia tidur, dan dia dapat menidurkan mereka sementara saya menutup hari itu! Moral kisah ini? Carilah cara agar perbedaan pasangan Anda dapat membuat hidup Anda makin baik. Anda mungkin merasa bersyukur sebaliknya dari terganggu.

  • Tidak masalah bagaimana Anda akan memperbaiki rutinitas pagi Anda, ingatlah, kedua pasangan butuh melatih kelembutan. Siapa yang ingin memulai harinya dengan perasaan terganggu oleh orang yang Anda pilih untuk menemani Anda seumur hidup? Ketika suami saya dan saya membahasnya, pembahasan itu dilakukan dengan kasih dan keterbukaan, juga kepercayaan bahwa kami dapat mencari jalan keluarnya. Sikap demikian berguna dalam setiap pernikahan, bagi setiap konflik, bukan hanya untuk perbedaan pola tidur. Jadi, mulai hari esok, bergulirlah dan ciumlah pasangan Anda, dan buatlah hari-hari Anda lebih baik.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Morning person? Night owl? How to align your sleep pattern in your marriage” karya Sara Hagmann.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Sara Hagmann is a stay-at-home wife and writer who loves traveling, cooking, and kissing her husband. A lot.

Orang Pagi? Orang Malam? Bagaimana Menyelaraskan Pola Tidur Anda dalam Pernikahan Anda

Bangun pagi atau tidur larut bukan merupakan sifat alami seseorang, tetapi sesuatu yang terjadi karena kebiasaan yang dipelajari. Jadi, semuanya dapat diubah dengan komitmen. Dalam suatu pernikahan masalah ini dapat diselesaikan dengan komunikasi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr