Bantu halau gangguan tidur si kecil dengan cara ini

Tahukah Anda? Dalam rentang usia tertentu, anak seringkali mengalami gangguan tidur

197 views   |   2 shares
  • Tidur adalah 'musuh' anak-anak, betul? Mengingatkan anak untuk tidur, adalah tantangan, sebab sepertinya mereka akan melakukan segalanya demi meyakinkan orang dewasa bahwa mereka tidak mengantuk. Meski sebenarnya mengantuk.

  • Padahal, tidur yang cukup sangatlah penting bagi anak-anak. Salah satunya adalah untuk membantu memulihkan energi yang membangun koneksi otak. Ilmu pengetahuan juga menunjukkan bahwa bahan bakar yang menunjang pertumbuhan fisik bekerja lebih baik ketika anak tidur. Hormon pertumbuhan dilepaskan sepanjang hari. Tetapi pada anak-anak, periode paling intens terjadi tak lama setelah awal tidur nyenyak. Itulah mengapa anak sangat perlu mendapatkan tidur yang berkualitas dengan durasi waktu yang cukup.

  • Rekomendasi porsi tidur anak sesuai dengan usia dari AASM (American Academy of Sleep Medicine) yang didukung oleh AAP (American Academic of Pediatrics), adalah sebagai berikut:

    • 4-12 bulan: 12-16 jam (termasuk tidur siang)

    • 1-2 tahun: 11-14 jam (termasuk tidur siang)

    • 3-5 tahun: 10-13 jam (termasuk tidur siang)

    • 6-12 tahun: 9-12 jam

    • 13-18 tahun: 8-10 jam

  • Pada umumnya, gangguan tidur ini kerap terjadi ketika anak menginjak usia 3 tahun. Mereka sulit diajak tidur karena masih asyik bermain. Terdapat beberapa gangguan tidur yang umum dialami oleh anak pada usia menginjak usia 3 tahun di antaranya terbangun di malam hari, mengingau, berjalan ketika tidur, sleep terror, mimpi buruk dan juga mengompol.

  • Gangguan tidur ini dapat terjadi karena berbagai hal seperti, adanya aktivitas otak yang menyebabkan sang anak terbangun, tidur terlalu malam, makan makanan berat ketika akan tidur, menonton acara atau mendengar cerita yang menakutkan dan kelelahan di siang hari. Hal-hal tersebut merupakan beberapa penyebab yang dapat menimbulkan gangguan tidur pada anak. Meskipun demikian, menurut sebuah artikel dari rumahdandelion.com, orangtua tetap harus memerhatikan, bila gangguan ini muncul dalam frekuensi yang cukup sering, hal itu dapat dikarenakan adanya tingkat stres yang berlebih pada anak atau masalah kesehatan anak.

  • Menurut pakar tidur dan penulis buku Good Night, Sleep Tight: The Sleep Lady's Gentle Guide to Helping Your Baby Go to Sleep, Kim West; Tidur malam selama 10 jam tanpa gangguan jauh lebih bermanfaat daripada tidur malam 12 jam dengan beberapa gangguan yang menyebabkan anak terbangun. Hal ini tentu tidak berlaku untuk bayi, yang memang akan terbangun untuk disusui, diganti popoknya, atau ditimang-timang ketika merasa merasa terganggu.

  • Advertisement
  • Hal ini menjadi amat penting untuk diperhatikan, sebab, menurut Dr. Stuart F Chan dari Brigham and Women's Hospital, Boston; anak-anak yang kurang tidur akan sulit berprestasi di sekolah karena tidak mampu menerima dan mengingat pelajaran dengan baik. Selain itu, anak yang kurang tidur berisiko besar mengalami gangguan tidur nantinya. Hal ini berefek pada perilaku dan mood yang lebih agresif, salah diagnosis ADHD dan pada kasus yang berat, serta bisa menyebabkan penyakit jantung.

  • Nah, karena itu, selain memerhatikan adakah gangguan tidur yang terjadi pada anak, orangtua juga sebaiknya menerapkan kebiasaan tidur yang baik bagi anak. Hal ini selain dapat mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan tidur pada anak, dapat juga melatih kedisiplinan anak dalam hal aktivitas tidur. Dalam jurnal American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, terdapat beberapa kiat yang bisa orangtua lakukan untuk mendukung kebiasaan tidur yang baik bagi anak:

    • Membuat kebiasaan sebelum tidur, seperti berdoa, membacakan dongeng atau menyanyikan lagu nina bobo.

    • Menghindari aktivitas yang dapat menstimulasi anak berlebihan, seperti berloncat-loncat atau berlari.

    • Menjauhkan anak dari acara TV yang mengandung unsur menakutkan baik gambar ataupun suara.

    • Memberikan rewarduntuk kebiasaan tidur yang baik yang ditunjukkan anak. Rewarddiberikan dapat berupa token ataupun pujian bagi anak.

    • Jika anak terbangun di malam hari, antarlah kembali anak ke tempat tidurnya. Berbicaralah secara pelan dan lembut pada anak hingga ia kembali berusaha untuk tidur.

  • Penting juga untuk diperhatikan, bahwa, anak disarankan sudah pulas ketika jam 9 malam, karena sekreasi hormon melatonin dimulai sejak jam 9 malam. Hormon ini berpengaruh pada siklus tidur anak dan siklus reproduksi kelak. Hormon pertumbuhan lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak adalah growth hormone, berada di puncak saat tengah malam, saat fase tidur dalam anak dimulai.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bantu halau gangguan tidur si kecil dengan cara ini

Tahukah Anda? Dalam rentang usia tertentu, anak seringkali mengalami gangguan tidur
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr