Anda pernah punya teman kleptomania? Bagaimana ya menghadapinya?

Walau secara kasat mata seperti sebuah perbuatan mencuri, namun kleptomania adalah sebuah 'sindrom' yang mampu dikendalikan

631 views   |   13 shares
  • Pernahkah Anda mendengar seseorang dijuluki si 'klepto' karena memiliki kegemaran mengambil barang bukan miliknya? Memang secara umum sama dengan orang yang suka mencuri, namun sesungguhnya mereka bukanlah seorang pencuri yang 'murni'. Seorang pencuri dengan motif murni, melakukan tindakan tersebut karena memiliki motivasi mengambil untung dan telah direncanakan.Sedangkan pada seorang kleptomania, mencuri adalah kegiatan impulsif yang tidak memiliki motivasi dibaliknya.

  • Hingga saat ini para ahli belum menemukan pasti penyebabnya, namun ditemukan bukti kuat adanya ketidakseimbangan zat kimia serotonin pada penderita kleptomania.

  • 'Penyakit' ini bisa menimpa siapa saja, bahkan selebriti yang bergelimang harta. Caroline Guilani, putri dari walikota New York pada tahun 2010 pernah tertangkap mencuri produk kecantikan seharga $100 di sebuah toserba di New York. Saat itu ayahnya masih menjabat sebagai walikota, dan Guilani dilepas tanpa tuntutan. Namun, keinginan untuk mengambil barang pada kleptomania memang tidak mengenal usia, gender dan status sosial.

  • Nah penasaran? Yuk kenali seluk beluk penyakit ini:

  • 1. Siapa yang rentan terkena masalah ini?

  • Kleptomania lebih banyak ditemukan pada wanita walaupun tidak sedikit juga pada pria. Kecenderungan ini bisa mulai di usia 5 tahun. Kasus kleptomania diperkirakan hanya 5 persen dari jumlah pencuri murni. Biasanya pengidap gangguan kleptomania diikuti dengan gangguan jiwa lainnya.

  • 2. Mengapa sering terulang?

  • Ketidakseimbangan zat kimia serotonin dalam otak menyebabkan perintah otak untuk 'mencuri' datang secara tiba-tiba. Ada tekanan yang kuat untuk mengambil sesuatu yang bukan miliknya dan setelah dilakukan maka timbul perasaan tenang dan kepuasan. Dengan demikian frekuensi mengulang perbuatan tersebut sangatlah tinggi, apalagi bila aksinya berhasil dilakukan tanpa diketahui orang lain.

  • 3. Apakah gejala lainnya?

  • Seseorang dengan gangguan ini kadang menimbun barang-barang hasil curiannya dan secara sembunyi-sembunyi mengembalikannya. Keinginan untuk mencuri bisa diurungkan bila yang bersangkutan melihat kemungkinan akan tertangkap karena ada polisi atau satpam yang mengawasi. Sayangnya, para penderita seringkali merasa malu untuk berkonsultasi dengan ahlinya atau takut akan dilaporkan ke yang berwajib saat ingin meminta bantuan orang lain. Karenanya diperlukan uluran kasih sayang untuk meyakinkannya bahwa diperlukan pengobatan sedini mungkin untuk kebaikannya.

  • Advertisement
  • 4. Bagaimana mengatasinya?

  • Dua cara disarankan untuk menangani pasien kleptomania, yaitu pengobatan dan psikoterapi. Para ahli di Mayo Clinic,_di Amerika mengatakan bahwa riset tentang kleptomania belum banyak dilakukan dan bahkan belum ada obat khusus yang disetujui oleh Badan Pengawasan Obat di Amerika. Obat yang diberikan biasanya berupa anti depresi. Bila Anda diresepkan obat tersebut, jangan lupa menanyakan efek sampingnya agar dapat mengantisipasi akibatnya.

  • Pengobatan berikutnya adalah psikoterapi. Suatu bentuk psikoterapi yang disebut terapi perilaku kognitif membantu Anda mengidentifikasi perilaku yang tidak sehat dan negatif dan menggantikannya dengan yang sehat serta positif. Terapi perilaku kognitif dapat mencakup teknik ini untuk membantu mengatasi kleptomania, yaitu:

    1. Si penderita membayangkan dirinya mencuri dan kemudian menghadapi konsekuensi negatif, seperti tertangkap.

    2. Si penderita berlatih teknik seperti menahan napas sampai menjadi tidak nyaman ketika mendapatkan dorongan untuk mencuri.

    3. Si penderita berlatih teknik relaksasi dan membayangkan dirinya mengendalikan dorongan untuk mencuri.

  • Perilaku kleptomania bisa disembuhkan. Selain keinginan dari diri sendiri untuk sembuh, dukungan keluarga dan kerabat dekat sangat membantu mengatasi kelainan ini. Jika dibiarkan, perbuatan kleptomania dapat berujung pada akibat yang lebih serius seperti berurusan dengan pihak hukum. Jangan sampai ya!

Bagikan pada teman dan keluarga..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Anda pernah punya teman kleptomania? Bagaimana ya menghadapinya?

Walau secara kasat mata seperti sebuah perbuatan mencuri, namun kleptomania adalah sebuah 'sindrom' yang mampu dikendalikan
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr