Anak seringkali merengek? Kenali penyebabnya dan cara mengatasinya

Mengajarkan si kecil tentang manajemen emosi menjadi tanggung jawab Anda

322 views   |   1 shares
  • Memiliki anak rasanya tentu melengkapi kebahagiaan seseorang dalam kehidupannya. Segenap waktu dan upaya akan diberikan oleh orangtua demi memenuhi segala kebutuhan si anak. Dari sejak lahir hingga seorang anak dapat mandiri tidak akan ada habisnya kasih setia orangtua dicurahkan terhadap anak yang menjadi anugerah tidak ternilai dalam kehidupan mereka tersebut.

  • Tetapi pernahkah Anda merasa sangat jengkel pada kelakuan anak yang seringkali merengek pada Anda ketika ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya? Sebagian besar orangtua pasti mengalami hal ini, sebab sangat wajar bagi seorang anak yang sejak bayi selalu mendapatkan kebutuhannya dari orangtua mereka dan seiring bertambahnya usia tidak lagi seluruh kebutuhannya dipenuhi.

  • Masa transisi inilah yang akan membuat prilaku anak terkadang menjengkelkan. Tentunya sebagai orangtua kita harus tetap bersabar dan bersedia menuntun serta mendidik anak kita dengan benar. Dalam masa transisi seperti ini, seorang anak juga mulai merasakan emosi di dalam jiwanya yang belum dapat dikendalikan dan diarahkan dengan baik. Untuk itulah peran orangtua dalam mengajarkan kepada anak bagaimana mengelola emosi di dalam diri mereka sangat dibutuhkan.

  • Pada beberapa kasus yang ada di lingkungan sekitar, banyak sekali orangtua yang menjadi jengkel pada anaknya sampai-sampai rasa jengkel itu juga membuat orangtua menjadi sangat keras pada si anak. Hal ini sangat tidak membantu anak dalam melewati masa-masa ini, sampai-sampai hukuman fisik terkadang diberikan, yang justru hanya membuat anak semakin kesulitan menangani emosinya dan akan semakin memberontak kepada orangtuanya. Bahkan ada anak yang sampai mengamuk di depan orangtuanya dan ini adalah salah satu contoh nyata emosi pemberontakan anak terhadap situasi yang dihadapinya.

  • Untuk menghilangkan kebiasaan merengek ini memang tidak mudah dilakukan, namun sebenarnya juga tidak sulit jika orangtua awalnya memahami terlebih dahulu penyebabnya sehingga dapat lebih bijaksana dalam bersikap pada anaknya. Jika orangtua sudah memahami masa transisi anak ini maka berikutnya orangtua hanya perlu melakukan 2 hal di bawah ini:

  • 1. Tangani dengan kesabaran

  • Jika Anda menemui anak Anda merengek, tetaplah bersikap biasa tanpa perlu ikut menjadi emosi yang tidak akan menyelesaikan permasalahan. Tunjukkan pada anak Anda bahwa situasi yang dihadapi tersebut adalah hal yang tidak perlu disikapi dengan emosi yang berlebihan, ketenangan Anda justru akan memberikan contoh yang akan selalu diingat oleh anak Anda. Meskipun mungkin si anak akan tetap merengek namun ia akan belajar hal yang akan membuatnya berubah di kemudian hari jika mengalami kejadian yang sama.

  • Advertisement
  • 2. Konsisten dan tegas

  • Sikap ini perlu dilakukan oleh orangtua pada anak yang sering merengek. Dengan bersikap konsisten serta tegas pada anak tidak berarti keras, tetapi Anda mengajarkan pada anak Anda bahwa sikap Anda adalah jawaban yang pasti terhadap hal seperti ini. Sehingga merengek nantinya tidak akan menjadi langkah bagi anak untuk selalu mewujudkan keinginan-keinginannya. Ada kalanya dibutuhkan kerja sama yang baik antara ayah dan ibu dalam mendidik anak tersayang.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Anak seringkali merengek? Kenali penyebabnya dan cara mengatasinya

Mengajarkan si kecil tentang manajemen emosi menjadi tanggung jawab Anda
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr