Sudahkah Anda menumbuhkan toleransi dalam keluarga Anda?

Toleransi dalam keluarga juga banyak macamnya, misalnya toleransi dalam hal perbedaan agama dan keyakinan. Berikut beberapa contoh sikap sederhana yang mencerminkan bahwa Anda telah menciptakan toleransi dalam keluarga Anda.

1,228 views   |   11 shares
  • Secara garis besar, toleransi mengandung pengertian sikap menghormati dan menghargai orang lain dengan keberadaan perbedaan yang ada demi terwujudnya kehidupan yang rukun, tentram, bahagia dan damai. Hidup dengan berbagai perbedaan membutuhkan sikap toleransi. Toleransi ibarat tali yang dapat menyatukan perbedaan yang ada. Aplikasi toleransi dapat Anda mulai dari kelompok terkecil dan terdekat yaitu di dalam keluarga.

  • Meskipun dalam keluarga, Anda hidup dan berinteraksi dengan orang-orang yang paling mengerti kehidupan Anda dan tetap saja di dalamnya ada perbedaan yang harus Anda hormati dan hargai. Dalam keluarga kecil sekali pun, permasalahan seringkali muncul akibat kurang pekanya Anda akan pentingnya sikap toleransi. Masalah itu bisa muncul di antara orangtua dan anak, suami dan istri bahkan antara kakak dan adik.

  • Toleransi dalam keluarga juga banyak macamnya, misalnya toleransi dalam hal perbedaan agama dan keyakinan. Bisa jadi dalam satu keluarga terdapat dua agama yang berbeda. Dalam kondisi demikian, masing-masing anggota keluarga harus menghargai prinsip keyakinan yang dianut anggota keluarga lainnya. Anda tidak boleh memaksakan kehendak Anda mengenai keyakinan Anda, menghormati dan memberikan kebebasan kepada mereka saat menjalankannya ibadahnya, dan ikut berbahagia saat yang lain merayakan hari raya keagamaannya.

  • Itulah salah satu contoh menciptakan sikap toleransi di dalam keluarga dengan perbedaan agama. Berikut beberapa contoh sikap sederhana yang mencerminkan bahwa Anda telah menciptakan toleransi dalam keluarga Anda:

  • 1. Menghargai keberadaan setiap anggota keluarga tanpa melihat status dan kedudukannya

  • Meskipun kedudukan tertinggi dalam keluarga adalah ayah atau suami, para ayah atau suami wajib menghargai istri dan anak-anak meskipun kedudukan mereka berada di bawah kekuasaannya. Antara anggota keluarga saling membutuhkan dan mendukung, itu sebabnya tidak ada anggota keluarga yang boleh merasa dominan. Keluarga adalah satu kesatuan, artinya harus ada kerja sama antara setiap anggota keluarga.

  • 2. Musyawarah untuk mufakat

  • Toleransi dalam keluarga dapat tercermin dari bagaimana keluarga tersebut dapat bersama-sama menyelesaikan masalah yang ada dengan duduk berunding bersama, bermusyawarah untuk mendapatkan mufakat atau keputusan yang disepakati. Di sini, Anda bisa belajar menerima dan menghargai pendapat anggota keluarga lainnya. Tidak bersikap egois, atau memaksakan kehendak Anda.

  • 3. Mengajarkan anak-anak untuk belajar bertoleransi dengan orangtua, saudara dan teman-teman mereka__

  • Advertisement
  • Mengajarkan toleransi sebaiknya dibiasakan sejak anak kecil agar nilai-nilai toleransi dapat tumbuh dan berkembang di dalam kehidupan anak seiring anak bertumbuh. Ajarkan anak untuk bisa saling berbagi apa yang mereka punya kepada orang lain yang membutuhkkan, saling membagi tugas pekerjaan rumah, tidak pilih-pilih teman, rukun terhadap saudara, dan mampu menghormati orang yang lebih tua.

  • 4. Orangtua harus bersikap adil

  • Artinya orangtua tidak boleh pilih kasih. Terkadang secara tidak sadar orangtua menampakkan kecenderungannya mengistimewakan anak yang satu daripada anak yang lainnya dengan berbagai alasan. Sikap ini tidak menunjukkan adanya toleransi orangtua terhadap anak. Ketidakadilan yang dirasakan oleh anak akan membuat anak sedih, kecewa bahkan benci kepada Anda dan saudaranya.

  • 5. Membangun kebersamaan dalam keluarga

  • Menciptakan hubungan yang semakin intim dengan keluarga dengan cara membangun kebersamaan dalam keluarga adalah perwujudan dari sikap toleransi. Misalnya makan bersama keluarga, menyediakan waktu untuk bermain bersama anak-anak, atau gotong royong membersihkan rumah.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Sudahkah Anda menumbuhkan toleransi dalam keluarga Anda?

Toleransi dalam keluarga juga banyak macamnya, misalnya toleransi dalam hal perbedaan agama dan keyakinan. Berikut beberapa contoh sikap sederhana yang mencerminkan bahwa Anda telah menciptakan toleransi dalam keluarga Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr