4 Tips Jitu untuk Memberikan Uang Saku kepada Anak

Memberikan uang saku dapat menjadi pengalaman bagus bagi mereka untuk belajar cara mengelola uang sebelum mereka dewasa. Kita memberikan hadiah luar biasa kepada mereka dengan membiarkan mereka berlatih, membuat kesalahan, dan belajar.

2,126 views   |   1 shares
  • Memberikan uang saku kepada anak-anak kita dapat menjadi pengalaman bagus bagi mereka untuk belajar cara mengelola uang sebelum mereka dewasa. Kita memberikan hadiah luar biasa kepada mereka dengan membiarkan mereka berlatih, membuat kesalahan, dan belajar.

  • Beberapa tips yang dapat menjadikan proses pemberian uang saku ini lebih mudah dan lebih efisien antara lain:

  • Waktu memulai

  • Anda hendaknya tidak memberikan uang saku jika anak belum paham konsep angka dan uang. Seorang anak berusia tiga tahun akan menangis jika dia dapat uang saku lebih sedikit daripada kakaknya. Kami biasanya memulai pada sekitar usia 5 tahun ketika mereka belajar nilai uang.

  • Waktu berhenti

  • Memberikan uang saku adalah penting bagi anak-anak, tetapi tahu kapan waktunya berhenti juga sama pentingnya. Di rumah kami, uang saku berhenti pada usia 12 tahun. Ini dibahas dari jauh hari, jadi anak-anak benar-benar paham dan dapat bersiap.

  • Mengapa berhenti pada usia 12 tahun? Alasan terpenting adalah bahwa pada usia ini, anak mampu memperoleh uangnya sendiri. Dia sepenuhnya mampu melakukan “pekerjaan berupah” untuk memperoleh uang sakunya sendiri. Lagipula, dia dapat mengasuh atau membersihkan pekarangan orang lain. Kami menyebutnya usia “Tanggung Jawab Keuangan”. Pada usia ini, dia perlu belajar mengelola pendapatannya sendiri. Dia perlu insentif untuk memperolehnya. Hentikan uang saku dan itu akan muncul dengan sendirinya.

  • Waktu memberi

  • Saya dulu berpikir masuk akal untuk memberikan uang saku mingguan kepada anak-anak saya. Dalam beberapa bulan pertama, saya hampir gila. Saya dan suami selalu kesulitan mencari uang receh. Itu ide konyol.

  • Kami menyadari bahwa uang saku bulanan jauh lebih mudah. Pada hari Sabtu pertama setiap bulan, kami akan membagikan uang saku kepada anak-anak.

  • Ini berbuah hal-hal menakjubkan. Pertama, ini menyelesaikan masalah uang tunai kami dan menghindarkan kami dari sakit kepala mingguan. Sekali sebulan, kami dapat merencanakan jumlah uang saku yang sesuai.

  • Kedua, anak-anak memperoleh sejumlah besar uang sekali sebulan. Ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk membeli barang-barang yang lebih baik. Pikirkanlah. Anda dapat memperoleh Rp10.000 per minggu. Namun, Anda hanya akan dapat membeli barang-barang jelek. Namun, dengan Rp50.000 Anda dapat membeli sesuatu yang lebih baik.

  • Ketiga, anak-anak harus mengelola uang mereka sebulan penuh. Proses ini mengajarkan pelajaran penting tentang berhemat dan menunda kesenangan. Mereka tahu bahwa jika mereka menghabiskan semuanya, mereka akan harus menunggu lama untuk uang saku berikutnya.

  • Advertisement
  • Uang saku bulanan juga melatih mereka tentang menerima gaji. Jarang sekali ada pekerjaan yang gajiannya setiap minggu. Kebanyakan pekerjaan gajiannya setiap bulan atau setiap dua minggu. Ini adalah latihan bagus untuk pengalaman dunia nyata di mana mereka akan perlu membuat anggaran sendiri.

  • Jumlah uang saku

  • Intinya, jangan memberi terlalu banyak. Jumlah yang sesuai adalah jumlah yang akan membuat anak Anda berhemat dan berhati-hati. Ini adalah jumlah yang akan mengajarkan mereka hal-hal luar biasa yang Anda ingin mereka pelajari. Pikirkan jumlah di mana mereka bisa bersenang-senang namun tidak cukup untuk berpesta pora setiap akhir pekan dan mentraktir semua teman ke bioskop. Jika Anda tidak yakin, pastikan Anda memilih jumlah yang lebih sedikit.

  • Ini adalah peraturan uang saku kami. Setiap anak menerima Rp15.000 per usia per bulan. Jadi, seorang anak usia 5 tahun memperoleh Rp75.000 per bulan. Seorang anak berusia 10 tahun memperoleh Rp150.000. Banyak, bukan? Namun, jika ini masih terlalu rendah bagi pertimbangan Anda, Anda dapat menggunakan perhitungan Rp20.000 per usia per bulan. Ingat bahwa jumlahnya harus cukup untuk mengajarkan mereka mengelola dengan bijaksana. Anda ingin mereka termotivasi bekerja untuk memperoleh lebih.

  • Menerima uang saku adalah pengalaman penting bagi anak-anak kita. Melakukannya dengan hati-hati akan membantu mereka belajar mengelola uang mereka dengan baik. Itu adalah keterampilan orang dewasa yang patut diajarkan dan dipelajari.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli “4 fantastic tips for giving kids an allowance” karya Merrilee Boyack.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Merrilee Boyack is a mom of four sons, grandma to two and an attorney, author, and professional speaker. Email at: maboyack@gmail.com. Website: MerrileeBoyack.com

4 Tips Jitu untuk Memberikan Uang Saku kepada Anak

Memberikan uang saku dapat menjadi pengalaman bagus bagi mereka untuk belajar cara mengelola uang sebelum mereka dewasa. Kita memberikan hadiah luar biasa kepada mereka dengan membiarkan mereka berlatih, membuat kesalahan, dan belajar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr