10 fakta yang harus diketahui pria soal PMS

Kenali sindrom pra-menstruasi agar lebih dalam supaya Anda dapat memahami kondisi istri Anda saat mengalaminya.

1,452 views   |   8 shares
  • Sejak istilah ini dilontarkan oleh Dr. Katharina Dalton, seorang ginekolog asal Inggris, pada tahun 1953, Premenstrual Syndrome (PMS) seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari siklus para wanita usia subur. Sebuah kondisi yang memengaruhi fisik dan psikis dari wanita, terjadi sejak 1-2 minggu sebelum tanggal datang bulan.

  • PMS ditunjukkan oleh berbagai gejala, namun yang paling sering muncul adalah rasa kembung pada perut, nyeri payudara, perubahan moodtiba-tiba (mood swings), merasa uring-uringan (terkadang tanpa sebab), dan menurunnya gairah seksual.

  • Sebagai pasangan yang baik, seyogyanya Anda mengenali PMS ini lebih dalam supaya Anda dapat memahami kondisi istri Anda saat mengalaminya. Selain memahami, Anda juga akan lebih mudah memberi dukungan dan bantuan yang diperlukan kala PMS ini begitu menghambat aktivitas dan hubungan sosialnya dengan Anda maupun orang lain.

  • Simak 10 fakta tentang PMS yang perlu Anda ketahui berikut ini:

  • 1. PMS bukan hanya tercetus oleh hormon

  • Banyak wanita "menyalahkan" hormon atas penyebab PMS. Meskipun kemungkinan besar fluktuasi hormon seksual memang menimbulkan beberapa gejala PMS, akan tetapi keparahan PMS yang diderita juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, seperti kurang berolahraga, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta stres yang tidak terkelola baik.

  • 2. Wanita dewasa dan menikah lebih rentan terkena PMS

  • Mayoritas wanita mengalami gejala-gejala PMS dalam taraf ringan dan dapat diatasi tanpa terapi medis. PMS ini seringkali terjadi pada rentang usia akhir 20-an hingga awal 40-an. Hadirnya keturunan juga meningkatkan risiko PMS.

  • 3. Sejarah stres dan gangguan kejiwaan membuat PMS patut diwaspadai

  • Apabila pasangan atau keluarganya memiliki histori stres dan gangguan kejiwaan, Anda patut memonitor efek PMS pada pasangan. Kondisi mood disorder atau depresi pasca melahirkan adalah beberapa contoh gangguan kejiwaan yang biasanya melanda.

  • 4. Ada beberapa kondisi kesehatan yang gejalanya mirip dengan PMS

  • Gejala-gejala PMS ternyata juga dapat mengindikasikan kondisi-kondisi kesehatan lainnya. Sebut saja Irritable Bowel Syndrome (IBS), hipotiroidisme, dan kehamilan. Cara melacaknya, rekamlah waktu gejala terjadi dan datangnya menstruasi setiap bulan. Apabila terjadi pada waktu relatif konstan, maka besar kemungkinan ini adalah PMS. Dokter dapat membedakan gejala-gejala tersebut dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan hormon tiroid, tes kehamilan, dan pemeriksaan pada panggul untuk mengetahui ada tidaknya problem ginekologis lainnya.

  • Advertisement
  • 5. Garam, gula, kafein, dan alkohol berlebih akan memperparah PMS

  • Garam dan gula berlebihan dalam tubuh akan menahan laju cairan dalam tubuh, akibatnya tubuh mudah terdehidrasi dan perut kembung semakin terasa mengganggu. Begitu pula dengan kafein dan alkohol yang turut mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Hindari konsumsi berlebih dan utamakan menikmati sayur serta buah segar yang kaya vitamin dan mineral.

  • 6. Suplemen untuk mengurangi kram perut dan mood swings

  • Jika konsumsi makanan dan minuman saja dirasa tak cukup, Anda dapat menyediakan aneka suplemen untuk meredakan efek tak enak dari kram perut dan mood swings. Suplemen yang cocok, di antaranya vitamin D, asam folat, vitamin B6, kalsium, dan magnesium.

  • 7. Berolahraga bersama untuk meredakan PMS

  • Olahraga adalah salah satu cara efektif dan rendah risiko untuk menanggulangi PMS. Ditambah dengan kebersamaan Anda dan pasangan, akan membuat ia merasa diperhatikan, didukung, sehingga lebih bahagia. Beberapa jenis olahraga yang dapat Anda coba adalah jalan santai, jogging, renang, yoga, dan latihan yang berfokus pada otot perut.

  • 8. Berhubungan seks dapat mengurangi dampak negatif PMS

  • Meskipun gairahnya menurun kala PMS, ajak pasangan untuk berhubungan intim menjelang datang bulan (bukan ketika datang bulan). Seks yang menyenangkan akan membantu mengurangi stres dan membuatnya rileks. Kontraksi uterine saat orgasme meningkatkan aliran darah ke sekitar otot-otot rahim dan mengurangi kram perut. Endorfin yang terlepaskan juga meredakan rasa sakit dan tekanan yang diderita.

  • 9. Bahaya Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

  • 1 dari 20 wanita mengalami PMS dalam tingkat yang sangat parah, hingga mencetuskan kondisi baru bernama PMDD. Setidaknya diagnosa PMDD ini diberikan, ketika wanita mengalami minimal 5 gejala berikut:

    • Sedih berlebihan, bahkan hingga terpikir untuk bunuh diri

    • Kecemasan berlebihan

    • Serangan panik

    • Mood swings ekstrim

    • Kemarahan yang menimbulkan risiko menyakiti diri sendiri dan orang lain

    • Tidak berniat beraktivitas dan bersosialisasi

    • Keletihan berlebihan

    • Nafsu makan tak wajar

    • Insomnia

    • Kehilangan kendali diri

    • Gejala PMS fisik yang menghambat aktivitas secara signifikan

  • Advertisement
  • Segera berkonsultasi dengan dokter jika PMDD ini terlihat dialami oleh pasangan Anda.

  • 10. Penanganan ekstra jika ada penyakit bawaan

  • Beberapa penyakit bawaan seperti asma dan migrain, dapat menjadi semakin parah akibat PMS. Pastikan obat-obatan untuk kondisi khusus tersebut tersedia, selain obat-obatan pereda PMS seperti Ibuprofen dan Parasetamol yang dapat dikonsumsi sewaktu-waktu.

  • Memahami apa yang akan dialami oleh pasangan ketika PMS melanda akan membantu pasangan Anda melalui efek-efek tak menyenangkan dari PMS tersebut. Bersama-sama menjalankan gaya hidup sehat akan mempersiapkan tubuh untuk menghadang dan meminimalkan gejala PMS sehingga kegiatan sehari-hari pasangan tetap berjalan lancar.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

10 fakta yang harus diketahui pria soal PMS

Kenali sindrom pra-menstruasi agar lebih dalam supaya Anda dapat memahami kondisi istri Anda saat mengalaminya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr