Kenali penyebab si kecil melakukan GTM agar Anda mampu mengatasinya secara tepat

GTM atau Gerakan Tutup Mulut seringkali menjadi momok bagi para orang tua yang memiliki anak balita. Rasanya gemas! Makan aja kok susah..

139 views   |   2 shares
  • Pada saat anak sudah memasuki tahap makan, orang tua seringkali mengeluhkan masa-masa di mana anak melakukan Gerakan Tutup Mulut atau yang biasa disebut 'GTM'.

    Walau sering menjadikan alasan 'tumbuh gigi' sebagai biang kerok GTM, namun menurut penelitian IDAI justru penyebab tersering GTM pada anak adalah inappropiate feeding practice. Perilaku makan yang tak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia ini seringkali terjadi sejak fase penyapihan atau waktu dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

    Secara garis besar, berikut ini adalah penyebab GTM dan cara mengatasinya:

  • Bosan

    Anak gampang merasa bosan dengan segala sesuatu, termasuk juga dalam hal makanan. Jika menu yang Anda berikan kurang bervariasi setiap hari, maka ada kalanya mereka merasa bosan. Sewajarnya Anda sering mengganti menu makan mereka dan berikan yang lebih variatif.

  • Trauma

    Anak saya kebetulan mengalami hal ini. Mungkin pada awalnya pengasuh melihat aksi GTM dengan sudut pandang mereka, sehingga apapun caranya anak tetap harus makan termasuk jika harus dijejali makanan pada mulutnya. Akibatnya yang terjadi adalah anak saya menjadi trauma dengan sendok dan menangis meraung-raung setiap kali melihat sendok. Secara bertahap saya hilangkan trauma itu perlahan-lahan dengan membuat sesi makan menjadi hal yang menyenangkan dan tanpa paksaan lagi. Lama-kelamaan ia mulai menikmati sesi makannya tersebut.

  • Tidak suka dengan menu tertentu

    Seperti halnya orang dewasa, anak-anak sebenarnya sudah mempunyai preferensiterhadap suatu menu tertentu. Jika pada awalnya tidak menunjukkan ketertarikan pada sebuah menu, Anda bisa menggantinya dengan menu lain. Memaksakan kehendak pada Anak hanya akan membuat Anda merasa capek dan Anak pun bisa menjadi trauma.

  • Memberikan susu atau makanan camilan yang bisa mengenyangkan sesaat sebelum waktu makan besar anak

    Ini akan membuat anak merasa begah atau penuh perutnya sehingga cenderung malas makan. Berikan camilan atau susu di sela-sela waktu makan besar dan beri jarak 2 jam sebelum makan besar. Hal ini untuk menghindari anak merasa kenyang ataupun menjadi malas untuk makan besar.

  • Sakit

    Jika anak merasa sakit, kadang menjadi tidak nafsu untuk makan. Apalagi jika sakitnya dibarengi dengan sakit gigi atau sariawan bisa-bisa mereka akan mogok total dan cenderung rewel. Pada saat ini Anda bisa memberikan makanan kesukaan mereka, sedikit demi sedikit sehingga tetap ada asupan makan dalam tubuh mereka.

  • Tumbuh gigi

    Pada saat tumbuh gigi, anak akan merasa tidak nyaman dan tak jarang tubuhnya pun demam yang diikuti dengan GTM. Jika hal ini terjadi, Anda bisa memberikan tekstur makanan yang lebih lembut sehingga mudah tertelan, atau finger food yang bisa digigit-gigit untuk memuaskan theeting timenya.

  • Perbedaan tekstur makanan yang drastis

    Tekstur makanan bertahap dikenalkan dari mulai awal MPASI mulai dari yang paling encer sampai kemudian seperti makanan orang dewasa teksturnya. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak merasa kaget dengan perubahan tekstur makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Pada 6 bulan pertama bayi hanya mengenal tekstur ASI yang sangat encer menyerupai air sehingga jika Anda mau mengenalkan tekstur makanan lain pada bayi Anda bisa mengenalkannya secara bertahap. Memang ada juga bayi yang mudah menerima perbedaan tekstur tapi ada juga yang tidak.

  • Kondisi lingkungan yang tidak mendukung

    Kondisi lingkungan yang tidak mendukung pada saat feeding timemisalnya suasana yang terlalu berisik ataupun hal-hal yang bisa membuat anak Anda merasa tidak nyaman atau pecah konsentrasi pun bisa menjadikan anak GTM. Kondisikan lingkungan agar anak agar nyaman sebelum memulai makan.

    Selain itu untuk menambah dan membangkitkan nafsu makan pada anak, Anda bisa mencoba untuk mengajak mereka makan bersama. Disamping bonding timedengan anggota keluarga, anak juga akan lebih bersemangat untuk makan ketika melihat orang lain makan dengan lahapnya.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Nuria adalah lulusan Teknik Elektro UGM. Nuria mengawali karir sebagai praktisi bidang IT di salah satu perusahaan swasta, Menulis adalah salah satu kegemaran saya untuk mengekspresikan dan sharing tentang hal-hal yang bermanfaat.

Kenali penyebab si kecil melakukan GTM agar Anda mampu mengatasinya secara tepat

GTM atau Gerakan Tutup Mulut seringkali menjadi momok bagi para orang tua yang memiliki anak balita. Rasanya gemas! Makan aja kok susah..
Advertisement
Bergabung dengan jutaan lainnya di seluruh duniamenuju fondasi keluarga yang lebih kuat
-------------------------- atau --------------------------
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr