Ini alasan mengapa perempuan harus jago soal keuangan

Keuangan, justru sangat identik dengan perempuan. Karena di rumah, yang mengatur segala uang keluar masuk ya perempuan. Karena itu, banyak sekali hal yang harus diketahui dan digali agar mengenal segala seluk beluk keuangan.

580 views   |   2 shares
  • Menarik sekali saat mendengar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan perempuan di Indonesia lebih melek masalah keuangan atau memiliki "financial literacy" yang lebih tinggi dibandingkan pria. Ia bahkan mengatakan bahwa hal ini membuat perempuan menjadi potensi bagi perekonomian negara untuk lebih cepat berkembang. Sri Mulyani juga mengatakan bahwa yang memiliki rekening di bank dan memanfatkan jasa keuangan secara maksimal adalah perempuan.

  • Kondisi ini, katanya, unik dan menjadi indikator ketertarikan pada kewirausahaan perempuan. Namun "financial literacy" saja tidak cukup jika tidak tahu bagaimana memaksimalkannya. Karena itu, penting sekali bagi perempuan mengoptimalkan pengetahuannya soal keuangan. Ligwina Hananto, financial planner, mengatakan bahwa sebagai perempuan, ada 5 hal yang perlu diketahui tentang keuangan:

  • 1. Penghasilan

  • Hal Ini berlaku untuk semua profesi. Bagaimanapun juga, proses belajar menghasilkan uang ini tidak pernah bisa instan. Apa pun yang Anda kerjakan, Anda perlu belajar menghasilkan uang. Ya, termasuk ibu rumah tangga. Jangan lupa, seorang ibu rumah tangga mendapatkan nafkah dari suaminya. Maka, perlakukanlah uang tersebut sebagai penghasilan. Dengan demikian, proses mengapresiasi uang tetap terjadi. Pisahkan bagian untuk keluarga dan bagian yang memang untuk disimpan sendiri.

  • 2. Pengeluaran

  • Sebetulnya, besaran penghasilan itu tidak penting. Yang lebih penting adalah bagaimana cara kita menghabiskan uang tersebut. Jadi, perhatikanlah ke mana saja uang Anda pergi. Ada 5 kategori pengeluaran, cek apakah pengeluaran sudah sesuai dengan batasan yang tertera di bawah ini:

    • Menabung/Investasi: 10 - 30%

    • Cicilan Utang: maks. 30%

    • Pengeluaran Sosial: bebas

    • Pengeluaran Rutin: 20 - 40%

    • Pengeluaran Lifestyle: maks. 20%

  • Jadikan pola pengeluaran yang sehat sebagai kebiasaan. Dengan begitu Anda bisa rutin berinvestasi dan yang lebih penting, bebas belanja ataupun liburan.

  • 3. Kesehatan dan Pensiun

  • Kita semua perlu melindungi masa depan. Perhatikan fasilitas kesehatan seperti apa yang Anda miliki. Bagi ibu rumah tangga: Periksa fasilitas kesehatan apa yang tersedia dari suami. Sementara bagi wanita karier: Periksa fasilitas kesehatan yang tersedia dari kantor. Jangan sampai sudah sakit dan di opname, baru cari tahu berhak dapat fasilitas kesehatan seperti apa.

  • Lalu, jika bekerja sendiri, profesional, wirausaha atau pensiunan: Siapkan fasilitas kesehatan sendiri dalam bentuk BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan swasta. Untuk wirausaha, sebaiknya ini diatur dari bisnis saja, sehingga dapat membeli fasilitas perlindungan kesehatan grup dengan biaya lebih efisien.

  • Advertisement
  • Sementara, untuk para pensiunan, hal ini bisa juga dilakukan dengan menyediakan dana kas dalam jumlah besar (seperti dana darurat) yang disebut dana kesehatan pensiun. Ada beberapa cara yang harus dipikirkan. Silakan pilih setidaknya salah satu cara untuk memulai:

    • Dana pensiun sendiri: Investasi rutin di produk yang menghasilkan imbalan hasil kumulatif (contohnya reksadana)

    • Dana pensiun dari kantor: BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK

    • Menyiapkan aset aktif: Bisnis, properti, surat berharga

  • 4. Pengelolaan Aset

  • Perempuan harus mulai belajar mengelola aset, terutama aset aktif. Modal menyiapkan aset ini bisa dimulai dengan persiapan dana pensiun.

  • Aset aktif ada 3 jenis:

    • Bisnis: Artinya, aset aktif adalah bisnis yang sudah bisa ditinggal, ada profesional yang mengelola dan Anda tinggal terima bagi hasil secara reguler.

    • Properti: Properti di sini pun bukan rumah yang bisa dijual kembali. Biasanya properti yang disewakan, sehingga Anda bisa menerima penghasilan rutin.

    • Surat berharga: Sekarang sudah ada obligasi ritel yang bisa dibeli dalam pecahan lebih kecil, dan memberikan imbal hasil reguler berupa kupon obligasi. Mulailah berkenalan dengan produk pasar modal seperti saham dan obligasi.

  • 5. Pajak, legal, waris, proteksi

  • Pajak

  • Mengisi surat pemberitahuan (SPT) pajak itu penting, lho

  • Legal

  • Tahukah Anda bahwa menurut undang-undang perkawinan tahun 1974 harta dan utang yang dihasilkan saat menikah adalah milik suami dan istri? Banyak, lho, perkara terkait legal yang luput dari perhatian perempuan.

  • Waris

  • Urusan waris harus dipelajari dan perhatikan selagi masih sehat, baik fisik maupun mental.

  • Proteksi

  • Selain proteksi kesehatan, ada juga proteksi jiwa yang perlu kita perhatikan. Untuk ibu rumah tangga, periksa juga asuransi jiwa suami. Untuk perempuan bekerja, perhatikan perhatikan asuransi jiwa diri sendiri. Untuk pensiunan, mungkin tidak perlu lagi asuransi jiwa sebagai perlindungan penghasilan, tetapi asuransi jiwa ini masih bisa berguna untuk ahli waris untuk mengurusi pajak, biaya pemakaman, pelunasan utang, dan sebagainya.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ini alasan mengapa perempuan harus jago soal keuangan

Keuangan, justru sangat identik dengan perempuan. Karena di rumah, yang mengatur segala uang keluar masuk ya perempuan. Karena itu, banyak sekali hal yang harus diketahui dan digali agar mengenal segala seluk beluk keuangan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr