Kisah Marni, yang menyatakan 'perang' kepada dunia digital

Seorang remaja putri Indonesia cukup bijaksana untuk menyatakan perang kepada dunia digital, karena dia tidak ingin hidupnya dikuasai oleh segala alat elektronik itu.

126 views   |   shares
  • Seorang remaja putri Indonesia cukup bijaksana untuk menyatakan perang kepada dunia digital, karena dia tidak ingin hidupnya dikuasai oleh segala alat elektronik itu. Remaja ini tinggal di sebuah kota kecil, namun seperti remaja di mana pun dia tidak pernah ketinggalan ponsel di tangannya. Siang malam benda itu adalah teman setianya. 90% dari waktunya habis untuk membaca, membalas pesan atau menonton sesuatu di YouTube.

  • Pelajarannya nyaris terbengkelai karena perhatiannya tertumpah kepada apa yang ada di ponselnya. Suatu hari dia menyadari hal itu, dia tahu ujian akhir SLA sudah dekat dan dia perlu mengejar pelajarannya. Karena itu dia mengambil keputusan drastis, dia menyatakan perang kepada alat elektroniknya.

  • Keputusan seperti ini tidaklah mudah apalagi bagi seorang remaja yang biasanya melewatkan banyak waktunya untuk menonton film atau bermain game dengan ponselnya. Namun Marni sudah bertekad untuk melakukan hal ini, menyatakan perang terhadap alat-alat elektroniknya.

  • Ketika dia memberitahu orangtuanya di meja makan pagi itu, mereka merasa senang dan mendukung keputusannya sepenuhnya. Mereka melihat tidak saja putrinya membengkalaikan pelajarannya, namun juga pergaulan sosialnya. Dia jarang terlihat bersama-sama temannya dan lebih sering bercerita tentang teman-temannya di media sosial. Sebagai orangtua mereka mengkhawatirkan tentang cyber bullying dan teman-teman yang tidak terlihat itu. Karena itu mereka senang sekali mendengar tentang keputusan remaja putrinya.

  • Marni tidak lagi terlihat membawa-bawa ponselnya dan di rumah dia juga jarang memakainya kecuali jika dia harus mencari bahan untuk proyek sekolah atau PR nya. Dia juga mulai bepergian dengan teman-temannya, ke mal, ke taman atau menonton bioskop. Dia merasa lebih sehat secara jasmani maupun rohani dapat melewatkan waktu bersama teman-temannya. Pelajarannya menunjukkan kemajuan, orangtuanya merasa bangga melihat nilai-nilai yang diperolehnya.

  • Berita tentang Marni tersebar di koran setempat dan juga media sosial. Banyak remaja yang mengikuti jejaknya dan menjauhi ponsel mereka. Marni merasa senang dapat memberikan teladan yang baik bagi para remaja sebayanya. Berita tentang Marni bahkan mendapat perhatian dari sebuah koran nasional sehingga makin banyak remaja yang mengikuti gagasannya. Ini mengakibatkan menurunnya pemakaian ponsel namun meningkatnya nilai-nilai di sekolah. Tentu saja di samping ada yang pro, ada pula yang kontra. Mereka yang tidak menyukai gagasan Marni menyebutnya ketinggalan zaman, kolot dan sebagainya. Namun Marni tidak goyah dalam pendiriannya

  • Advertisement
  • Atas jasa-jasanya Marni mendapat penghargaan dari walikota setempat sebagai siswa teladan. Marni sendiri tidak membanggakan dirinya atas prestasi ini, dia senang dapat membantu teman-teman sebayanya. Walaupun dia sudah menyelesaikan sekolah menengahnya dan mulai memasuki perguruan tinggi, dia tetap lebih mengutamakan pelajarannya daripada ponselnya. Dia lebih suka berbincang-bincang dengan teman kuliahnya, membahas pelajaran bersama daripada mengetik atau membaca pesan-pesan di media sosial.

  • Contoh di atas menunjukkan bagaimana seorang remaja putri dapat mengubah dunia. Tidak peduli apakah dia masih muda atau sudah dewasa, dari keluarga menengah atau keluarga atas, selama dia memiliki pikiran yang matang dan bijaksana, dia dapat menemukan gagasan yang bermanfaat bagi banyak orang. Keputusan Marni bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan, kecuali mempunyai kemauan yang kuat. Untungnya Marni memiliki kedua hal itu, keputusan yang bijak dan kemauan yang kuat.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Kisah Marni, yang menyatakan 'perang' kepada dunia digital

Seorang remaja putri Indonesia cukup bijaksana untuk menyatakan perang kepada dunia digital, karena dia tidak ingin hidupnya dikuasai oleh segala alat elektronik itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr