Hati-hati! Membersihkan telinga ternyata bisa membahayakan

Bukannya bersih, apa yang Anda lakukan selama ini malah bisa membahayakan kesehatan telinga Anda.

277 views   |   2 shares
  • Sebenarnya, telinga Anda dirancang untuk bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara mendorong kotoran keluar dari kanal telinga, jelas Maria Suurna, M.D., asisten profesor otolaryngology di Weill Cornell Medical College.

  • Bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang telinga yang bersudut membuat kotoran, seperti debu atau serangga, sulit menembus bagian yang lebih dalam. Tugas menghalau kotoran juga dilakukan kelenjar rambut yang terdapat di bagian depan setelah liang telinga. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen. Kita lebih mengenalnya sebagai kotoran telinga atau getah.

  • Orang sering salah kaprah menyangka kotoran telinga sebagai kotoran yang harus dibersihkan. Padahal, fungsinya sangat penting untuk membersihkan kotoran yang masuk. Secara alamiah, kotoran yang masuk akan kering dan keluar sendiri. "Kotoran telinga tidak usah dibuang, kecuali jika menggumpal dan menyumbat liang telinga sehingga menghalangi masuknya gelombang suara ke telinga dalam." jelas dr. Darnila Rani, Sp.THT dari RSCM.

  • Nah, salah satu cara yang sering dilakukan orang adalah mengorek telinga. Tak banyak yang tahu, mengorek telinga justru akan mengakibatkan terdorongnya getah telinga ke bagian yang lebih dalam yang bukan tempatnya. Jika getah ini dibersihkan, maka getah akan diproduksi lagi. Jika pengorekan dilakukan terus-menerus, getah yang terdorong akan menumpuk dan menyumbat, sehingga pendengaran pun menurun karena gelombang suara tak bisa disalurkan dengan baik. Cukup bersihkan bagian luar saja, yaitu daun dan muara liang telinga. "Bagian lebih dalam dari itu, seumur hidup pun tak perlu dibersihkan." tegas Darnila.

  • Mengorek telinga juga bisa mengakibatkan perbenturan sebab telinga kita bentuknya bersudut. Perbenturan ini akan mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan. Pengorekan yang terlalu keras atau dalam juga bisa mengakibatkan trauma, ditambah dinding telinga kita mudah berdarah. Masih ada lagi, mengorek telinga juga bisa bikin kolaps. Anda mungkin pernah mengalami batuk-batuk saat mengorek kuping. Nah, hal ini disebabkan adanya refleks saraf pagus yang terdapat di dinding telinga. Saraf pagus membentang ke tenggorokan, dada sampai perut. Batuk-batuk adalah refleks yang ringan. Refleks yang berat dan berbahaya bisa mengakibatkan kolaps.

  • Mengorek telinga juga bisa menyebabkan infeksi. "Infeksi yang berat dan berada di tempat yang sensitif bisa menyebabkan kualitas pendengaran menurun, bahkan membuat muka jadi mencong (tak simetris)," ujar Darnila. Salah satu saraf yang terdapat di telinga adalah saraf facialis. Saraf ini berada di belakang liang telinga. Fungsinya menggerakkan otot muka dan sebagai bagian yang menunjang pendengaran. "Meski saraf ini dilindungi tulang, namun jika infeksi atau gangguan lain sudah mengenainya, maka bisa mengakibatkan muka menjadi mencong, mata tak bisa ditutup, dan lainnya, yang disebut kelumpuhan saraf facialis."

  • Advertisement
  • Infeksi akibat mengorek terlalu keras bisa berbentuk seperti bisul yang bernanah. Infeksi bisa terjadi di liang telinga, kelenjar rambut, bahkan sampai ke bagian telinga tengah di belakang gendang. Selain karena mengorek, infeksi telinga tengah yang disebut congek bisa pula disebabkan oleh adanya infeksi di saluran napas, yang berasal dari belakang hidung lalu merambat ke saluran tuba eskafius yang menghubungkan rongga di belakang hidung dengan telinga tengah. "Jika produksi nanah semakin banyak, maka gendang bisa pecah atau bocor. Akibat selanjutnya, pendengaran akan terganggu," lanjut Darnila. Di dalam telinga terdapat banyak sekali saraf. Itulah kenapa telinga sangat sensitif. Ketika kita sakit amandel, sakit gigi atau radang tenggorokan, telinga juga terasa sakit, karena telinga kita dilalui saraf perasa. Saraf ini akan mengalihkan rasa sakit di daerah lain sampai ke telinga.

  • Cara lain yang harus Anda hindari adalah penggunaan jarum suntik dan air, serta metode pemanasan lilin. Orang berpikir, dengan metode pemanasan lilin, kotoran akan mencair dan keluar dari telinga dengan mudah.

  • Faktanya, cara ini lebih banyak bahayanya dibanding manfaatnya. Panas berpotensi membakar gendang telinga Anda, juga memungkinkan kotoran terjebak di dalam telinga dan menyebabkan masalah yang lebih besar.

  • Mencoba untuk mengeluarkan kotoran telinga dengan air terdengar aman secara teori, tetapi air bisa terjebak di belakang kotoran atau menyebabkan volume kotoran bertambah akibat kelembapan.

  • Cara Membersihkan Telinga yang Benar

  • Teteskan satu atau dua tetes hidrogen peroksida ke telinga Anda sekitar 10 menit sebelum mandi. Peroksida akan mencairkan kotoran dan Anda bisa membersihkan bagian daun telinga sambil mandi. Lakukan hal ini sebulan sekali.

  • Disadur dari berbagai sumber

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Hati-hati! Membersihkan telinga ternyata bisa membahayakan

Bukannya bersih, apa yang Anda lakukan selama ini malah bisa membahayakan kesehatan telinga Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr