Mengakhiri hubungan tanpa harus menyakiti si dia

Anda mengawali hubungan dengan baik-baik, perpisahan pun begitu. Anda bisa mengakhiri hubungan tanpa harus menyakitinya. Berikut cara yang dapat Anda lakukan.

3,523 views   |   17 shares
  • Perpisahan memang menyakitkan. Namun, setiap orang pasti mempunyai alasan mengapa harus mengakhiri hubungan mereka. Terlebih lagi bila hubungan tersebut telah terjalin lama dan begitu istimewa. Tidak mudah memang untuk akhirnya menerima kenyataan bahwa nantinya Anda akan benar-benar berpisah dengan orang yang Anda cintai.

  • Jika perpisahan adalah akhir yang terbaik untuk Anda. Tidak lantas Anda meninggalkan luka yang mendalam bagi dia yang Anda tinggalkan bukan? Anda mengawali hubungan dengan baik-baik, perpisahan pun begitu. Anda bisa mengakhiri hubungan tanpa harus menyakitinya. Berikut cara yang dapat Anda lakukan:

  • 1. Mantapkan hati dan keputusan Anda

  • Karena mengakhiri hubungan sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan percintaan Anda. Oleh sebab itu, sebelum Anda memutuskan untuk benar-benar ingin mengakhiri hubungan Anda, Anda sudah berpikir matang-matang atas segala konsekuensi keputusan Anda. Mantapkan hati sebelum melangkah. Pikirkan baik buruknya keputusan yang Anda ambil agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

  • 2. Tentukan waktu dan tempat yang tepat

  • Mengakhiri hubungan juga perlu aturan yang tepat agar situasi tersebut tidak terlalu menyakiti pasangan Anda. Cari tempat yang nyaman, bersifat pribadi, netral untuk bertemu dan bicara. Pilih waktu yang tepat juga artinya Anda harus melihat apakah si dia memang tidak dalam kondisi sakit, bermasalah atau sedang sibuk. Bila perlu buat janji sebelumnya.

  • 3. Bicarakan secara langsung berdua

  • Jangan pernah mengakhiri hubungan lewat sms, telepon atau media sosial. Memutuskan hubungan yang baik adalah bertemu dan bertatap muka secara langsung. Ini untuk menghindari kesalahpahaman antara Anda dan dia. Selain itu, dia akan berpikir Anda tidak dewasa dan pengecut jika Anda memutuskannya secara tidak langsung. Alhasil dia bisa semakin penasaran, marah atau bahkan tidak terima atas keputusan Anda mengakhiri hubungan tersebut.

  • 4. Lihat kondisi masing-masing

  • Pastikan kondisi Anda berdua sama-sama dalam keadaan baik dan stabil sebelum akhirnya Anda akan memutuskan dia. Ungkapan keinginan Anda saat hati dia tenang, tidak tersakiti dan tidak dalam keadaan yang emosi. Anda harus pastikan bahwa saat itu dia benar-benar tidak mempunyai masalah agar keputusan Anda tidak memperparah kondisinya.

  • 5. Katakan alasan yang sejujurnya

  • Kejujuran itu akan membawa kelegaan pada Anda. Untuk itu katakan yang sejujurnya alasan Anda ingin mengakhiri hubungan tersebut. Sampaikan alasan yang spesifik dan masuk akal agar dia bisa memahami dan menerima keputusan Anda dengan lapang dada.

  • Advertisement
  • 6. Tetap tenang

  • Keputusan Anda untuk mengakhiri hubungan tentunya akan menimbulkan reaksi yang tidak mengenakkan dari pasangan Anda. Anda harus selalu siap dengan segala bentuk perubahan sikapnya. Misalnya, dia akan merasa kecewa, sedih, marah atau bahkan meledak-ledak. Anda harus tetap tenang dan jangan terpancing emosi agar situasi tidak semakin memburuk.

  • 7. Gunakan kalimat yang baik dan sopan

  • Walaupun ini keputusan yang menyakitkan bagi semua orang, namun berusahalah untuk mengungkapnya dengan kata-kata yang tidak menyakitkan. Utarakan alasan dan keinginan Anda dengan kalimat yang baik dan sopan. Tidak perlu memojokkannya atau mempertegas kesalahannya dengan nada yang keras. Meskipun nantinya tidak bersama dia lagi, Anda harus tetap menghargai dia bagaimana pun keadaannya. Jangan meninggalkan luka lagi baginya dengan kata-kata yang keluar dari bibir Anda.

  • 8. Sampaikan permintaan maaf dan terima kasih

  • Bagaimanapun Anda dan dia dulu pernah bersama, melewati banyak hal dalam suka dan duka, saling berbagi dan memberi kebahagiaan. Jadi sudah sewajarnya Anda untuk mengucapkan terima kasih kepadanya. Dan jangan lupa untuk meminta maaf karena hubungan ini harus berakhir.

  • 9. Persiapkan kemungkinan terburuk

  • Kemungkinan terburuk itu pasti ada. Yang namanya perpisahan itu sulit dan tidak satu pun orang yang menginginkannya. Oleh karena itu, persiapkan diri terhadap keadaan yang paling buruk sekalipun. Pastikan Anda mampu untuk melewatinya secara bertahap.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Mengakhiri hubungan tanpa harus menyakiti si dia

Anda mengawali hubungan dengan baik-baik, perpisahan pun begitu. Anda bisa mengakhiri hubungan tanpa harus menyakitinya. Berikut cara yang dapat Anda lakukan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr