8 ungkapan cinta yang ‘salah’ pada anak

Apapun tantangan dalam pengasuhan, pastikan Anda selalu melakukannya karena cinta dan ingin memberikan yang terbaik bagi anak.

900 views   |   22 shares
  • Memiliki anak adalah sebuah kebahagiaan dalam setiap pernikahan. Perasaan bahagia dan cinta itu bahkan seringkali sudah timbul, bahkan saat kita belum bertemu dengannya, saat si anak masih dalam kandungan.

  • Namun seperti halnya cinta yang datang secara alami, seringkali orang tua merasa bahwa membersarkan dan mengasuh anak juga merupakan naluri alami setiap orang tua tanpa harus bersusah payah mencari kiat-kiat yang efektif untuk menjalankannya. Betul dan tidak, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Tahukah Anda setiap anak itu unik, berbeda satu sama lainnya. Sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda-beda dalam hal pengasuhan mereka.

  • Apa pun tantangan mengasuh anak, setiap anak wajib untuk selalu dicintai dan sebagai orang tua pastikan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi mereka. Namun sering juga rasa cinta orang tua, diterjemahkan dengan cara-cara berlebihan atau kurang tepat, yang justru malah membawa efek negatif bagi anak-anak. Berikut beberapa di antaranya:

  • 1. Diperlakukan bak raja dan ratu

  • Anak bukanlah raja dan ratu yang harus selalu dipuja dan disanjung. Cara salah mengungkapkan cinta seperti ini dapat membuat anak 'haus' menjadi pusat perhatian dan ingin selalu dituruti. Salah-salah mereka malah tidak lagi memiliki rasa hormat terhadap orang tuanya.

  • 2. Memberikan semua yang diminta

  • Setiap orang tua pasti ingin memberikan segala yang terbaik bagi anaknya. Namun terkadang kita juga terbuai dalam menuruti hasrat hati, memenuhi semua keinginan sang anak. Memberi yang terbaik adalah benar, tetapi memberikan semua yang anak minta adalah salah. Ini secara tidak langsung mendidik anak menjadi manja dan tidak mandiri.

  • 3. Menyediakan yang terbaru dan termodern

  • Kebiasaan anak sekarang, memiliki kecenderungan selalu ingin mengikuti perkembangan zaman atau trend masa kini. Rasanya tidak keren atau minder kepada teman-teman jika sampai ketinggalan trend terbaru, sehingga anak biasanya menuntut orang tua untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya dengan membelikan gadget terbaru, laptop, baju atau pakaian terbaru dan sebagainya.

  • 4. Membebaskan dari tanggung jawab

  • Sejak kecil sebaiknya ajari anak untuk mulai bertanggung jawab. Cara yang mudah dilakukan sejak usia dini adalah mengajarkan anak untuk merapikan mainan usai bermain, menaruh sepatu pada tempatnya, mengerjakan tugas dari sekolah, dan sebagainya. Jika kita membebaskan anak dari tanggung jawab tersebut, anak dapat menjadi seenaknya dan tidak patuh kepada orang tua.

  • Advertisement
  • 5. Tidak memberi aturan

  • Anak-anak cenderung semaunya sendiri. Orang tua yang sibuk bekerja seringkali menebus ketidakhadirannya dalam pengasuhan anak dengan berusaha menyenangkan dan membiarkan anak-anak melakukan apa pun yang mereka sukai tanpa adanya aturan. Hal ini salah dan justru akan membuat anak semakin senang bertindak semaunya dan egois.

  • 6. Tidak tega hidup susah

  • Cinta tidak identik dengan hidup tanpa kesulitan. Menghadapi dan mengatasi kesulitan akan membuat anak-anak membangun karakter yang tangguh untuk menghadapi kerasnya hidup di masa remaja dan dewasa. Biarkan anak-anak mengalami pengalaman layaknya anak-anak lain sebayanya, turun naik bis, berjalan kaki ke pasar, atau ikut kerja bakti di lingkungan tempat tinggal.

  • 7. Uang saku berlebihan

  • Jangan memberikan kesan bahwa uang mudah didapat dan mudah dibelanjakan. Uang saku yang berlebihan bisa menimbulkan kesan tersebut dan anak-anak tidak menghargai kerja keras sehingga dapat memupuk cara hidup yang boros.

  • 8. Tidak memberi sanksi atas kesalahannya

  • Setiap perbuatan salah perlu mendapatkan sanksi yang setimpal. Hal ini bukan dimaksudkan untuk menghukum, tetapi memberikan pelajaran bahwa setiap perilaku salah akan ada akibatnya.

Baca, hidupkan, bagikan!

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

8 ungkapan cinta yang ‘salah’ pada anak

Apapun tantangan dalam pengasuhan, pastikan Anda selalu melakukannya karena cinta dan ingin memberikan yang terbaik bagi anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr