Apakah Anda Terlalu Banyak Memberikan Bantuan dalam Mengerjakan PR?

Mengawasi PR adalah komponen penting dalam keterlibatan orang tua, tetapi di mana orang tua menarik garis antara memberikan bantuan dan memungkinkan serta memperkuat ketergantungan?

1,467 views   |   0 shares
  • Orang tua semakin terlibat dalam sekolah anak-anak mereka, terutama dalam membantu mengerjakan PR. Bagi banyak orang, kerugiannya melebihi keuntungannya. Mengawasi PR adalah komponen penting dalam keterlibatan orang tua, tetapi di mana orang tua menarik garis antara memberikan bantuan dan memungkinkan serta memperkuat ketergantungan?

  • Ada banyak faktor untuk dipertimbangkan ketika memutuskan berapa banyak waktu dan usaha yang hendaknya Anda berikan untuk mendukung anak Anda dalam menyelesaikan PR. Pertama, pada prinsipnya, PR hendaknya menjadi tanggung jawab anak Anda. Ketika diberikan secara tepat, anak-anak seharusnya merasa mampu menyelesaikan sebagian besar PR mereka hanya dengan sedikit bantuan dari orang tua. Idealnya, peran orang tua hendaknya dibatasi dengan menolong seorang anak menjadwalkan waktu untuk mengerjakan PR dan memastikan adanya lingkungan rumah yang tepat agar anak-anak mampu berfokus pada tugas-tugas mereka.

  • Biarkan anak-anak menentukan lingkungan PR mereka

  • Saya sering kali ditanyakan apakah membiarkan seorang anak mengerjakan PR di depan TV atau dengan suara musik yang keras adalah sesuatu yang harus dicegah. Tanggapan saya adalah bahwa jika PRnya memang dikerjakan, biarkan anak Anda menentukan waktu dan keadaan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya. Anak-anak, seperti orang dewasa, memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Beberapa orang perlu keheningan agar dapat berkonsentrasi, sementara yang lainnya perlu pendorong untuk tetap mengerjakan tugas. Orang tua hendaknya bersikap fleksibel dan memeriksa hasilnya daripada menentukan terlebih dahulu tentang lingkungan PR yang paling tepat.

  • Tentukan jangka waktu yang memadai untuk menyelesaikan PR

  • Banyak sekolah memiliki pedoman mengenai jangka waktu mengerjakan PR yang mereka bagikan dengan orang tua. Misalnya, pada umumnya, seorang siswa kelas 4 SD hendaknya menghabiskan tidak lebih dari 45 menit sampai 1 jam untuk mengerjakan PR setiap harinya. Selain proyek khusus, jika PR memakan waktu lebih dari jangka waktu ini atau ada banyak permintaan untuk bantuan, maka ada sesuatu yang salah.

  • Langkah pertama adalah untuk memeriksa dengan guru untuk menanyakan berapa lama waktu yang diharapkan untuk mengerjakan PR. Beritahu guru tentang masalah di rumah Anda dan dengarkan jawabannya. Jika anak Anda menghabiskan lebih banyak waktu dari semestinya, ini mungkin merupakan bukti adanya potensi masalah belajar yang perlu dievaluasi.

  • Pelajari alasan sebenarnya mengapa anak Anda terus-menerus meminta bantuan Anda

  • Advertisement
  • Satu kemungkinan lainnya adalah bahwa anak Anda menggunakan kesulitan mengerjakan PR sebagai upaya untuk meningkatkan waktu bersama orang tua. Anak-anak mampu mengkondisikan orang tuanya untuk memperhatikannya dengan meminta bantuan atau menunda mengerjakan PR. Dorongan bagi si anak adalah orang tuanya duduk bersamanya sambil mengerjakan PR. Jika Anda merasa inilah yang terjadi, pastikan untuk menggantikan perhatian yang anak Anda dapatkan dari Anda karena kesulitan mengerjakan PR dengan interaksi berkualitas setelah PR selesai. Sikap tegas diperlukan untuk menghentikan pola ini. Beritahu anak Anda bahwa jika dia tidak bisa menyelesaikan PR tepat waktu, Anda akan menulis surat kepada guru untuk memberikan pelajaran tambahan. Selain itu, saya menyarankan bahwa anak yang berusia lebih tua tidak perlu dipantau secara ketat dalam mengerjakan PR kecuali dia punya masalah.

  • Selama tidak ada umpan balik yang negatif dari sekolah, biarkan PR menjadi pengaturan antara guru dan siswa. Guru adalah ahli dalam memberikan sanksi bagi siswa yang tidak mengerjakan PR. Ini akan memaksimalkan tanggung jawab pribadi dan memperkuat kemandirian anak.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Are you providing too much help with homework?" karya Richard Horowitz.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Dr. Horowitz is a former Peace Corps Volunteer and is the father and step-father of six children and has four grandchildren.

Apakah Anda Terlalu Banyak Memberikan Bantuan dalam Mengerjakan PR?

Mengawasi PR adalah komponen penting dalam keterlibatan orang tua, tetapi di mana orang tua menarik garis antara memberikan bantuan dan memungkinkan serta memperkuat ketergantungan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr