Kerap 'bentrok' dengan mertua? Ini cara menyiasatinya

Siapa tahu, justru Anda-lah menantu kesayangan mertua

1,152 views   |   6 shares
  • Pernikahan bukan hanya menyatukan Anda dengan pasangan Anda, melainkan menyatukan dua keluarga besar di mana Anda harus siap menerima orang-orang baru (keluarga pasangan Anda) untuk menjadi bagian dari keluarga Anda. Memang tidak mudah untuk berbaur dengan mereka yang baru Anda kenal, tetapi itulah makna pernikahan. Sekarang, keluarga Anda adalah keluarga pasangan Anda, begitupun sebaliknya.

  • Namun yang sering menjadi permasalahannya ketika Anda (menantu) tidak dapat mengambil hati keluarga pasangan Anda, terutama hati mertua Anda. Hubungan mertua dan menantu seharusnya sama dengan hubungan orangtua dan anak. Namun kenyataannya, tidak semua hubungan mertua dan menantu berjalan sesuai harapan. Permasalahannya kebanyakan terjadi oleh karena sikap dan respons mertua yang tidak bersahabat. Contoh kasus yang sering dikeluhkan para menantu adalah sikap mertua yang cerewet.

  • Seringkali Anda merasa jengkel bahkan sakit hati mendengar setiap kritikan, pendapat ataupun omelan mertua Anda, apalagi jika Anda dalam posisi yang benar. Rasanya ingin berontak takkala mertua terlalu ikut campur urusan rumah tangga Anda, namun Anda pun belajar untuk memahami bahwa posisi Anda adalah menantu yang harus menghormati mertua karena bagaimanapun mereka adalah orangtua. Di sisi lain, mau tidak mau Anda harus memendam kekecewaan yang entah sampai kapan berakhir. Keadaan seperti itu pastinya akan membuat Anda sendiri tidak nyaman.

  • Mempunyai mertua yang banyak mengatur mungkin lebih banyak dukanya daripada sukanya. Tetapi perlu Anda ketahui juga, di balik sifat buruknya, bukan berarti mertua Anda tidak peduli atau tidak sayang dengan Anda. Anda hanya perlu menyikapinya dengan positif. Jangan jadikan alasan tersebut untuk menghindari dan memusuhi mertua Anda. Inilah tips yang bisa Anda terapkan:

  • 1. Tetap menghormati

  • Walaupun mertua kerap kali membuat perasaan Anda tidak nyaman, mereka harus tetap dihormati layaknya orangtua Anda sendiri. Berusahalah untuk selalu bersikap rasional apapun keadaannya dan jangan sampai membuat mereka tersinggung dengan sikap Anda agar sikap mereka tidak semakin parah.

  • 2. Jangan ambil hati

  • Banyak orang bilang kalau tidak mau sakit hati dengan mertua yang cerewet ya jangan dimasukkan ke hati. Anggap saja sebagai angin lalu. Semakin Anda masukkan ke hati, Anda semakin terbawa emosi dan larut dalam rasa dendam. Tunjukkan sikap lapang dada agar hati Anda juga sedikit lebih tenang.

  • 3. Iyakan pendapatnya

  • Advertisement
  • Saat mertua mulai mengkritik kehidupan Anda, cobalah untuk tenang, dengarkan, jangan memotong pembicaraannya lalu biarkan sampai mereka selesai mengutarakan kritiknya. Bila perlu iyakan saja pendapatnya asal itu masuk akal, bisa diterima dan tidak merugikan Anda. Mengabulkan permintaannya mungkin sedikit meluluhkan sifat cerewetnya. Mengalah bukan berarti kalah loh!

  • 4. Berusaha mengambil hatinya

  • Jika Anda tahu bagaimana mencuri hati mertua Anda, mungkin saja mereka akan mudah bersikap hangat terhadap Anda. Cobalah mendapatkan simpatiknya, mungkin dengan cara mengajak mereka jalan-jalan, memberikan kado meskipun bukan hari ulang tahunnya, atau membawakan makanan favoritnya.

  • 5. Bicarakan kepada pasangan Anda

  • Tidak ada salahnya mencurahkan isi hati Anda terhadap kondisi yang terjadi kepada pasangan Anda. Bicarakan semua keluh kesah Anda, agar pasangan Anda tahu dan dapat membantu Anda memperbaiki hubungan Anda dengan orang tuanya. Tetapi ingat, jangan membicarakan keburukan mertua Anda secara berlebihan karena itu akan membuat pasangan Anda terbebani.

  • 6. Bangun komunikasi

  • Sering-seringlah berkomunikasi dengan mertua, agar Anda bisa membaca karakter mereka dan mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan sehingga Anda dapat meminimalisir mertua Anda bersikap arogan dan cerewet terhadap Anda.

  • 7. Tidak tinggal serumah

  • Lebih baik menghindar bukan daripada setiap hari harus mendengar omelan mertua? Jalan satu-satunya ya tidak tinggal di Pondok Mertua Indah. Selain mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, memisahkan diri dari orangtua atau mertua akan membuat Anda belajar untuk hidup mandiri.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Kerap 'bentrok' dengan mertua? Ini cara menyiasatinya

Siapa tahu, justru Anda-lah menantu kesayangan mertua
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr