Seberapa besarkah bobot tubuh orangtua memengaruhi berat badan anak-anaknya?

Meski asupan gizi yang cukup juga memiliki pengaruh pada pertumbuhan fisik anak, faktor gen keturunan ternyata juga berandil besar membentuk fisik anak dalam pertumbuhannya.

264 views   |   shares
  • Jika dilihat di sekitar, akan ada banyak anak-anak di lingkungan kita yang memiliki beragam macam bentuk tubuh. Ada yang kurus, tinggi, gemuk, pendek dan lain sebagainya. Sering juga kita kebanyakan berpikir negatif jika bertemu dengan anak yang mungkin menurut pendapat kita terlalu kurus atau terlalu gemuk. Bahkan tidak sedikit juga yang menjadikan ini sebagai bahan cemoohan anak di lingkungan bermainnya atau di sekolahnya. Lalu, apakah anak yang memiliki tubuh kurus berarti kekurangan gizi? Atau sebaliknya apakah anak yang memiliki berat badan berlebih adalah anak dari orang tua yang berhasil? Kenyataannya ternyata tidak seperti itu. Tubuh seorang anak sangat tergantung dari banyak faktor yang memengaruhi perkembangan dan pertumbuhannya. Meski asupan gizi yang cukup juga memiliki pengaruh pada pertumbuhan fisik anak, faktor gen keturunan ternyata juga berandil besar membentuk fisik anak dalam pertumbuhannya.

  • Gen di dalam tubuh manusia sangat menentukan dalam fisik dan mental seorang anak, anak yang lahir akan mewarisi gen dari orang tuanya, baik itu sifat, perilaku bahkan berat dan tinggi badannya. Namun meskipun begitu, tetap saja tidak dapat diprediksi secara tepat apakah seorang anak akan memiliki berat atau tinggi badan yang sama persis dengan orang tuanya. Dapat juga terjadi lebih tinggi atau lebih pendek, lebih gemuk ataupun lebih kurus. Barulah faktor gizi dan kesehatan seorang anak di sini menjadi pengaruh.

  • Faktor genetik memang berpengaruh utama pada kondisi fisik sang buah hati nantinya, namun faktor lain yang harus juga diperhatikan adalah tingkat gizi dan kondisi kesehatan ibu selama mengandung dan menjalani kehamilannya. Asupan gizi yang cukup dan tepat akan memaksimalkan tumbuh kembang anak di dalam kandungan dan akan memberikan efek yang besar ketika setelah dilahirkan. Ini berarti, apabila kondisi kesehatan ibu selama mengandung kurang dijaga dan diperhatikan bisa jadi anak yang dilahirkan akan relatif rendah berat badannya bahkan sulit untuk meningkatkan berat badannya meskipun ia mewarisi faktor gen gemuk dari orang tuanya atau sebaliknya.

  • Oleh karena itu, yang lebih menjadi perhatian para peneliti adalah justru bagaimana berat badan orang tua yang ternyata menurut studi yang dilakukan National Institutes of Health (NIH) berpengaruh besar pada tumbuh kembang seorang anak. Dr. Erwina Yeung berpendapat anak yang lahir dari ibu yang memiliki masalah berat badan berlebih akan memiliki masalah pada gerak motoriknya. Sedangkan bagi anak yang lahir dari seorang ayah yang memiliki masalah berat badan yang sama akan menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. Dan anak yang lahir dari kedua orang tua yang memiliki masalah berat badan berlebih mengakibatkan anak menjadi kesulitan dalam menyelesaikan suatu masalah.

  • Advertisement
  • Jadi, kondisi berat badan ibu saat menjalani kehamilan justru lebih berpengaruh besar pada perkembangan mentalitas anak setelah kelahiran dibanding dengan berat badannya kelak. Meski belum ditemukan secara ilmiah alasan mengapa hal tersebut dapat terjadi, namun demikianlah hasil menurut studi dan tes yang dilakukan oleh para peneliti dari NIH.

Baca, hidupkan, bagikan!

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Seberapa besarkah bobot tubuh orangtua memengaruhi berat badan anak-anaknya?

Meski asupan gizi yang cukup juga memiliki pengaruh pada pertumbuhan fisik anak, faktor gen keturunan ternyata juga berandil besar membentuk fisik anak dalam pertumbuhannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr