Merintis bisnis dengan pasangan? Kenapa tidak

Khawatir urusan pribadi dan pekerjaan tercampur aduk? Ada banyak siasatnya kok!

235 views   |   2 shares
  • Jika bekerja dalam satu kantor kerap menjadi masalah karena peraturan perusahaan, lain lagi dengan memulai bisnis berdua dengan pasangan. Karena Anda dan pasangan yang memulai, maka aturan dapat dibuat sendiri.

  • Berbisnis dengan pasangan itu sah-sah saja. Memang, tidak banyak data tentang berapa banyak pasangan suami istri yang membuka usaha bersama, tetapi banyak pasangan berhasil menjalin bisnis bersama. Boll & Branch, perusahaan perlengkapan ruang tidur organik di Amerika Serikat, didirikan bersama oleh pasangan suami istri Missy dan Scott Tannen pada 2014 dan membukukan pemasukan hampir US$1,75 juta pada tahun pertama.

  • Di Inggris, Helen dan Simon Pattinson meninggalkan profesi mereka sebagai pengacara dan mendirikan Montezuma's, toko cokelat mewah yang sekarang mempunyai enam cabang. Di Melbourne, Australia, tim suami dan istri Ted Tolfree dan Shey Newitt mendirikan Crisp, toko salad yang sekarang memiliki tiga cabang. Demikian pula pemilik perusahaan minuman air merek Fiji Water di Los Angeles.

  • Tetapi, seperti dilansir bbc.com, terjun ke bisnis bersama pasangan juga merupakan taruhan. Menurut Administrasi Usaha Kecil Amerika Serikat, hanya setengah dari seluruh usaha kecil dapat bertahan setelah lima tahun. Dan terpuruk bersama pasangan, dampaknya menjadi tak terduga dan berbahaya.

  • Untuk membantu Anda, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal terkait membuka bisnis bersama pasangan berikut ini:

  • 1. Rencana bisnis dan modal

  • Susunlah kontrak yang diperlukan, atau kontrak kemitraan, dan pikirkan masak-masak segi logistiknya.

  • "Kita duduk dan menyusun garis besar tentang bagaimana rencana kita bisa berhasil, berapa biaya yang harus dikeluarkan." kata Kathy Marshack, PhD., psikolog di Oregon. Ya, segala bisnis yang ingin Anda bangun pada akhirnya Anda akan membutuhkan modal.

  • Karena ini bentuk usaha berdua, maka sangat penting bagi Anda berdua mendiskusikannya. Hal-hal yang sifatnya seperti materil, seperti asal-muasal modal, itu patut Anda pertanyakan. Permasalahan seperti persentase pun harus Anda bicarakan. Modal Anda dan pasangan dalam bisnis ini menentukan jumlah keuntungan yang didapat per orang kelak.

  • Advertisement
  • 2. Ketahui keterampilan bisnis Anda dan pasangan

  • Dengan siapa pun Anda mulai berbisnis, hal yang harus Anda lakukan yaitu menyatukan konsep. Oleh sebab itu, temukan satu hal yang membuat Anda dan pasangan merasa cocok. Namun ingat, pasangan kadang-kadang langsung terjun ke bisnis karena mereka menyukai gagasan berbisnis, saling mencintai dan mereka bersemangat untuk membuatnya berhasil-tetapi mereka belum memikirkan masak-masak.

  • Anda memerlukan keterampilan bisnis yang saling melengkapi, kemampuan memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan kapasitas untuk menghabiskan waktu lama bersama pasangan. "Hubungan Anda harus setara" kata Hilary Hendershott, perancang keuangan di California.

  • 3. Usahakan se-transparan mungkin

  • Kejujuran dalam berbisnis merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Meskipun hubungan Anda dan si dia lebih jauh daripada hanya sekadar rekan bisnis, Anda perlu memastikan keduanya sama-sama mengetahui situasi keuangan. Kedua pihak harus tahu ke mana uang dibelanjakan dan apakah utang dan pajak sudah dibayar.

  • Segala hal bisa menjadi boomerang bila tidak dijelaskan mulai saat ini. Jangan sampai kecurigaan antar satu sama lain membuat bisnis yang Anda bangun bersama jadi terhambat. Bahkan, lebih buruk lagi, permasalahan ini merusak hubungan cinta Anda berdua.

  • 4. Kerja bersama-sama

  • Namanya juga membangun bisnis bersama, artinya Anda mengelola dan mengerjakannya secara bersama-sama. Kekompakan merupakan modal yang sangat bagus untuk membangun sebuah bisnis. Jangan sampai ada yang tidak seimbang. Dalam pembagian tugas terutama. Semua harus mendapatkan porsi yang seimbang.

  • Tetapkan peran dengan jelas yang tidak tumpang tindih, berdasarkan kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, salah satu pasangan memegang keuangan perusahaan sementara yang satu lagi merancang produk. Kita akan lebih berhasil dan lebih bahagia apabila kita tidak bersaing mengerjakan tugas-tugas yang sama.

  • 5. Jaga komitmen bisnis

  • Advertisement
  • Memikirkan hasil yang menyenangkan merupakan hal yang baik. Namun, tidak ada salahnya bila Anda juga memikirkan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Terutama bila hubungan cinta Anda berakhir. Hubungan profesional merupakan hubungan yang tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya personal.

  • Karena itu, rencana keluar penting secara profesional. "Ini adalah satu hal yang tidak dibicarakan pasangan di waktu awal karena kita bersemangat," jelas Shannon Lee Simmons, seorang perencana keuangan di Simmons Financial Planning, Toronto. Ini harus dijabarkan dalam tulisan sehingga tidak timbul masalah tentang bagaimana seharusnya apabila mengalami kegagalan, baik itu bisnis ataupun hubungan.

  • 6. Berkomunikasilah dengan baik

  • Pisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Di rumah, pastikan kita memperlakukan satu sama lain sebagai pasangan romantis bukan kolega kerja. Jangan abaikan kehidupan kita yang lain. "Pasangan terjun ke bisnis dan lupa bahwa mereka juga seharusnya menyediakan waktu untuk mereka sendiri sebagai pasangan, sebagai keluarga dan sebagai individu." kata Marshack. Bersikaplah kukuh untuk menentukan jeda dari urusan bisnis dan kemudian menyediakan waktu dengan orang-orang yang dicintai -dalam kapasitas nonbisnis- untuk menjaga hubungan.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Merintis bisnis dengan pasangan? Kenapa tidak

Khawatir urusan pribadi dan pekerjaan tercampur aduk? Ada banyak siasatnya kok!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr