Tak hanya nutrisi, emosi pun penting dijaga saat hamil

Mengalami kehamilan adalah impian setiap wanita yang sudah menikah, namun tidak ada kehamilan yang begitu mudah dilalui tanpa letupan-letupan emosi yang mengiringi. Bisa dibilang wajar, namun tetap harus dijaga.

451 views   |   6 shares
  • Ada begitu banyak hal yang wajib dipersiapkan saat menjalani masa kehamilan. Hal terpenting tentunya menjaga asupan gizi yang baik, cukup istirahat, terkena paparan matahari, dan yang tak kalah penting adalah menjaga gejolak emosi. Ya, sebab emosi ternyata juga bisa memengaruhi janin.

  • Kebanyakan wanita hamil memang memiliki masalah emosi, seperti mudah marah atau mudah menangis. "Gejolak hormon bisa jadi pencetus emosi yang berganti-ganti itu. Namun, teori ini belum konklusif masih harus ada penelitian lebih mendalam," kata Lori Altshuluer, M.D, seorang direktur dari Mood Disorders Research Program di UCLA, Amerika Serikat.

  • Dr Altshuluer melanjutkan bahwa emosi ibu hamil yang sering berubah disebabkan oleh rasa tak nyaman pada tubuh karena ia sedang hamil. Apalagi, pada periode awal kehamilan. Banyak ibu yang mengalami mual, keletihan, payudara mengencang, dan sejumlah kekhawatiran dalam pikiran mengenai kesehatan janin, seperti diungkapkan Clark Gillespie, M.D, penulis Your Pregnancy Month by Month.

  • Bahkan ketidaknyamanan itu terus berlanjut dan menyebabkan ibu hamil menjadi sulit tidur malam, karena adanya tekanan pada bagian usus dan kandung kemih sehingga memicu ketidakseimbangan emosi. Kondisi inilah yang menyebabkan banyak mama yang merasa orang lain kurang perhatian padanya dan memicu perasaan lebih sensitif serta mudah tersinggung.

  • Namun demikian, kestabilan emosi saat sedang hamil sangatlah penting. Penelitian dari asosiasi untuk psychological sciencemenemukan bahwa janin usia enam bulan sudah bisa terpengaruhi oleh emosi si ibu. Dan efeknya bisa berjangka panjang. Kesehatan emosi ibu bisa jadi awal pembentukan sikap dan perilaku si anak ke depannya.

  • Ibu yang sering merasa stres dan cemas berlebih saat hamil, nantinya bayi yang lahir akan tumbuh jadi anak yang gampang gelisah dan colicky(kondisi bayi yang berusia di bawah tiga bulan menangis selama berjam-jam dan susah ditenangkan). Saat Anda stres ketika hamil, tubuh akan memproduksi hormon stres. Meski emosi kita tak bisa melewati plasenta, tapi hormon bisa. Jadi semakin sering stres, maka hormon stres yang diterima janin juga semakin banyak.

  • Begitu juga dengan depresi. Sebab, depresi saat hamil sama umumnya dengan depresi pasca persalinan. 10 persen ibu hamil mengalami depresi. Namun, yang perlu diwaspadai adalah efeknya pada janin yang dikandung. Bayi yang lahir dari ibu yang mengalami depresi selama kehamilan punya risiko 1,5 kali lebih besar akan mengalami depresi ketika berusia 18 tahun dan bisa mengalami gangguan emosi seperti perilaku agresif.

  • Advertisement
  • Karena itu, menyimpan dendam atau kebencian saat hamil bisa berdampak buruk pada bayi dalam kandungan. Ibu yang tak merasakan adanya kedekatan dengan bayi yang dikandungnya, nantinya si anak bisa mengalami gangguan emosi. Tetapi, menangis dan bersedih saat hamil ya boleh-boleh saja yang penting tak perlu berlebihan, agar dampaknya tidak akan terlalu buruk pada janin dalam kandungan.

  • "Seringlah tertawa, pelajari segala sesuatu mengenai proses kelahiran normal dan jauhi orang-orang yang suka membuat Anda kesal dan ketakutan," saran Dr Marian Tompson, pendiri La Leche League International dan ibu dari tujuh orang anak. Jika Anda memiliki teman dengan kepribadian supel, ramah, lucu, dan gemar tertawa, sering-seringlah menghabiskan waktu bersama mereka. Karena lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memengaruhi mood seseorang. Disarankan selama hamil, kelilingilah diri dengan orang-orang yang menyenangkan supaya tertular merasa senang.

  • Beberapa dari Anda sekarang mungkin sedang mengalami masa-masa sulit kehamilan dan tidak mendapat dukungan yang layak sesuai kebutuhan. Tidak perlu malu untuk membicarakan masalah kepada teman yang dapat dipercaya atau siapa saja yang Anda anggap bisa membantu. Selain itu, cobalah untuk mencari cara lain yang bisa membuat Anda menyalurkan emosi dan stres, bisa dengan mendengarkan musik atau berjalan - jalan agar perasaan bisa lebih tenang.

  • Disiplin melakukan olahraga secara teratur pun dapat membantu meregulasi emosi. Olahraga akan membantu meringankan ketidaknyamanan fisik maupun emosional. Jika Anda tetap aktif sirkulasi darah akan lancar dan mencegah masalah seperti kaki bengkak dan sakit punggung. Terakhir, ciptakan keintiman yang lebih dari biasanya dengan suami tercinta. Momen intim dengan suami merupakan penawar stres paling mujarab bagi perempuan yang tengah mengandung, bukan?

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Tak hanya nutrisi, emosi pun penting dijaga saat hamil

Mengalami kehamilan adalah impian setiap wanita yang sudah menikah, namun tidak ada kehamilan yang begitu mudah dilalui tanpa letupan-letupan emosi yang mengiringi. Bisa dibilang wajar, namun tetap harus dijaga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr