Untuk para suami, ini 5 hal yang istri harapkan Anda mengerti tentang menjadi seorang Ibu

Jika Anda mengerti 5 hal ini, maka dijamin akan sangat meringankan beban istri Anda dalam mengarungi petualangan 'motherhood'-nya.

1,048 views   |   24 shares
  • Pengasuhan dan membesarkan anak seyogyanya adalah kerja bersama Papa dan Mama. Namun, kenyataannya, mengalami kondisi ideal di mana Mama mendapatkan dukungan seratus persen adalah sebuah kesempatan langka. Sindrom baby blues, post partum depression hingga stay-at-home mom blues masih marak terjadi (baik disadari atau tidak disadari oleh Mama itu sendiri).

  • Papa, mungkin Anda belum berkesempatan untuk menjadi superdad seperti Mark Zuckerberg. Akan tetapi, mulai mengerti, memahami, berempati, dan mendukung istri Anda dalam 5 hal ini, akan sangat meringankan bebannya dalam mengarungi petualangan bertajuk motherhoodini.

  • 1. Kami kerap menyampingkan rasa lelah

  • Pernahkah membayangkan, semenjak hamil, hidup kami tak lagi sama? Tubuh dan pikiran yang lelah, namun kerap kami sisihkan dahulu, demi terurusnya anak, suami, dan keluarga. Tidur nyenyak adalah sebuah kemewahan untuk kami. Jika sewaktu mengandung, janin membawa beban untuk badan kami, setelah hadirnya bayi, kami kerap terjaga untuk menyusui dan menenangkan si kecil yang menangis. Entah dari mana, kami seakan mendapat dorongan untuk tetap berdiri. Namun bukan berarti Papa masih bebas untuk tetap mendengkur pulas dengan alasan "besok aku harus pergi kerja mencari nafkah". Sekali waktu, kami perlu bantuanmu memandikan, mengganti popok dan pakaian, atau memberikan kami pijatan pelepas penat. Kami mengerti kesibukan dan kelelahanmu pula. Tetapi, ini adalah buah cinta kita berdua, jadi libatkanlah dirimu secara nyata.

  • 2. Kami sedih saat kami dipersalahkan

  • Tuntutan kesempurnaan dalam motherhoodbegitu kuat menghantui. Saat terjadi masalah atau kekurangan pada anak-anak, besar kemungkinan tudingan akan mengarah kepada kami, sang Mama. ASI yang (dianggap) kurang berkualitas atau tak cukup kuantitasnya, tak pandai meramu MPASI bergizi, kurang menstimulasi anak, serta sederet penghakiman lainnya. Tetaplah berada di sisi kami, Pa. Bela kami dengan membantu kami berjalan terus dan mengerjakan solusi bersama-sama. Kuatkan hati kami untuk menepis omongan-omongan miring (yang sedihnya, tak jarang berasal dari keluarga sendiri). Dihakimi oleh suami, ibu, ibu mertua, atau sesama Mama lainnya, akhirnya kami pun menghakimi diri sendiri. Sekuat apapun support groupyang kami miliki, tak ada artinya juga dukungan dari rekan sehidup semati tak kami dapatkan.

  • Advertisement
  • 3. Kami enggan berhubungan intim bukan karena tak lagi cinta

  • Seks pasca melahirkan akan menimbulkan masalah bagi kami. Tak cuma tubuh yang belum siap benar, rasa lelah yang mendera sering menyurutkan gairah kami. Pemaksaan hanya akan menjadikan kami tak dapat menikmati dan hanya rasa sakit yang terasa. Bersabarlah dahulu, bantu kami menyiapkan fisik dan mental untuk dapat menyalurkan hasrat biologis ini kembali. Bicarakan masalah ini bersama, jika perlu mari datangi ahli untuk memecahkannya. Membuat kepercayaan diri kami porak poranda dengan memberikan punggung dinginmu, justru memperkeruh suasana. Percayalah, banyak cara memelihara keintiman, tak hanya dengan bergulat di ranjang belaka.

  • 4. Belajarlah bersama kami

  • Menjadi Mama adalah sesuatu yang baru bagi kami. Perlu waktu untuk kami menguasainya. Ini bukan keterampilan yang dapat dipelajari secara formal dengan sistem pendidikan dan penilaian terstandarkan. Ikutlah belajar bersama kami. Membaca, berkonsultasi, menghadiri seminar atau kelas pengasuhan bersama, sebelum bahu-membahu melaksanakannya berdua. Bagilah tanggung jawab ini, alih-alih menaruhnya semua di pundak kami. Mendidik dan membesarkan anak adalah tanggung jawab kita berdua, bukan hanya Mama seorang saja. Bersabarlah jika kami perlu waktu atau melalui jalan berliku untuk menguasainya.

  • 5. Berikan kami kesempatan untuk berkembang

  • Menjadi Mama mengubah banyak hal dalam hidup kami. Tak menutup kemungkinan, bahkan untuk menikmati hobi pun sudah semakin sulit dilakukan. Sekali waktu, berilah kami kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri. Kami ingin menjadi lebih baik, lebih cantik, lebih pandai, dan lebih terampil. Berkunjung ke salon, memulai wirausaha, berolahraga sendiri, mewadahi hobi menulis, bertemu dengan komunitas atau sahabat-sahabat lama, mengikuti kursus atau seminar, apapun kegiatan positif yang menjaga kewarasan dan mendatangkan kebahagiaan bagi kami. Menjadi Mama di rumah bukan berarti kami bebas tidur siang dan tak perlu berpeluh bekerja. Banyak tantangan yang kami hadapi dan jujur saja, menghisap energi serta waktu kami tanpa disadari. A happy mama makes a happy baby and family. Terpenuhinya kebutuhan non materi ini akan mendatangkan kekayaan baru bernama kebahagiaan, yang membuat kami sehat jiwa raga nantinya.

  • Advertisement
  • Papa, memilih kami sebagai pasangan hidupmu, berarti membuka pintu untuk kita sama-sama menjalani perjalanan baru ini bersama. Parenting is a team work. Kerja sama yang baik berawal dari saling memahami kebutuhan-keinginan dan kekuatan-kelemahan masing-masing.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Untuk para suami, ini 5 hal yang istri harapkan Anda mengerti tentang menjadi seorang Ibu

Jika Anda mengerti 5 hal ini, maka dijamin akan sangat meringankan beban istri Anda dalam mengarungi petualangan 'motherhood'-nya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr