Ibu-ibu, ini resep sukses menjalani peran sebagai ibu bekerja

Merasa bersalah, terlalu lelah, sedih karena harus tidak bersama anak, dan mudah marah, adalah hal-hal yang wajar terjadi dalam dinamika keseharian ibu bekerja. Namun, sebetulnya yang paling penting adalah pengaturan waktu efektif.

221 views   |   4 shares
  • Menjalani peran sebagai ibu bekerja yang harus mengurus rumah, anak dan di saat bersamaan menyiapkan bahan materi presentasi di kantor bukan pekerjaan mudah. Sebuah studi di Inggris bahkan mengungkapkan, ibu bekerja ternyata hanya bisa menghabiskan waktu 1 jam 21 menit atau 81 menit untuk mengurus anak dan keluarga.

  • Karena itu, banyak ibu bekerja yang menjadi frustrasi karena ingin meraih terlalu banyak hal di saat bersamaan. Ingin menjadi supermom. Padahal sebetulnya, tidak perlu berusaha keras untuk menjadi supermom untuk melakukannya. Sebab yang harus Anda lakukan hanyalah mampu mengatur waktu.

  • Setiap ibu harus menetapkan pilihan dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Ibu yang bekerja penuh memang berisiko menghadapi masalah setiap hari. Mereka sering kali dihinggapi rasa bersalah akan kurangnya waktu bersama anak. Michelle LaRowe, penulis buku Working Mom's 411 menegaskan, merasa bersalah bukan berarti Anda bersalah.

  • Hal senada pun diungkapkan oleh psikolog anak dan keluarga Dr. Sandra Wheatley, "Menurutku tugas menjadi orangtua bukan hanya pada angka (berapa banyak waktu yang dihabiskan)." Jika seorang ibu bekerja pulang ke rumah dan menghabiskan waktu 45 menit untuk bermain sebelum makan malam dan tidur, menurutnya itu sudah cukup. "Yang paling penting waktu mereka dihabiskan untuk aktivitas bersama anak," tambahnya.

  • Waktu yang singkat tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik jika Anda memiliki sedikit perencanaan. Bagaimana caranya?

  • Disiplin dengan waktu

  • Susan Crites Price, penulis The Working Parents Help Book: Practical Advice for Dealing with the Day to Day Challenges of Kids And Careers, menganjurkan agar membiasakan untuk selalu mencatat daftar pekerjaan dan rutinitas sehari-hari. Tujuannya sebagai pengingat apabila terjadi hal-hal yang berada di luar catatan.

  • Penting juga untuk jujur pada catatan tersebut. Apabila ada waktu yang dilewatkan yang tercatat tanpa alasan yang jelas, dimasukkan juga. Kemudian, hitung ulang waktu yang "terbuang" dan ubah kebiasaan itu untuk lebih memberikan banyak waktu pada anak.

  • Advertisement
  • Siapkan menu makanan sejak akhir pekan

  • Persiapkan pada Jumat malam untuk sepekan ke depan. Jangan lupa juga persiapkan semua bahannya. Karena itu, penting juga untuk tetap makan malam bersama sekeluarga.

  • Ajarkan si kecil untuk mandiri

  • Ini tergantung dari umur si kecil, jika dia telah menginjak umur 6 atau 7 tahun, Anda bisa mengajarkannya untuk mandi dan memakai baju sendiri. Sehingga Anda tidak terlalu banyak mengurus keperluannya untuk berangkat sekolah. Begitupun untuk urusan makan, sejak balita ajarkan si kecil untuk bisa makan sendiri.

  • Merencanakan waktu kerja

  • Usahakan tidak mengambil waktu lembur. Jika harus telat datang ke kantor atau diminta lembur oleh atasan, komunikasikanlah dengan atasan Anda. Misalnya memberitahukan pada bos bahwa boleh saja Anda sesekali melembur, tapi ada malam-malam tertentu di mana Anda harus berada di rumah.

  • Selain itu, cobalah mendelegasikan tugas. Jangan sungkan minta rekan kerja atau bawahan untuk mengerjakan tugas yang biasa Anda lakukan. Dengan begitu, Anda bisa berhemat waktu melalui kerja bersama yang lebih padu.

  • Memiliki waktu berkualitas

  • Meskipun hanya memiliki waktu sedikit untuk keluarga jadikanlah pertemuan antar anggota keluarga berkualitas. Rencanakan untuk berpergian di akhir pekan atau menonton film bersama. Setelah pulang kerja Anda juga dapat menemani si kecil untuk mengerjakan PR-nya. Untuk menyeimbangkan perhatian, cobalah menelepon anak di sela-sela waktu senggang ketika di kantor. Ini juga berlaku bagi ibu yang anaknya masih bayi.

  • Punya waktu untuk diri sendiri

  • Meski berkutat dengan segudang pekerjaan, para ibu harus pandai meluangkan waktu untuk memanjakan diri. Cara untuk tetap bisa bersosialisasi dengan teman dan bisa memanjakan diri adalah dengan catatan daftar pekerjaan, sehingga Anda dapat menyisihkan waktu bersantai.

  • Mengikutsertakan si kecil pun bisa dilakukan. Anda bisa mengajak si kecil ke rumah teman Anda yang juga memiliki anak sebaya dengan anak Anda. Sehingga si kecil juga bisa ikut bersosialisasi. Bisa juga mengajaknya spa atau menikmati teh sore di tempat yang ramah anak.

  • Advertisement
  • Tetap mesra dengan suami

  • Dalam sebulan sekali Anda perlu menghabiskan waktu bersama suami. Pergi bersama atau melakukan liburan singkat tanpa ada gangguan si kecil sangat penting untuk menghangatkan kembali hubungan pernikahan. Anda bisa menitipkan si kecil di rumah orangtua atau saudara.

  • Jika ini sulit dilakukan, setidaknya di malam hari bermesraanlah dengan suami. Sempatkanlah berbincang tentang kegiatan masing-masing. Untuk itu, ajaklah anak tidur lebih awal, sehingga Anda punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri atau berduaan dengan pasangan.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ibu-ibu, ini resep sukses menjalani peran sebagai ibu bekerja

Merasa bersalah, terlalu lelah, sedih karena harus tidak bersama anak, dan mudah marah, adalah hal-hal yang wajar terjadi dalam dinamika keseharian ibu bekerja. Namun, sebetulnya yang paling penting adalah pengaturan waktu efektif.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr